Portal Berita Ekonomi Kamis, 22 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:32 WIB. Jasnita - Kemenkominfo belum tetapkan waktu pelelangan frekuensi PT Jasnita.
  • 20:30 WIB. Bolt - Bolt hentikan sementara isi ulang dan paket berlangganan.
  • 20:29 WIB. Samsung - Usung 4 kamera, Samsung Galaxy A9 dibanderol Rp7,9 juta.
  • 20:26 WIB. Zuckerberg - Mark Zuckerberg takkan mundur dari Facebook.
  • 20:23 WIB. Android - Tingkat kecerahan layar Android Pie diatur pakai AI.
  • 20:21 WIB. Xiaomi - Xiaomi masuk buku rekor dunia berkat 500 Mi Store.
  • 19:43 WIB. Bitcoin - Nilai Bitcoin kini setara 4 iPhone XS Max.
  • 19:27 WIB. Xiaomi - Pendapatan Xiaomi tembus Rp106,7 triliun di kuartal III 2018.
  • 19:12 WIB. Huawei - Huawei gandakan jumlah personel di Indonesia.
  • 05:54 WIB. UEFA Nations League - Denmark 0 vs 0 Republik Irlandia

Mau Jadi Generasi Milenial yang Tak Kesulitan Keuangan? Lakukan Ini!

Foto Berita Mau Jadi Generasi Milenial yang Tak Kesulitan Keuangan? Lakukan Ini!
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Generasi Milenial dikenal sebagai generasi yang dekat dengan perkembangan teknologi, senang bergaul, dan suka berbagi pengalamann di media sosial. Berbagai survei menunjukkan, generasi Milenial berusaha terlihat keren dan menarik di media sosial, baik itu dengan berkunjung ke tempat wisata, makan di kafe atau restoran mewah, maupun membeli aksesoris yang populer.

Tanpa disadari, gaya hidup seperti itu justru membuat generasi Milenial terjebak dalam situasi keuangan yang sulit akibat pengeluaran sering kali lebih besar dibandingkan dengan pemasukan, apalagi bagi mereka yang baru bekerja dengan gaji pas-pasan.

Agar terhindar dari kesulitan finansial, menyisihkan pendapatan harus menjadi bagian dari gaya hidup generasi Milenial. Hal ini sebaiknya dilakukan sedini mungkin agar hasilnya dapat dipetik nanti ketika masa pensiun tiba.

Presiden Direktur Bahana TCW Investment Management Edward Lubis menyarankan agar generasi Milenial, termasuk mereka yang baru masuk kerja (first time jobber) menjadikan investasi sebagai gaya hidup mereka. 

"Investasi itu perlu menjadi bagian gaya hidup para kaum muda agar mereka tetap bisa bergaya tanpa harus kesulitan finansial," ungkap Edward, dalam keterangan resminya, di Jakarta, Selasa (6/2/2018).

Menurutnya, cara paling mudah dan murah untuk berinvestasi adalah dengan menabung reksa dana secara berkala. "Dengan reksa dana, kita bisa memiliki beberapa portofolio aset, tanpa harus mengeluarkan uang yang besar. Bahkan, kita sudah bisa membeli reksa dana dengan Rp100.000," terangnya. 

Adapun, bagi para calon investor yang ingin memulai investasi di reksa dana, tetapi belum menetapkan tujuan investasi dalam jangka panjang, Edward merekomendasikan agar mereka bisa mencoba berinvestasi di reksa dana pasar uang.

Reksa dana pasar uang, lanjutnya, merupakan produk investasi yang memiliki risiko paling rendah di antara produk reksa dana lainnya serta memberikan imbal hasil lebih tinggi dibandingkan dengan bunga yang didapat dengan menyimpan uang di deposito perbankan. 

Salah satu contohnya adalah produk reksa dana pasar uang yang dikelola oleh Bahana TCW Investment Management, yakni Bahana Dana Likuid dan Bahana Likuid Syariah. Berdasarkan Laporan Kinerja Produk atau Fund factsheet per Desember 2017, Bahana Dana Likuid memberikan imbal hasil netto sebesar 6,35% selama 1 tahun, lebih tinggi dari bunga deposito perbankan.

