Portal Berita Ekonomi Kamis, 17 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:56 WIB. Bawang - Harga bawang merah di Ambon Rp40.000/kg.
  • 13:55 WIB. Telur - Harga telur ayam ras di Ambon dipatok Rp1.700/butir.
  • 13:55 WIB. Properti - DPMPTSP Surakarta: Solo masih terbuka untuk investasi properti.
  • 13:54 WIB. Domba - Pemkab Jateng targetkan peningkatan populasi domba Batur pada tahun 2019.
  • 13:50 WIB. Perikanan - Frekuensi ekspor perikanan Gorontalo meningkat.
  • 13:49 WIB. Kopi - Pemkab Kulon Progo DIY mencanangkan program pembangunan ekonomi lokal, Kopi Menoreh.
  • 13:47 WIB. Anggaran - Pemprov Kalteng terima anggaran Rp1.209 triliun untuk infrastruktur.
  • 13:37 WIB. Pertamina - Pertamina MOR VIII mengopersikan DPPU Karel Sadsuitubun di Langgur, Maluku Tenggara.
  • 13:37 WIB. Bulog - Bulog Riau dan Kepri menargetkan untuk menyerap 4.000 ton produksi padi petani setempat pada 2019.
  • 13:36 WIB. PLN - PLN Regional Maluku-Papua menemui Pemkot Tidore membahas dampak polusi debut dari PLTU Tidore.
  • 13:22 WIB. Izin Usaha - OJK mencabut izin usaha perusahaan pialang asuransi, PT Bharatre Indonesia Insurance Brokers.
  • 12:02 WIB. IHSG - IHSG ditutup menghijau 0,49% ke level 6.444,86 di akhir sesi I, Kamis (17/01/2019). 
  • 11:29 WIB. Direksi - Verdy Rusli diberhentikan sementara waktu dari jabatan Direktur Skybee.
  • 11:28 WIB. Properti - Agung Podomoro Land gandengan Kawan Lama Group untuk kembangkan Podomoro Park Bandung.

Fintech Bisa Jadi Bah dalam Dunia Keuangan

Foto Berita Fintech Bisa Jadi Bah dalam Dunia Keuangan
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Fintech atau Financial Technology hari-hari ini menjadi pembicaraan hangat di kalangan masyarakat keuangan, sekaligus juga masyarakat teknologi. Suasana sudah jauh berbeda dengan 3 tahun yang lalu, dimana sebagian orang masih beranggapan bahwa fintech masih dianggap sebagai wacana. Bahkan, sebagian merasa utopia jika fintech bakal mampu menggeser peran institusi keuangan yang selama ini sudah kokoh berdiri. Sikap ini utamanya dimiliki masyarakat finansial, dan sebagian lain para pengambil kebijakan di bidang keuangan.

Kini fintech sudah dirasakan kehadirannya. Sebagian menganggap sebagai peluang, sebagian yang lain juga menganggap menjadi ancaman. "Kehadirannya saat ini seperti riak kecil, sebentar lagi menjadi gelombang, dan kemudian akan menjadi bah dalam dunia keuangan kita," kata Nasyith Majidi, Founder Caricara Advisory on Public Policy Research & Development dalam acara Lunch Forum Series yang diselenggarakan Dompet Dhuafa dan KEB Hana Bank di Jakarta, Rabu (7/2/2018).

Fintech juga dimaknai sebagai 'lonceng kematian' bagi lembaga keuangan mikro yang tidak mampu beroperasi secara efisien. Bukan rahasia lagi jika saat ini Lembaga Keuangan Mikro (LKM) belum cukup mampu bersaing dalam efisiensi pengelolaan manajemennya, yang ditunjukkan dengan tingginya cost of fund yang dikenakan kepada nasabahnya. Ini berlaku baik bagi LKM konvensional maupun LKM Syariah.

Meski demikian, LKM yang karena nature of business-nya sehari-hari menggeluti pasar keuangan mikro, diharapkan memiliki penguasaan pasar yang lebih baik dibanding institusi pendatang. 

