Portal Berita Ekonomi Minggu, 15 Desember 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:08 WIB. Peringkat Kemudahan Berbisnis - Singapura (2), Malaysia (12), Thailand (21), China (31), India (63), Vietnam (70), Indonesia (73), Filipina (95)
  • 08:55 WIB. Peringkat Anti Korupsi - Singapura (3), Malaysia (61), India (78), China (87), Indonesia (89), Filipina (99), Thailand (99), Vietnam (117)

Pemahaman Nelayan Soal Perbatasan Indonesia Sangat Kurang

Pemahaman Nelayan Soal Perbatasan Indonesia Sangat Kurang - Warta Ekonomi
WE Online, Medan -

Pemahaman nelayan tradisional Sumatera Utara mengena perbatasan perairan Indonesia dengan Malaysia, sangat kurang sehingga tidak mengherankan sering ditangkap polisi maritim negara tetangga tersebut.

"Peristiwa sering diamankannya nelayan tradisional Langkat, Deliserdang, Serdang Bedagai, Batubara dan Tanjung Balai di perairan Malaysia, dapat dijadikan sebagai pengalaman yang sangat berharga dan kedepan agar tidak terulang lagi," kata Wakil Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumut Nazli di Medan, Minggu (4/2/2018).

Ketidaktahuan nelayan kecil tentang perbatasan perairan kedua negara itu, menurut dia, jangan terus dibiarkan, karena akan merugikan Indonesia.

Kondisi itu menyebabkan Indonesia melalui Konsulat RI terpaksa terus mengurus nelayan yang ditahan di penjara Malaysia, karena memasuki perairan negara tersebut tanpa memili izin.

Ia mengatakan, kasus nelayan yang ditangkap di negara tetangga itu, sudah sering terjadi, dengan alasan pelanggaran wilayah.

Sehubungan dengan itu, Konsulat RI bekerja sama dengan TNI AL, dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumut dapat memberikan "pencerahan" atau sosialisasi kepada nelayan Sumut mengenai perbatasan perairan kedua negara tersebut.

"Pemahaman tentang perairan Indonesia- Malaysia, perlu diketahui nelayan, sehingga tidak terjadi lagi yang namanya pelanggaran atau memasuki wilayah negara asing," ucapnya.

Nazli menyebutkan, nelayan yang ditangkap di Malaysia itu bukan karena memang sengaja melakukan pelanggaran.

Namun, karena mereka kehilangan arah akibat faktor cuaca ekstrem di Selat Malaka, sehingga kapal yang ditumpang terombang ambing dihantam badai.

"Nelayan kecil tersebut, akhirnya memasuki perairan Malaysia, dan ditangkap aparat keamanan negara itu, serta diproses secara hukum," kata Wakil Ketua DPD HNSI Sumut.

Sebelumnya, enam nelayan tradisional asal Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, ditangkap Polisi Maritim Malaysia dan ditahan di penjara Pulau Penang untuk menunggu proses hukum.

Sementara keluarga nelayan itu berharap pemerintah bisa secepatnya memulangkan mereka, kata Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Sumatera Utara Tajruddin Hasibuan, di Stabat, Jumat (26/1).

Tajruddin menjelaskan keenam nelayan yang ditangkap Polisi Maritim Malaysia pada Kamis (18/1) sekitar pukul 16.00 WIB terdiri atas M Fahrolrozi (20) warga Jalan Babalan Gang Sampan kelurahan Brandan Timur kecamatan Babalan selaku nahkoda, Darussalam (33) warga Gang Aman Kelurahan Sei Bilah Kecamatan Sei Lepan selaku Anak Buah Kapal (ABK) Lalu Muhammad Nur (27) warga Jalan Imam Bonjol Gang Sirat nomor 28 Kelurahan Brandan Timur kecamatan Babalan dan Mirza Dewantara (24) warga Jalan Babalan Pajak Ikan Lama kelurahan Brandan Timur kecamatan Babalan.

Ramadhani (20) warga Jalan Pelabuhan Lingkungan Satu Kelurahan Sei Bilah kecmatan Sei Lepan, Abdul Hamid (55) warga Jalan Imam Bonjol Gang Amal Kelurahan Brandan Timur kecamatan Babalan, semuanya anak buah kapal. (Ant)

Baca Juga

Tag: Nelayan

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Fajar Sulaiman

Foto: Sufri Yuliardi

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,747.08 3,709.59
British Pound GBP 1.00 18,951.81 18,757.67
China Yuan CNY 1.00 2,014.21 1,993.88
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,051.91 13,912.09
Dolar Australia AUD 1.00 9,726.73 9,622.99
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,800.56 1,782.46
Dolar Singapura SGD 1.00 10,394.96 10,285.44
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,708.63 15,550.93
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,395.00 3,357.16
Yen Jepang JPY 100.00 12,830.45 12,701.63

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6197.318 57.921 668
2 Agriculture 1424.860 10.203 20
3 Mining 1528.809 26.762 50
4 Basic Industry and Chemicals 976.378 16.198 77
5 Miscellanous Industry 1215.025 42.951 50
6 Consumer Goods 2023.673 9.223 56
7 Cons., Property & Real Estate 506.323 -1.997 83
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1122.442 14.680 76
9 Finance 1313.749 10.641 90
10 Trade & Service 768.113 0.709 166
No Code Prev Close Change %
1 ZBRA 72 97 25 34.72
2 IFII 300 374 74 24.67
3 TAMU 260 324 64 24.62
4 DWGL 180 218 38 21.11
5 UNIT 153 182 29 18.95
6 TIRA 214 252 38 17.76
7 MEGA 5,750 6,750 1,000 17.39
8 BIRD 2,470 2,890 420 17.00
9 NICK 260 300 40 15.38
10 SINI 1,200 1,350 150 12.50
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 79 52 -27 -34.18
2 IBFN 318 246 -72 -22.64
3 YULE 199 154 -45 -22.61
4 AMAG 302 234 -68 -22.52
5 LMSH 398 310 -88 -22.11
6 BIKA 197 160 -37 -18.78
7 BVIC 119 98 -21 -17.65
8 BKSW 172 142 -30 -17.44
9 PEGE 230 190 -40 -17.39
10 HERO 875 725 -150 -17.14
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,485 1,590 105 7.07
2 IPTV 505 510 5 0.99
3 TLKM 3,950 3,990 40 1.01
4 BNLI 1,310 1,275 -35 -2.67
5 TCPI 6,175 6,200 25 0.40
6 REAL 266 298 32 12.03
7 ADRO 1,475 1,590 115 7.80
8 BBRI 4,250 4,280 30 0.71
9 ASII 6,550 6,850 300 4.58
10 ACES 1,590 1,550 -40 -2.52