Apabila ingin mendapatkan imbal hasil lebih tinggi, generasi Milenial dapat mencoba membeli produk reksa dana saham atau obligasi. Bahana menyediakan beberapa pilihan reksa dana saham yang memberikan return positif selama tahun 2017, seperti Bahana Trailblazer Fund (BTF) yang memberikan imbal hasil 18,4%, Bahana Dana Prima sebesar 17,6%, dan Dana Ekuitas Andalan sebesar 14,8%.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Riset dan Investasi Bahana TCW Investment Management Soni Wibowo menuturkan jika di usia produktif sebaiknya memilih produk reksa dana yang risikonya lebih tinggi. Walaupun saat Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) turun, risiko itu masih bisa tertutup dengan pendapatan yang diperoleh setiap bulan. 

"Sebaliknya, ketika IHSG naik, reksa dana saham bisa memberi return yang jauh lebih tinggi ketimbang produk reksa dana pasar uang, obligasi, dan campuran," jelasnya.

Adapun, reksa dana juga memiliki keunggulan lainnya dibandingkan deposito, yaitu pencairan produk yang lebih cepat dan mudah. Keunggulan ini sejalan dengan gaya hidup generasi Milenial yang cepat dan dinamis.

Sejalan dengan gaya hidup itu, Bahana juga memberi kemudahan bagi generasi Milenial untuk mengakses dan membeli produk-produk reksa dana melalui kerja sama dengan berbagai pihak.

"Bahana telah bekerja sama dengan agen perbankan maupun non-perbankan seperti teknologi finansial (tekfin) yakni T-Cash, ?Bareksa.com, serta agen penjual reksa dana (APERD) online seperti Star Mercato Capitale atau ?Tanamduit.com. Kami akan terus memperluas kerja sama kami agar semakin banyak Milenial yang dapat berinvestasi di reksa dana," ungkap Edward.

Anak usaha PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) tersebut berkomitmen untuk mendorong kesadaran kaum milenial untuk berinvestasi, terutama di reksa dana. 

"Demografi Indonesia yang semakin gemuk dalam rentang usia 15-34 tahun merupakan pasar yang potensial dan akan terus berkembang. Begitu pun pertumbuhan aset yang akan semakin besar sehingga Bahana berkomitmen untuk memberi layanan produk terbaik," pungkasnya. 

Tag: PT Bahana TCW Investment Management, Edward Lubis, Generasi Milenial, Reksa Dana

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5948.052 -57.245 616
2 Agriculture 1420.064 -22.607 20
3 Mining 1752.232 -92.706 47
4 Basic Industry and Chemicals 794.852 4.282 71
5 Miscellanous Industry 1405.848 -7.667 45
6 Consumer Goods 2338.754 0.545 49
7 Cons., Property & Real Estate 427.067 3.402 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1070.304 -6.551 71
9 Finance 1128.672 -17.324 91
10 Trade & Service 795.747 -11.763 150
No Code Prev Close Change %
1 HOME 123 166 43 34.96
2 MPRO 860 1,075 215 25.00
3 POLA 284 354 70 24.65
4 MINA 535 665 130 24.30
5 NIPS 350 428 78 22.29
6 AKSI 260 310 50 19.23
7 MPPA 157 184 27 17.20
8 ABMM 1,885 2,190 305 16.18
9 AMAG 272 314 42 15.44
10 GOLD 510 560 50 9.80
No Code Prev Close Change %
1 SOSS 1,950 1,465 -485 -24.87
2 PALM 254 220 -34 -13.39
3 PTIS 380 330 -50 -13.16
4 TRUK 202 176 -26 -12.87
5 ADRO 1,485 1,310 -175 -11.78
6 GLOB 218 194 -24 -11.01
7 GEMA 316 282 -34 -10.76
8 INDY 2,430 2,180 -250 -10.29
9 MAIN 1,300 1,170 -130 -10.00
10 LEAD 66 60 -6 -9.09
No Code Prev Close Change %
1 ADRO 1,485 1,310 -175 -11.78
2 PTBA 4,660 4,350 -310 -6.65
3 PGAS 2,030 1,945 -85 -4.19
4 UNTR 34,400 31,950 -2,450 -7.12
5 BBRI 3,520 3,430 -90 -2.56
6 ERAA 1,980 2,010 30 1.52
7 ITMG 22,025 20,025 -2,000 -9.08
8 TRUK 202 176 -26 -12.87
9 BMRI 7,475 7,275 -200 -2.68
10 TLKM 3,950 3,960 10 0.25