Kemampuan mengadaptasi fintech dan menjadi bagian penting yang tidak bisa ditolak dalam memajukan usahanya, LKM tetap memiliki peluang untuk survive. Tanpa kemauan untuk bermetamorfosis menjadi LKM yang ramah fintech, kekhawatiran akan tumbangnya bisnis LKM bukan sebuah kemustahilan.

Melalui forum tersebut, Caricara mengaku ingin menyerap dan membagi informasi kepada publik sebagai bagian dari memperkaya pengetahuan dengan segala aspek yang menjadi konsekuensi berkembangnya fintech yang begitu cepat, baik dari pelaku teknologi, penyedia platform, infrastruktur telekomunikasi, maupun pelaku UKM. Hal itu agar public policy yang dibuat oleh pemerintah lebih mempertimbangkan berbagai faktor yang terdampak, baik positif maupun negatif.

Policy Research mengenai fintech saat ini sedang dikerjakan oleh Caricara secara independen, dan diharapkan menjadi sumbangan untuk penciptaan Public Policy yang baik bagi bangsa Indonesia. "Kami meyakini, semakin banyak masukan dari pelaku dan stakeholder, akan menghasilkan kebijakan public yang lebih bagus bagi bangsa ini. Dan kebijakan yang sifatnya antisiptif diperlukan karena Indonesia diperkirakan tahun 2018 ini sebagai pengguna internet terbesar ke-5 di dunia (mengalahkan Jepang), dan Indonesia menempati urutan ke-5 terbesar sebagai negara penyumbang pertumbuhan ekonomi dunia setelah Cina, Amerika, India, dan EU," terangnya.

Untuk itu, kebijakan yang menyangkut fintech di Indonesia, public memerlukan kecepatan dalam merumuskan policy, antisipatif, dan memiliki horizon ke depan yang menjangkau jauh ke depan. Bukan lagi sebagaimana pembuatan kebijakan publik konvensional sebagaimana dilakukan oleh pengambil kebijakan selama ini yang cenderung tidak mampu mengantisipasi perubahan teknologi yang begitu cepat.

Tag: Financial Technology (FinTech), Caricara Advisory, Nasyith Majidi

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Ning Rahayu

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6413.360 4.576 625
2 Agriculture 1580.665 -4.371 21
3 Mining 1864.283 19.943 47
4 Basic Industry and Chemicals 886.611 -9.234 71
5 Miscellanous Industry 1412.349 17.718 46
6 Consumer Goods 2622.970 -29.125 51
7 Cons., Property & Real Estate 479.075 -1.667 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1144.667 14.212 71
9 Finance 1218.281 4.587 91
10 Trade & Service 789.491 2.967 153
No Code Prev Close Change %
1 CANI 163 210 47 28.83
2 TIRA 250 312 62 24.80
3 AGRS 300 374 74 24.67
4 INCF 300 350 50 16.67
5 BGTG 95 110 15 15.79
6 INPP 650 750 100 15.38
7 VICO 104 119 15 14.42
8 CTTH 122 135 13 10.66
9 TFCO 665 735 70 10.53
10 BEST 234 258 24 10.26
No Code Prev Close Change %
1 ASJT 360 300 -60 -16.67
2 OCAP 330 282 -48 -14.55
3 YPAS 745 660 -85 -11.41
4 RELI 250 224 -26 -10.40
5 PRIM 570 515 -55 -9.65
6 APEX 1,400 1,295 -105 -7.50
7 OASA 378 350 -28 -7.41
8 ATIC 880 815 -65 -7.39
9 UNIT 268 252 -16 -5.97
10 MIDI 1,060 1,000 -60 -5.66
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 342 348 6 1.75
2 ANTM 820 870 50 6.10
3 PGAS 2,320 2,410 90 3.88
4 UNTR 25,600 26,050 450 1.76
5 TLKM 3,930 3,990 60 1.53
6 KPAS 222 224 2 0.90
7 BBRI 3,780 3,780 0 0.00
8 DOID 565 615 50 8.85
9 BMRI 7,800 7,800 0 0.00
10 BHIT 66 71 5 7.58