Portal Berita Ekonomi Minggu, 21 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 19:38 WIB. Iran - Iran tunjuk Menteri Ekonomi baru untuk hadapi sanksi AS.
  • 19:37 WIB. Siemens - Pejabat tinggi Jerman mendesak bos Siemens agar tak hadir dalam konferensi Saudi.
  • 19:37 WIB. Amerika Serikat - Menkeu AS: terlalu dini untuk mengomentari sanksi terhadap Arab Saudi.
  • 19:36 WIB. Saudi - Di tengah skeptisisme, pejabat Saudi memberikan versi lain dari kematian Khashoggi.
  • 19:35 WIB. Eropa - Uni Eropa minta transparansi penyelidikan pembunuhan Khashoggi.
  • 19:34 WIB. China - 22 pekerja terjebak dalam ledakan tambang batu bara di China.
  • 19:34 WIB. Sulawesi Tengah - Kerugian dan kerusakan bencana Sulteng capai Rp13,82 triliun.
  • 19:33 WIB. Khashoggi - Khashoggi diduga tewas akibat cekikan di leher.
  • 19:33 WIB. UNESCO - Kepala UNESCO: Kasus Khashoggi tidak dapat dinegosiasikan.
  • 19:32 WIB. AJI - AJI desak dunia hentikan cara Saudi bungkam kritik.
  • 19:32 WIB. Riyadh - Parlemen AS tuntut duta besar untuk Riyadh ditarik.
  • 19:31 WIB. Turki - Turki janji beberkan detail pembunuhan Khashoggi.
  • 19:31 WIB. Khashoggi - Inggris: penjelasan Saudi tentang kematian Khashoggi tidak dapat dipercaya.
  • 19:30 WIB. Venezuela - Trump: Demokrat ingin jadikan AS seperti Venezuela.

Advan G2 Siap Libas Samsung dan Oppo

Foto Berita Advan G2 Siap Libas Samsung dan Oppo
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Akhir tahun 2017 lalu Advan, salah satu produsen smartphone lokal menorehkan prestasi Top 3 merek smartphone terlaris di Indonesia. Hasil riset IDC itu menyebutkan Advan mengalahkan rivalnya yang merupakan brand global terkemuka seperti Asus, Xiaomi, Vivo, dan Lenovo.

Kinerja Advan bisa dibilang sangat agresif mengingat brand Indonesia ini baru memasuki industri smartphone pada 2014. Hanya dalam kurun waktu 3 tahun, Advan mampu menunjukkan taringnya dan menjadi brand smartphone Indonesia yang mampu mengalahkan beberapa brand global lainnya. Prestasi yang ditorehkan tersebut membuat Advan semakin siap untuk melibas para kompetitornya, tak terkecuali Samsung dan OPPO sebagai brand internasional di Indonesia. 

"Optimisme kami datang dari performa baik secara kualitas maupun kuantitas penjualan unit. Dan apa yang kami tawarkan kepada konsumen adalah yang terbaik dari sisi spec, fitur, dan harga sehingga konsumen selalu merasa Advan adalah smartphone yang paling pas," ungkap Tjandra Lianto, Marketing Director Advan.

Kini Advan berambisi menggeser Oppo yang menjadi Top 2 smartphone terlaris di Indonesia. Untuk itu, Advan melancarkan strategi jitunya dengan meluncurkan smartphone terbarunya, Advan G2 (dibaca: Jitu). Sebagai penerus dari seri G1 dan G1 Pro yang laris manis di pasaran. Seri ke-2 dari G Series ini memiliki fitur, spesifikasi, dan harga jitu yang telah diprediksi akan menjadi ancaman besar para kompetitor di kelasnya seperti Samsung Galaxy J5 Pro, Oppo F5 Youth, Vivo V69, dan Xiaomi Note 5A Prime.

Tetap pada keunggulan Advan yang selalu mampu memberikan pilihan smartphone yang paling pas dari sisi spec, fitur, dan harga, kali ini Advan G2 diluncurkan dengan kelebihan seperti, selfie Camera 16 MP "Selfie in Details", desain mewah, baterai besar dengan splash resistant. Selain itu, Advan G2 juga menghadirkan berbagai fitur keamanan seperti Face ID, Front Finger Print, Privacy System, Super Apps Lock, dan Anti Theft dengan GPS Tracking System

Selain ketiga kelebihan tersebut, Advan G2 juga dilengkapi dengan dapur pacu yang andal untuk memastikan performa. Ponsel pintar ini dipersenjatai dengan prosesor octa core 1,5GHz serta RAM 3GB dan 32GB untuk menunjang berbagai aktivitas, baik itu multitasking maupun mobile game yang sedang tren.

Tag: Advan, Tjandra Lianto

Penulis: Agus Aryanto

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Advan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,077.46 4,036.30
British Pound GBP 1.00 19,921.28 19,721.82
China Yuan CNY 1.00 2,204.59 2,182.69
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,297.00 15,145.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,868.52 10,759.01
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,951.30 1,931.74
Dolar Singapura SGD 1.00 11,083.98 10,971.46
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,528.83 17,353.14
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,679.82 3,638.00
Yen Jepang JPY 100.00 13,610.64 13,474.20

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5837.291 -7.951 610
2 Agriculture 1574.400 -2.628 20
3 Mining 1909.966 -6.234 47
4 Basic Industry and Chemicals 757.451 4.747 70
5 Miscellanous Industry 1254.992 40.866 45
6 Consumer Goods 2471.957 -17.927 49
7 Cons., Property & Real Estate 409.115 1.009 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1046.955 -0.876 70
9 Finance 1054.067 -5.371 91
10 Trade & Service 792.965 -3.931 147
No Code Prev Close Change %
1 MAYA 6,950 8,150 1,200 17.27
2 NICK 138 159 21 15.22
3 APEX 1,780 2,000 220 12.36
4 HELI 85 94 9 10.59
5 DUCK 1,370 1,515 145 10.58
6 SMDM 133 145 12 9.02
7 RODA 350 378 28 8.00
8 MPRO 236 254 18 7.63
9 ACST 1,495 1,600 105 7.02
10 TBIG 5,050 5,375 325 6.44
No Code Prev Close Change %
1 MFMI 875 730 -145 -16.57
2 JAWA 160 138 -22 -13.75
3 CNTX 545 472 -73 -13.39
4 PNSE 875 770 -105 -12.00
5 RELI 256 228 -28 -10.94
6 LPLI 148 132 -16 -10.81
7 JKSW 68 62 -6 -8.82
8 RMBA 378 348 -30 -7.94
9 BISI 1,520 1,400 -120 -7.89
10 PSDN 208 192 -16 -7.69
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 332 344 12 3.61
2 BHIT 82 81 -1 -1.22
3 KPIG 136 135 -1 -0.74
4 PGAS 2,230 2,270 40 1.79
5 MNCN 790 780 -10 -1.27
6 TLKM 3,760 3,730 -30 -0.80
7 SCMA 1,785 1,725 -60 -3.36
8 ADRO 1,730 1,700 -30 -1.73
9 TARA 890 890 0 0.00
10 INKP 13,675 13,475 -200 -1.46