Portal Berita Ekonomi Sabtu, 18 Agustus 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:25 WIB. WIKA - WIKA menargetkan pendapatan dan laba bersihnya masing-masing bisa mencapai Rp39,48 triliun dan Rp2,03 triliun.
  • 08:24 WIB. WIKA - Target kontrak WIKA domestik maupun luar negeri baru dinaikkan menjadi sekitar Rp52 triliun dari Rp49 triliun.
  • 08:22 WIB. WIKA - WIKA telah mengakumulasi kontrak luar negeri Rp1,4 triliun.
  • 07:58 WIB. ANDI - Andira Agro mencatat penjualan bersih baru mencapai Rp72,43 miliar per Maret 2018.
  • 07:57 WIB. ADHI - Adhi Karya mencapai keuntungannya tahun lalu sebesar Rp525 miliar dan akan membagi PKBL Rp10,5 miliar.
  • 07:57 WIB. ANDI - Andira Agro menargetkan total penjualan tembus Rp500 miliar pada tahun 2018.
  • 07:55 WIB. JLB - Jakarta Lingkar Baratsatu menawarkan kupon obligasi mulai dari 9% hingga lebih dari 10%.
  • 07:54 WIB. ADM - Astra Daihatsu Motor mencatat penjualan wholesales tumbuh 4% menjadi 112.893 unit¬†pada Januari-Juli 2018.
  • 07:52 WIB. Desa¬†- Mendes Eko Putro mengimbau aparatur desa untuk memanfaatkan dana desa guna membangun sarana olahraga.
  • 07:29 WIB. WIKA - WIKA menerima kontrak proyek renovasi Istana Presiden Republik Niger senilai Rp370 miliar.
  • 07:28 WIB. PLN - PLN memenuhi kebutuhan listrik industri-industri di Tahuna, Sulawesi Utara.
  • 07:22 WIB. BTN - BTN menyiapkan Rp2 miliar untuk pengembangan pendidikan, elektrifikasi, dan perbaikan sarana dan prasarana umum di Bengkulu.
  • 07:19 WIB. BTN - BTN memperluas ekspansi ke provinsi Bengkulu seiring pertumbuhan ekonomi yang mulai menggeliat di daerah tersebut.
  • 07:17 WIB. Jasa Marga - Jasa Marga berekspansi menuju industri properti.
  • 07:09 WIB. BUMN - BUMN menyisihkan 2% dari laba bersih untuk membiayai PKBL.

Investasi dan Konsumsi Pemerintah Ikut Kerek Pertumbuhan 5,07%

Foto Berita Investasi dan Konsumsi Pemerintah Ikut Kerek Pertumbuhan 5,07%
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV/2017 mencapai 5,19 %. Dengan pencapaian tersebut, sepanjang 2017 realisasi pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,07%. Realisasi ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada 2015 dan 2016 dimana masing-masing sebesar 4,88% dan 5,03%.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, pertumbuhan ekonomi 2017 ditopang konsumsi rumah tangga yang tumbuh sebesar 4,97%. Penyebabnya adalah kinerja positif di  kelompok makanan dan minuman yang tumbuh 5,37%. Sementara untuk sandang, alas kaki, dan perawatannya juga tumbuh 3,62%.

"Seluruh kelompok konsumsi tumbuh positif, kecuali kelompok transportasi dan komunikasi," kata dia dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (5/2/2018).

Selain itu, menurut Kecuk, sapaan akrabnya, kinerja perekonomian didukung oleh pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi langsung yang tumbuh sebesar 7,27%. Pertumbuhan PMTB ini didorong oleh investasi berupa bangunan, mesin, peralatan lainnya, dan cultivated biological resources.

"Seluruh jenis barang modal mengalami peningkatan, kecuali produk kekayaan intelektual. Sementara realisasi belanja modal pemeirntah dan non-pemerintah tumbuh signifikan sebesar 39,7%," tambahnya.

Ia menambahkan kinerja perekonomian juga didukung konsumsi pemerintah. Pada triwulan IV/2017 konsumsi pemerintah tumbuh 3,81%, naik bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mengalami kontraksi -4,03%.

"Kenaikan belanja pegawai terutama didorong oleh belanja gaji dan tunjangan pada pengeluaran konsumsi individu, yaitu pada tunjuangan profesi guru dan tenaga pendidik," ujarnya.

Secara umum dia mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun lalu juga tidak dapat dilepaskan dari kondisi perekonomian global. Khususnya, pengaruh negara-negara mitra dagang utama Indonesia seperti Amerika Serikat dan Cina. Ekonomi AS, lanjutnya, membaik dari 2,3 % menjadi 2,5%, sedangkan pertumbuhan ekonomi Cina stagnan pada posisi 6,8%.

Tag: Badan Pusat Statistik (BPS), Kecuk Suhariyanto

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Mar
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Aug
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10

Recommended Reading