Portal Berita Ekonomi Selasa, 22 Mei 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:26 WIB. Akumindo - Asosiasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Indonesia memprediksi penjualan parsel pada Ramadan tahun ini turun 30%.
  • 06:25 WIB. Singapore Airlines - Singapore Airlines berencana mendatangkan 21 unit pesawat dalam konfigurasi regional selama 2018-2019.
  • 06:24 WIB. Kemenhub - Kemenhub menargetkan konstruksi tahap pertama Pelabuhan Patimban bisa berlangsung pada Juni 2018.
  • 06:23 WIB. Kementan - Kementan mengklaim Indonesia telah mengekspor 9.329 ton tepung jagung dalam setahun terakhir.
  • 05:30 WIB. Pangan - BPK akan melakukan audit ulang terkait dengan kebijakan pemerintah untuk mengimpor beras.
  • 05:25 WIB. IHSG - Indosurya Sekuritas memprediksi IHSG bergerak di kisaran 5.703-5.936 pada perdagangan hari ini.
  • 04:41 WIB. New York - The dollar was last up 0.56 percent at 106.80 yen on Monday (21/5).
  • 04:40 WIB. New York - U.S. crude futures were up 91 cents at $72.19 after touching $72.33 on Monday (21/5).
  • 04:39 WIB. London - Brent crude futures gained 55 cents to trade at $79.06 by 2:19 p.m. on Monday (21/5).
  • 04:37 WIB. New York - The Nasdaq gained 39.70 points (0.54 per cent) to hit 7,394.04 on Monday (21/5).
  • 04:17 WIB. New York - The broader S&P 500 rose 20.04 points (0.74 per cent) to 2,733.01 on Monday (21/5).
  • 04:12 WIB. New York - The benchmark Dow Jones Industrial Average finished up 298.20 points, adding 1.21 per cent to close at 25,013.29 on Monday (21/5).
  • 21:46 WIB. Politik - Moeldoko klaim Jokowi akan tetap jalankan agenda reformasi.
  • 21:45 WIB. Nasional - Jokowi kembali tegaskan dirinya bukan kader PKI.
  • 21:44 WIB. Politik - Pansus sebut Densus 88 belum sepakat soal definisi terorisme.

Begini Penjelasan AXA Terkait Pencabutan Izin Usaha oleh OJK

Foto Berita Begini Penjelasan AXA Terkait Pencabutan Izin Usaha oleh OJK
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

PT AXA Mandiri Financial Services (AMFS) menyampaikan klarifikasi terkait dengan Pengumuman tentang Pencabutan Izin Usaha Perusahaan Asuransi Jiwa PT AXA Life Indonesia yang diumumkan dan dimuat dalam website resmi OJK yaitu www.ojk.go.id pada 30 Januari 2018. 

CEO Negara AXA Indonesia Paul Henri menuturkan jika pengumuman tersebut adalah sehubungan dengan penggabungan usaha PT AXA Financial Indonesia (AFI) dan PT AXA Life Indonesia (ALI) guna memenuhi ketentuan dari UU No. 40/2014 tentang Perasuransian dalam rangka pengendalian atau kepemilikan tunggal (single presence policy) serta peraturan Otoritas Jasa Keuangan yaitu POJK No. 67/POJK.05/2016.

"Pada tanggal 1 November 2017, dua entitas bisnis lokal dari perusahaan asuransi global Prancis, PT AXA Financial Indonesia (AFI) dan ALI secara resmi menggabungkan bisnis," ucapnya, dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (5/2/2018).

Dijelaskan bahwa kedua perusahaan akan beroperasi dengan nama PT AXA Financial Indonesia dengan seluruh aset ALI dan juga liabilitasnya akan dialihkan kepada AFI. "Aksi korporasi tersebut tidak memiliki kaitan dengan PT AXA Mandiri Financial Services (AMFS), baik secara hukum maupun keuangan dan kami berharap agar informasi ini dapat berguna bagi seluruh pemangku kepentingan di AMFS," katanya.  

Tindakan merger ini juga merupakan bentuk komitmen AFI untuk mengembangkan bisnis di Indonesia, dengan menggabungkan dua perusahaan sehat yang akan menciptakan perusahaan yang lebih kuat.

