Portal Berita Ekonomi Rabu, 15 Agustus 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:22 WIB. Google - Google Voice hadirkan tampilan baru di perangkat iOS.
  • 22:13 WIB. Twitter - Twitter rilis emoji spesial hari kemerdekaan Indonesia.
  • 22:09 WIB. Gaikindo - Gaikindo sebut anggotanya belum mufakat soal Biodiesel B20.
  • 20:47 WIB. Turki - Erdogan: jika ingin dihormati, AS harus tunjukkan rasa hormat
  • 20:46 WIB. Inggris - Media Inggris buka identitas pria tabrak pagar parlemen,
  • 20:45 WIB. Turki - Otoritas Turki tolak permintaan banding Pastor Brunson.
  • 20:44 WIB. Pelecehan Seksual - Dewan juri AS: 300 pastor terlibat dalam pelecehan seksual anak.
  • 20:41 WIB. Yahudi - Palestina: Kami tidak membenci Yahudi.
  • 20:42 WIB. Afghanistan - Taliban serang pangkalan militer Afghanistan, 38 tewas.
  • 20:43 WIB. Korea Utara - Putin siap bertemu dengan pemimpin Korea Utara.
  • 19:50 WIB. SpaceX - SpaceX siap luncurkan manusia ke Antariksa.
  • 18:24 WIB. Moeldoko - Penunjukkan Syafruddin sebagai MenPAN-RB melalui pertimbangan matang.
  • 18:24 WIB. Moeldoko - Pengunduran diri Asman Abnur dari kursi MenPAN-RB karena pertimbangan psikologis.
  • 18:28 WIB. PDIP - Jika mahar Rp500 M dari Sandiaga Uno benar, maka itu adalah skandal politik.
  • 18:29 WIB. PDIP - Mahar politik merupakan kemunduran demokrasi.

Financing Gap Jadi Masalah Akut di Indonesia

Foto Berita Financing Gap Jadi Masalah Akut di Indonesia
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Secara umum dan secara makro, fenomena yang terjadi di Indonesia adalah the missing middle atau financing gap. Sebenarnya, masalah tersebut sering terjadi di dunia, tetapi lebih akut terjadi di negara yang sedang berkembang, termasuk di Indonesia. Lansekap di Indonesia, dibutuhkan sekitar Rp1.700 triliun guna pembiayaan per tahunnya. Dari Rp1.700 triliun, kira-kira Rp600 triliun sampai Rp700 triliun dapat dipenuhi oleh lembaga-lembaga yang ada sekarang, seperti multifinance. Semua finance inclusion di Indonesia dikombinasikan, recruite Rp700 triliun. Jadi, kekosongannya Rp1.000 triliun. Tentu, tidak semua penerima bisa diambil.

Hal ini karena dari Rp1.000 triliun ada orang-orang yang tidak layak kredit, yang kalau diberi pasti habis. Pada kenyataannya, dari Rp1.000 triliun, banyak juga yang bisa diambil sehingga bisa memajukan ekonomi Indonesia. Namun, kondisi saat ini potensi yang ada tak dapat dimaksimalkan karena kurangnya pembiayaan.

"Nah, P2P Lending hadir untuk mengisi kekosongan ini. Sekali lagi, bukan untuk bersaing dengan apa yang sudah ada. Tetapi, mengambil pasar yang belum bisa deserved. Oleh karena itu, seringkali dengar kalau P2P Lending lebih fokus kepada unbankable atau underserved," papar CEO dan Co-Founder Modalku Reynold Wijaya kepada Warta Ekonomi beberapa waktu lalu di Jakarta.

Mnurut Reynold, inilah pasar di Indonesia yang semuanya dianggap sebagai pasar yang bisa digarap kebutuhannya. Dari kebutuhannya, yang berwarna biru adalah bankworky, yakni orang-orang yang bankable. "Pertanyaannya adalah apakah [lapses] kalau Anda tidak bisa ke bank, Anda layak kredit? Karena 100 orang yang daftar ke perbankan, kemungkinan 90 bakal ditolak. Apakah lantas yang 90 tersebut tidak layak kredit? Kemudian, yang kami lakukan adalah kami percaya bahwa tidak semua yang ditolak adalah tidak layak kredit. Kalau tidak layak kredit, kami tentu tidak mau ambil," tegasnya.

Maka dari itu, di era teknologi seperti saat ini, Reynold ingin memberikan sebuah solusi untuk permasalahan financing gap yang kerap terjadi di Indonesia. Dengan begitu, bisnis fintech di Indonesia mengalami siklus yang cepat dan terus bertumbuh.

Tag: Modalku, Reynold Wijaya, Startup Fintech

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5816.590 46.717 598
2 Agriculture 1592.077 88.033 19
3 Mining 1997.378 23.635 46
4 Basic Industry and Chemicals 774.066 4.001 70
5 Miscellanous Industry 1202.898 18.374 45
6 Consumer Goods 2314.885 9.200 46
7 Cons., Property & Real Estate 437.652 -1.224 67
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1016.194 17.287 70
9 Finance 1058.652 8.733 91
10 Trade & Service 833.087 1.148 144
No Code Prev Close Change %
1 LSIP 1,180 1,325 145 12.29
2 AALI 11,900 13,300 1,400 11.76
3 BWPT 214 238 24 11.21
4 LPIN 980 1,085 105 10.71
5 IKAI 164 180 16 9.76
6 JIHD 450 490 40 8.89
7 NICK 125 135 10 8.00
8 GZCO 65 70 5 7.69
9 MIKA 1,790 1,925 135 7.54
10 EXCL 2,730 2,920 190 6.96
No Code Prev Close Change %
1 YPAS 890 700 -190 -21.35
2 IDPR 770 700 -70 -9.09
3 GMFI 228 210 -18 -7.89
4 ASBI 314 290 -24 -7.64
5 PANS 1,680 1,555 -125 -7.44
6 ACES 1,370 1,275 -95 -6.93
7 RELI 270 252 -18 -6.67
8 TIRA 136 127 -9 -6.62
9 BIPP 79 74 -5 -6.33
10 PSDN 298 280 -18 -6.04
No Code Prev Close Change %
1 PTBA 4,160 4,030 -130 -3.12
2 BBRI 3,130 3,210 80 2.56
3 TKIM 14,750 13,975 -775 -5.25
4 KREN 725 770 45 6.21
5 TLKM 3,350 3,430 80 2.39
6 BBNI 7,300 7,375 75 1.03
7 PGAS 1,815 1,840 25 1.38
8 ASII 6,825 6,975 150 2.20
9 UNTR 34,050 34,000 -50 -0.15
10 ERAA 2,730 2,650 -80 -2.93