Portal Berita Ekonomi Kamis, 17 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:37 WIB. Pertamina - Pertamina MOR VIII mengopersikan DPPU Karel Sadsuitubun di Langgur, Maluku Tenggara.
  • 13:37 WIB. Bulog - Bulog Riau dan Kepri menargetkan untuk menyerap 4.000 ton produksi padi petani setempat pada 2019.
  • 13:36 WIB. PLN - PLN Regional Maluku-Papua menemui Pemkot Tidore membahas dampak polusi debut dari PLTU Tidore.
  • 13:22 WIB. Izin Usaha - OJK mencabut izin usaha perusahaan pialang asuransi, PT Bharatre Indonesia Insurance Brokers.
  • 12:02 WIB. IHSG - IHSG ditutup¬†menghijau 0,49% ke level 6.444,86 di akhir sesi I, Kamis (17/01/2019).¬†
  • 11:29 WIB. Direksi - Verdy Rusli diberhentikan sementara waktu dari jabatan Direktur Skybee.
  • 11:28 WIB. Properti - Agung Podomoro Land gandengan Kawan Lama Group untuk kembangkan Podomoro Park Bandung.

Beda Pasar, Modalku Buktikan Fintech Tidak Mendisrupsi Bank

Foto Berita Beda Pasar, Modalku Buktikan Fintech Tidak Mendisrupsi Bank
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Disebut-sebut sebagai bisnis startup yang bersinggungan dengan bank, fintech (financial technology) yang mulai marak di Indonesia nyatanya berbeda dengan bank. Meski sama-sama bergerak di bidang keuangan, fintech dan bank memiliki pasar dan sistem yang berbeda. Hal ini ditegaskan oleh salah satu startup fintech Indonesia yaitu Modalku. Bahwa market bank bukan menjadi target market fintech sehingga fintech tidak bisa dianggap mendisrupsi perbankan.

"Sangat berbeda. Kami mengambil orang-orang yang tidak bisa ke perbankan. Kami tidak bersaing dengan bank. Kami tidak bisa menawarkan 9%, 8% sehingga kami tawarkan yang 15%, 13%, 20%, dan ada yang 30%," jelas Reynold Wijaya, Co-Founder Modalku kepada Warta Ekonomi beberapa waktu lalu di Jakarta.

Menurut Reynold, pasar Modalku selama ini adalah orang-orang yang tidak bankable atau bahkan yang sudah ter-reject oleh bank. Padahal menurutnya, tidak semua pengaju pinjaman yang ditolak oleh bank, tidak layak memperoleh pinjaman. Ia meyakini bahwa pengaju pinjaman yang ditolak oleh bank lantaran banyaknya persyaratan seperti agunan yang harus dipenuhi untuk mendapat pinjaman, ternyata bisa menjadi market bagi fintech. Hal itu karena meminjam di fintech tidaklah membutuhkan banyak syarat seperti halnya agunan.

"Karena 100 orang yang daftar ke perbankan, kemungkinan 90 bakal ditolak. Apakah lantas yang 90 tersebut tidak layak kredit? Kemudian, yang kami lakukan adalah kami percaya bahwa tidak semua yang ditolak adalah tidak layak kredit. Kalau tidak layak kredit, kami tentu tidak mau ambil," kata Reynold.

Ia meyakini bahwa pengaju pinjaman yang tertolak oleh bank adalah layak kredit. Karena menurut Reynold, UKM di Indonesia setiap tahun selalu tumbuh meski kecil. UKM di pinggir jalan selalu bertambah dan terus tumbuh. Namun, profit yang didaptkan mungkin tidak mencukupi untuk memiliki aset sehingga profit yang didapatkan hanya sampai untuk balik modal dan keuntungan yang tidak terlalu besar. Intinya, mereka tetap hidup meski tidak memiliki aset. Hal itulah yang kemudian diyakini oleh Reynold bahwa UKM tanpa aset bukan berarti tidak layak kredit.

"Jadi, apakah mereka profitable? Jawabannya iya, tapi mereka tidak bankable. Kenapa tidak bankable? Karena kalau Anda ke bank, asset based landing. Pertanyaan pertama yang ditanyakan adalah bagaimana kuartal dan dimana agunannya. Jadi, ini seperti telur dan ayam. Kalau kita mau berkembang, kita butuh pembiayaan. Tapi, kalau Anda tidak punya aset, Anda tidak bisa dapat pembiayaan. Tapi, kalau Anda tidak berkembang, Anda tidak bisa punya aset," jelas Reynold.

Sehingga, menurutnya, yang harus diprioritaskan adalah para UKM harus berkembang dengan baik meski tidak memiliki aset. As all based lending. Menurut Reynold, itulah perbedaan terbesar Modalku dengan perbankan sehingga fintech tidak bisa dianggap bersinggungan dengan bank.

"Karena kami melakukan has full based lending. Kita tidak ada agunan dan karena KTA tanpa agunan, bunga kita lebih tinggi dari Bank. Misalnya, bunga bank 10%, kita lebih tinggi, yakni bisa sampai 20%. Logikanya, kalau Anda bankable, kalau Anda bisa dapat uang di bank, ngapain ke Modalku? Kalau Anda bisa dapat bunga 9%, ngapain ambil yang 20%? Jadi, tidak mungkin orang yang bankable mau datang ke kami," tandasnya.

Menurutnya, justru yang menjadi saingan fintech adalah para lintah darat yang bisa memberikan bunga hingga 500%. Para UKM pun bisa lebih mudah dan cepat mendapatkan pinjaman melalui lintah darat.

Tag: Modalku, Reynold Wijaya

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6413.360 4.576 625
2 Agriculture 1580.665 -4.371 21
3 Mining 1864.283 19.943 47
4 Basic Industry and Chemicals 886.611 -9.234 71
5 Miscellanous Industry 1412.349 17.718 46
6 Consumer Goods 2622.970 -29.125 51
7 Cons., Property & Real Estate 479.075 -1.667 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1144.667 14.212 71
9 Finance 1218.281 4.587 91
10 Trade & Service 789.491 2.967 153
No Code Prev Close Change %
1 CANI 163 210 47 28.83
2 TIRA 250 312 62 24.80
3 AGRS 300 374 74 24.67
4 INCF 300 350 50 16.67
5 BGTG 95 110 15 15.79
6 INPP 650 750 100 15.38
7 VICO 104 119 15 14.42
8 CTTH 122 135 13 10.66
9 TFCO 665 735 70 10.53
10 BEST 234 258 24 10.26
No Code Prev Close Change %
1 ASJT 360 300 -60 -16.67
2 OCAP 330 282 -48 -14.55
3 YPAS 745 660 -85 -11.41
4 RELI 250 224 -26 -10.40
5 PRIM 570 515 -55 -9.65
6 APEX 1,400 1,295 -105 -7.50
7 OASA 378 350 -28 -7.41
8 ATIC 880 815 -65 -7.39
9 UNIT 268 252 -16 -5.97
10 MIDI 1,060 1,000 -60 -5.66
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 342 348 6 1.75
2 ANTM 820 870 50 6.10
3 PGAS 2,320 2,410 90 3.88
4 UNTR 25,600 26,050 450 1.76
5 TLKM 3,930 3,990 60 1.53
6 KPAS 222 224 2 0.90
7 BBRI 3,780 3,780 0 0.00
8 DOID 565 615 50 8.85
9 BMRI 7,800 7,800 0 0.00
10 BHIT 66 71 5 7.58