Ia menjelaskan bahwa penggabungan usaha merupakan gabungan dua entitas sehat yang memiliki kekuatan saluran distribusi berbeda yang akan meningkatkan kemampuan AFI untuk melayani dan menjangkau lebih banyak pelanggan di Indonesia.

"Penggabungan ini tidak akan mempengaruhi proses bisnis dan layanan pelanggan dari entitas AXA Indonesia lainnya, yaitu PT AXA Mandiri Financial Services (AMFS), PT Mandiri AXA General Insurance (MAGI), dan PT Asuransi AXA Indonesia (AGI)", ungkapnya.

Selanjutnya, Direktur Utama AFI Budi Tampubolon menegaskan bahwa hak dan tanggung jawab ALI kepada pelanggan, mitra bisnis, dan pihak ketiga telah diambil-alih oleh AFI sehingga tidak perlu adanya kekhawatiran karena penggabungan kedua perusahaan tersebut.

"Kami telah menginformasikan kepada pelanggan, mitra bisnis, dan pihak ketiga melalui informasi di surat kabar, surat, dan media lainnya sehingga kami memastikan bahwa semua proses telah dilakukan sesuai dengan persyaratan dan prinsip perusahaan yang selalu mengutamakan kepentingan pelanggan atau pelanggan. Selain itu, pelanggan akan mendapatkan pilihan produk yang lebih inovatif dan menarik sebagai bentuk layanan kami untuk menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia," jelas Budi.

Asep Iskandar, Plt. Direktur Kelembagaan dan Produk IKNB (Non-Bank Financial Industry) OJK menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh AFI sesuai dengan UU Asuransi No.40 tahun 2014 dan POJK No.67 / POJK.05 / 2016. "Kami berharap langkah-langkah ini bisa jadi referensi bagi perusahaan asuransi lain di Indonesia, "kata Asep.

Sejalan dengan semangat tersebut, AFI berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada semua pemegang polis, bersama dengan semua karyawan dan mitra kerja. "Dengan menyelesaikan langkah-langkah administratif dan mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku, kami terus melayani pelanggan kami, dan juga masyarakat Indonesia sesuai dengan filosofi AXA, Memberdayakan Orang untuk Hidup yang Lebih Baik," tukas Budi.

Tag: PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri), PT AXA Life Indonesia, PT AXA Financial Indonesia, Paul Henri Rastoul, Asep Iskandar, Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Antara/Reno Esnir

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5733.854 -49.456 581
2 Agriculture 1544.033 34.109 19
3 Mining 1908.397 21.577 44
4 Basic Industry and Chemicals 757.643 -4.711 69
5 Miscellanous Industry 1155.231 2.164 44
6 Consumer Goods 2362.984 -16.826 45
7 Cons., Property & Real Estate 447.090 -2.643 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 985.528 -14.959 64
9 Finance 999.500 -19.108 92
10 Trade & Service 894.918 -2.039 139
No Code Prev Close Change %
1 FORZ 334 416 82 24.55
2 MITI 84 101 17 20.24
3 WOOD 462 545 83 17.97
4 GOLD 412 486 74 17.96
5 DEFI 940 1,100 160 17.02
6 TRIL 77 89 12 15.58
7 BUKK 1,550 1,700 150 9.68
8 ERAA 2,150 2,350 200 9.30
9 BIMA 76 83 7 9.21
10 ALMI 292 318 26 8.90
No Code Prev Close Change %
1 KONI 308 252 -56 -18.18
2 ETWA 88 74 -14 -15.91
3 UNIT 320 270 -50 -15.62
4 IKAI 505 446 -59 -11.68
5 LPIN 1,015 910 -105 -10.34
6 ESSA 276 250 -26 -9.42
7 GOLL 82 76 -6 -7.32
8 APLI 107 100 -7 -6.54
9 BPFI 535 500 -35 -6.54
10 TOBA 2,330 2,180 -150 -6.44
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,940 2,760 -180 -6.12
2 WOOD 462 545 83 17.97
3 BMTR 540 540 0 0.00
4 ERAA 2,150 2,350 200 9.30
5 ADRO 1,905 1,950 45 2.36
6 KREN 660 655 -5 -0.76
7 PTBA 3,690 3,830 140 3.79
8 BMRI 6,800 6,675 -125 -1.84
9 PGAS 1,980 1,935 -45 -2.27
10 TLKM 3,490 3,420 -70 -2.01