Portal Berita Ekonomi Minggu, 25 Februari 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:02 WIB. AS - AS menjatuhkan sanksi pemblokiran jalur perdagangan dan pemblokiran pihak yang terlibat perdagangan dengan Korea Utara.
  • 11:01 WIB. BNI Syariah - BNI Syariah akan mengembangkan aplikasi YAP! untuk transaksi pembayaran infak.
  • 10:59 WIB. BCA Syariah - BCA Syariah mencatat pertumbuhan pembiayaan 25%-30% pada Februari 2018.
  • 10:57 WIB. OJK - OJK mencatat laba bersih bank syariah sebesar Rp987 miliar atau naik 3,68% sepanjang 2017.
  • 10:53 WIB. Energizer - Energizer siap meluncurkan smartphone Power Max P16K Pro yang dibekali baterai 16.000mAh.
  • 10:53 WIB. Kemenhub - Kemenhub menggelar pendaftaran SIM A umum bagi para pengemudi baik taksi online maupun reguler.
  • 07:51 WIB. ESDM - Pemkab Kulon Progo mendapatkan izin wilayah penambangan rakyat emas di Gunung Kukusan dari Kemen ESDM.
  • 07:50 WIB. Ternate - Pemkot Ternate akan mengupayakan pembangunan pasar rempah di Ternate didanai Kementerian Perdagangan.
  • 07:49 WIB. Kemenpar - Kemenpar menggelar pertunjukan kesenian Wayang Ajen di Lapang Karangpawitan, Garut.
  • 07:47 WIB. Bantul - Pemkab Bantul akan memanfaatkan lahan bekas pasar rakyat untuk berjualan para pedagang kaki lima.
  • 07:46 WIB. Bali - Bali mencatat ekspor hasil perikanan dan kelautan sebesar US$326,57 juta selama tahun 2017.

Tidak Ada Daerah yang Steril dari Kekerasan Anak

Foto Berita Tidak Ada Daerah yang Steril dari Kekerasan Anak
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyatakan berdasarkan survei yang dilakukan, tidak ada daerah di Indonesia yang bebas dari kejahatan kepada anak.

"Dari data dan fakta yang ada, tidak ada lagi daerah yang bebas atau steril dari isu kejahatan terhadap anak, baik yang disebabkan oleh pornografi dan prostitusi daring ataupun kejahatan siber," ujar Plt Deputi Perlindungan Anak Kementerian PPPA Lies Rosdianty di Jakarta, Selasa.

Lies menuturkan survei yang dilakukan KPPPA bekerja sama dengan Katapedia itu mencatat terdapat 63.066 paparan pornografi melalui Google, Instagram dan berita daring. Selain itu, buku bacaan seperti komik dan buku cerita yang memasukkan unsur pornografi melalui gambar juga bisa mengancam anak-anak.

Indonesia menempati peringkat enam pengguna media sosial terbanyak di dunia dan jumlah pengguna aktif ponsel yang telah mencapai 281,9 juta orang sehingga peluang terjadinya kejahatan terhadap anak di bidang pornografi semakin besar. Lie menegaskan perubahan pola pikir di lingkungan keluarga dan masyarakat berperan penting dalam mengentaskan kekerasan pada anak.

"Kita harus mengubah pola pikir yang menerima dan membenarkan kekerasan terhadap anak," ucap dia

Selain mengajak semua komponen masyarakat berpartisipasi mengakhiri kekerasan pada anak, pihaknya telah memberikan pemahaman kepada orang tua serta anak-anak untuk melindungi diri sendiri. Berdasarkan hasil penelitian ECPAT Indonesia di enam kabupaten/kota, pada 2017, anak terpapar pornografi melalui gadget dan anak yang mengakses pornografi melakukan kekerasan seksual pada anak lainnya. Ada pun hasil survei Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terhadap 4.500 pelajar SMP dan SMA di 12 kota menunjukkan 97 persen pelajar tersebut mengakses pornografi.

Tag: kekerasan anak

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,663.17 3,626.81
British Pound GBP 1.00 19,165.88 18,973.43
China Yuan CNY 1.00 2,164.08 2,142.65
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,738.00 13,602.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,760.98 10,651.73
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,756.10 1,738.65
Dolar Singapura SGD 1.00 10,411.52 10,304.55
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,923.84 16,753.58
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,525.28 3,485.90
Yen Jepang JPY 100.00 12,854.87 12,725.23

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6619.804 26.744 572
2 Agriculture 1663.837 1.042 19
3 Mining 2028.689 12.646 44
4 Basic Industry and Chemicals 760.266 -4.137 69
5 Miscellanous Industry 1371.774 29.002 43
6 Consumer Goods 2826.534 8.189 47
7 Cons., Property & Real Estate 535.613 -0.797 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1167.809 5.396 62
9 Finance 1209.910 4.977 90
10 Trade & Service 942.344 5.798 133
No Code Prev Close Change %
1 BBRM 55 74 19 34.55
2 BOSS 1,400 1,750 350 25.00
3 CITA 600 740 140 23.33
4 AISA 545 665 120 22.02
5 NELY 137 161 24 17.52
6 IPCM 400 460 60 15.00
7 IPOL 134 148 14 10.45
8 BCIP 137 150 13 9.49
9 SONA 3,800 4,100 300 7.89
10 PSAB 191 206 15 7.85
No Code Prev Close Change %
1 LPGI 4,500 4,040 -460 -10.22
2 TIRA 280 252 -28 -10.00
3 SKBM 570 515 -55 -9.65
4 KBLV 520 480 -40 -7.69
5 AGRS 740 685 -55 -7.43
6 MTSM 248 230 -18 -7.26
7 INCI 510 474 -36 -7.06
8 BSSR 2,890 2,720 -170 -5.88
9 ASBI 310 294 -16 -5.16
10 DEWA 61 58 -3 -4.92
No Code Prev Close Change %
1 AISA 545 665 120 22.02
2 LMAS 64 63 -1 -1.56
3 BOSS 1,400 1,750 350 25.00
4 PGAS 2,660 2,610 -50 -1.88
5 TRAM 352 376 24 6.82
6 BUMI 330 324 -6 -1.82
7 BBCA 23,900 24,250 350 1.46
8 ESTI 90 88 -2 -2.22
9 UNTR 35,875 37,000 1,125 3.14
10 PBRX 498 498 0 0.00