Portal Berita Ekonomi Minggu, 21 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:50 WIB. Jatim - Gubernur Jatim luncurkan buku liberalisasi ekonomi.

Pemerintah Upayakan Program Strategis Genjot Pertumbuhan Kewirausahaan Nasional

Foto Berita Pemerintah Upayakan Program Strategis Genjot Pertumbuhan Kewirausahaan Nasional
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Mantan Menteri di era Orde Baru yang juga tokoh wirausaha di Podomoro University, Cosmas Batubara menekankan pentingnya kewirausahaan masuk ke dalam kurikulum pendidikan nasional dan mata kuliah di perguruan tinggi.

"Pelatihan kewirausahaan harus kita lakukan di semua kampus. Bahkan, perguruan tinggi harus sudah memiliki mata kuliah kewirausahaan. Negeri ini harus banyak melahirkan wirausaha dari rahim perguruan tinggi," kata Cosmas dalam acara National Startup Summit (NSS) 2018 dengan tema Startup for All, di Convention Hall ICE, BSD City, Tangerang, Selasa (6/2/2018).

Cosmas menunjuk kemajuan Jepang yang tidak memiliki sumber daya alam melimpah seperti Indonesia. "Namun, Jepang mampu mencetak generasi mudanya menjadi wirausaha. Jadi, Jepang masuk ke dalam kategori negara maju karena banyak memiliki wirausaha, sudah 10% rasio kewirausahaan dari total jumlah penduduk, sedangkan Indonesia masih di kisaran 3%," jelas Cosmas.

Untuk itu, dalam mengembangkan dan memajukan kewirausahaan, khususnya bisnis startup yang sedang marak di Indonesia, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram menyampaikan bahwa pihaknya memiliki program strategis dalam hal mencari bakat wirausaha di kalangan anak muda, yakni dengan pelatihan, kompetisi, pemberian award, hingga pemberian kemudahan (fasilitas). 

"Tahun ini kita akan menjaring ribuan wirausaha pemula yang nantinya akan kita beri permodalan maksimal Rp13 juta per orang. Kita juga ada kredit usaha rakyat atau KUR dengan bunga 7% per tahun dan dana bergulir dari LPDB KUMKM dengan bunga 4,5% per tahun. Kemenkop dan UKM juga memiliki program pelatihan kewirausahaan," papar Agus dalam kesempatan yang sama. 

Sementara itu, Dirjen IKM Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengatakan, keberadaan startup diperlukan untuk menjual produk-produk dari Industri Kecil dan Menengah (IKM) serta menumbuhkan perdagangan melalui e-commerce.

"Kita mengedukasi para IKM di Indonesia untuk memasarkan produknya melalui marketplace. Kita sudah bekerja sama dengan lima marketplace seperti BliBli, Bukalapak, Tokopedia, Shopee, dan Blanja," kata Gati.

Oleh karena itu, lanjut Gati, pihaknya memiliki konsep pengembangan para IKM, yaitu e-Smart IKM. "Kita fokus kepada sembilan komoditi yang kita masukkan ke dalam sentra-sentra, yaitu makanan, minuman, logam, kosmetik, perhiasan, kerajinan, herbal, suku cadang kendaraan, furnitur, hingga fesyen. Kita akan mengembangkan industri yang memiliki bahan baku lokal," kata dia.

Gati menambahkan, Kemenperin memberikan berbagai fasilitasi bagi pengembangan IKM, seperti pengurusan hak cipta (HAKI), SNI, dan Klinik Kemasan.

"Produk IKM yang tidak laku dijual di marketplace akan kita kumpulkan untuk dibina. Kita akan analisa mengapa sampai tidak laku. Apakah karena faktor bahan baku, SDM-nya, atau apa. Kita akan bina dan kasih pelatihan secara kontinu sampai mereka mampu menghasilkan produk berdaya saing tinggi dan laku dijual di marketplace," pungkas Gati.

Tag: Agus Muharram, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop-UKM), Cosmas Batubara, Gati Wibawaningsih, Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Industri Kecil dan Menengah (IKM), Wirausaha

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Antara/Aditya Pradana Putra

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,077.46 4,036.30
British Pound GBP 1.00 19,921.28 19,721.82
China Yuan CNY 1.00 2,204.59 2,182.69
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,297.00 15,145.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,868.52 10,759.01
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,951.30 1,931.74
Dolar Singapura SGD 1.00 11,083.98 10,971.46
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,528.83 17,353.14
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,679.82 3,638.00
Yen Jepang JPY 100.00 13,610.64 13,474.20

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5837.291 -7.951 610
2 Agriculture 1574.400 -2.628 20
3 Mining 1909.966 -6.234 47
4 Basic Industry and Chemicals 757.451 4.747 70
5 Miscellanous Industry 1254.992 40.866 45
6 Consumer Goods 2471.957 -17.927 49
7 Cons., Property & Real Estate 409.115 1.009 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1046.955 -0.876 70
9 Finance 1054.067 -5.371 91
10 Trade & Service 792.965 -3.931 147
No Code Prev Close Change %
1 MAYA 6,950 8,150 1,200 17.27
2 NICK 138 159 21 15.22
3 APEX 1,780 2,000 220 12.36
4 HELI 85 94 9 10.59
5 DUCK 1,370 1,515 145 10.58
6 SMDM 133 145 12 9.02
7 RODA 350 378 28 8.00
8 MPRO 236 254 18 7.63
9 ACST 1,495 1,600 105 7.02
10 TBIG 5,050 5,375 325 6.44
No Code Prev Close Change %
1 MFMI 875 730 -145 -16.57
2 JAWA 160 138 -22 -13.75
3 CNTX 545 472 -73 -13.39
4 PNSE 875 770 -105 -12.00
5 RELI 256 228 -28 -10.94
6 LPLI 148 132 -16 -10.81
7 JKSW 68 62 -6 -8.82
8 RMBA 378 348 -30 -7.94
9 BISI 1,520 1,400 -120 -7.89
10 PSDN 208 192 -16 -7.69
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 332 344 12 3.61
2 BHIT 82 81 -1 -1.22
3 KPIG 136 135 -1 -0.74
4 PGAS 2,230 2,270 40 1.79
5 MNCN 790 780 -10 -1.27
6 TLKM 3,760 3,730 -30 -0.80
7 SCMA 1,785 1,725 -60 -3.36
8 ADRO 1,730 1,700 -30 -1.73
9 TARA 890 890 0 0.00
10 INKP 13,675 13,475 -200 -1.46