Portal Berita Ekonomi Rabu, 15 Agustus 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:52 WIB. MenPAN-RB - Presiden Jokowi resmi melantik Komjen Pol Syafruddin sebagai MenPAN-RB.
  • 09:19 WIB. Pasar Murah - Pemprov Sulteng adakan pasar murah sambut hari kemerdekaan.
  • 09:18 WIB. Kenaikan harga - Harga daging ayam di Purwokerto mulai naik.
  • 09:17 WIB. Daging - Permintaan daging ayam dan sapi turun menjelang idul adha.
  • 09:16 WIB. Industri - Pelaku usaha: kesadaran Industri dorong inisiatif keberlanjutan rantai pasok rajungan karena tren pasar global.
  • 09:13 WIB. UMKM - Hipmi Kota Bandung dorong UMKM untuk gunakan digital.
  • 07:07 WIB. Asia - Pasar Asia mulai stabil karena lira Turki yang menguatkan sentimen.
  • 07:06 WIB. Euro - Euro tergelincir karena Turki, dolar menguat
  • 07:05 WIB. Minyak - Minyak mentah AS turun 16 sen, menetap di $67,04 per barel, karena dolar menguat di tengah gejolak Turki
  • 07:04 WIB. Emas - Emas naik karena dolar melemah.
  • 07:04 WIB. Britania Raya - Inggris: penguatan kerja sama dengan Indonesia sangat penting.
  • 07:03 WIB. Italia - Jembatan layang di Italia runtuh, puluhan orang tewas.
  • 07:01 WIB. Turki - Erdogan bersikeras jika Turki akan memboikot elektronik AS.
  • 06:59 WIB. LMT - Lockheed memenangkan kontrak senilai $2,9 miliar untuk pengadaan satelit peringatan rudal AS.
  • 06:57 WIB. AMZN - Amazon membuka 'service center' di Kolombia, dan mempekerjakan 600 pekerja.

CEO Modalku: Fintech Akan Mati Tanpa Bank

Foto Berita CEO Modalku: Fintech Akan Mati Tanpa Bank
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Kehadiran Financial Technology (fintech) di Indonesia kerap membuat industri perbankan merasa terancam. Kabarnya, kehadiran fintech dianggap mengganggu bisnis perbankan. Namun, Reynold Wijaya, CEO dan Co-Founder startup fintech Modalku menyampaikan bahwa dirinya tidak setuju jika fintech dianggap mengganggu industri perbankan. Bahkan, menurutnya, fintech justru akan mati tanpa bank.

"Kami pro bank, friendly dengan bank. Saya merasa banyak bank yang progresif menyadari bahwa lebih baik kerja sama. Jujur saja, secara posisi saya paling tidak suka bersinggungan tanpa bank. Fintech tanpa bank akan mati, tetapi bank tanpa fintech akan baik-baik saja. Makanya, saya kadang-kadang risih dengan fintech yang 'jagoan' akan menggantikan bank. Jadi, (kalau) kami di posisi ingin bekerja sama dengan bank," ungkap Reynold kepada Warta Ekonomi beberapa waktu lalu di Jakarta.

Beroperasi di 3 negara yaitu Indonesia, Malaysia, dan Singapura, Reynold mengaku Modalku selalu bekerja sama dengan bank. Di Indonesia, Modalku bekerja sama dengan Bank Sinar Mas. Bank Sinar Mas memberikan pendanaan kepada peminjam di Modalku, juga berbagai proyek lainnya. "Jadi, mereka juga membantu orang-orang yang sebenarnya tidak masuk ke kriteria mereka. Tetapi, mereka tetap mau membantu," katanya.  

Reynold juga mengatakan, kalau bank progressif, bank akan menyadari bahwa kerja sama akan mendatangkan win-win solution. Pertama, mereka bisa mempelajari term-nya peminjam. Suatu hari, bila nasabah fintech yang selama ini mayoritas adalah unbankable atau yang tertolak bank sudah bankable, mereka sudah mempunyai history dan bank tinggal ambil. Karena pasar fintech bagi Reynold diperuntukkan untuk orang-orang yang tidak bankable. "Karena sudah bankable, silakan diambil. Kami sudah tidak bersaing dengan mereka," tandasnya.

Kedua, kata Reynold, mereka (bank) harus menolak banyak customers. "Daripada ditolak, kalau diberikan ke kami, lebih menguntungkan," ujarnya.

Untuk itu, Reynold lebih memeilih untuk berkolaborasi dengan bank daripada harus bersaing yang sebenarnya menurut Reynold bukan tempatnya untuk bersaing karena fintech dan bank memiliki banyak perbedaan. Ia juga menegaskan bahwa Modalku pasti kalah jika harus bersaing langsung dengan bank.

Selain itu, Reynold juga tidak pernah khawatir tidak mendapatkan pasar setelah nasabah unbankable menjadi bankable.

"(Sebanyak) 80% orang Indonesia unbankable. Bank tidak mungkin bisa mengambil semua karena system risk-nya terlalu tinggi. Bank akan selalu support negara. Kami membantu orang-orang yang tidak punya akses sehingga punya akses. Jadi, kami memiliki different purposes. Saya merasa bank tidak perlu takut karena ini merupakan dua hal yang berbeda. Justru, bila semakin banyak orang yang memiliki akses, bank akan semakin diuntungkan," jelas Reynold.

Tag: Modalku, Reynold Wijaya, Startup Fintech

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5769.873 -91.373 598
2 Agriculture 1504.044 10.622 19
3 Mining 1973.743 -15.372 46
4 Basic Industry and Chemicals 770.065 -19.886 70
5 Miscellanous Industry 1184.524 -40.044 45
6 Consumer Goods 2305.685 -67.033 46
7 Cons., Property & Real Estate 438.876 -4.935 67
8 Infrastruc., Utility & Trans. 998.907 -8.880 70
9 Finance 1049.919 -7.372 91
10 Trade & Service 831.939 -13.103 144
No Code Prev Close Change %
1 FILM 760 935 175 23.03
2 SQMI 224 274 50 22.32
3 GOLD 452 535 83 18.36
4 BYAN 16,500 19,000 2,500 15.15
5 AIMS 222 250 28 12.61
6 LMSH 555 620 65 11.71
7 DYAN 82 91 9 10.98
8 MAYA 3,510 3,890 380 10.83
9 NUSA 185 204 19 10.27
10 RODA 460 500 40 8.70
No Code Prev Close Change %
1 HDFA 177 141 -36 -20.34
2 GLOB 220 180 -40 -18.18
3 PTBA 4,850 4,160 -690 -14.23
4 KPAL 635 550 -85 -13.39
5 MAPA 4,160 3,700 -460 -11.06
6 LPIN 1,095 980 -115 -10.50
7 NIPS 410 370 -40 -9.76
8 OKAS 232 210 -22 -9.48
9 DMAS 147 134 -13 -8.84
10 MIKA 1,960 1,790 -170 -8.67
No Code Prev Close Change %
1 PTBA 4,850 4,160 -690 -14.23
2 BBRI 3,140 3,130 -10 -0.32
3 TLKM 3,370 3,350 -20 -0.59
4 FILM 760 935 175 23.03
5 IMAS 2,600 2,530 -70 -2.69
6 UNVR 42,600 41,000 -1,600 -3.76
7 PGAS 1,805 1,815 10 0.55
8 BMRI 6,925 6,725 -200 -2.89
9 TARA 900 905 5 0.56
10 BBTN 2,630 2,530 -100 -3.80