Portal Berita Ekonomi Minggu, 21 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Fintech Bisa Jadi Bah dalam Dunia Keuangan

Foto Berita Fintech Bisa Jadi Bah dalam Dunia Keuangan
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Fintech atau Financial Technology hari-hari ini menjadi pembicaraan hangat di kalangan masyarakat keuangan, sekaligus juga masyarakat teknologi. Suasana sudah jauh berbeda dengan 3 tahun yang lalu, dimana sebagian orang masih beranggapan bahwa fintech masih dianggap sebagai wacana. Bahkan, sebagian merasa utopia jika fintech bakal mampu menggeser peran institusi keuangan yang selama ini sudah kokoh berdiri. Sikap ini utamanya dimiliki masyarakat finansial, dan sebagian lain para pengambil kebijakan di bidang keuangan.

Kini fintech sudah dirasakan kehadirannya. Sebagian menganggap sebagai peluang, sebagian yang lain juga menganggap menjadi ancaman. "Kehadirannya saat ini seperti riak kecil, sebentar lagi menjadi gelombang, dan kemudian akan menjadi bah dalam dunia keuangan kita," kata Nasyith Majidi, Founder Caricara Advisory on Public Policy Research & Development dalam acara Lunch Forum Series yang diselenggarakan Dompet Dhuafa dan KEB Hana Bank di Jakarta, Rabu (7/2/2018).

Fintech juga dimaknai sebagai 'lonceng kematian' bagi lembaga keuangan mikro yang tidak mampu beroperasi secara efisien. Bukan rahasia lagi jika saat ini Lembaga Keuangan Mikro (LKM) belum cukup mampu bersaing dalam efisiensi pengelolaan manajemennya, yang ditunjukkan dengan tingginya cost of fund yang dikenakan kepada nasabahnya. Ini berlaku baik bagi LKM konvensional maupun LKM Syariah.

Meski demikian, LKM yang karena nature of business-nya sehari-hari menggeluti pasar keuangan mikro, diharapkan memiliki penguasaan pasar yang lebih baik dibanding institusi pendatang. 

Kemampuan mengadaptasi fintech dan menjadi bagian penting yang tidak bisa ditolak dalam memajukan usahanya, LKM tetap memiliki peluang untuk survive. Tanpa kemauan untuk bermetamorfosis menjadi LKM yang ramah fintech, kekhawatiran akan tumbangnya bisnis LKM bukan sebuah kemustahilan.

Melalui forum tersebut, Caricara mengaku ingin menyerap dan membagi informasi kepada publik sebagai bagian dari memperkaya pengetahuan dengan segala aspek yang menjadi konsekuensi berkembangnya fintech yang begitu cepat, baik dari pelaku teknologi, penyedia platform, infrastruktur telekomunikasi, maupun pelaku UKM. Hal itu agar public policy yang dibuat oleh pemerintah lebih mempertimbangkan berbagai faktor yang terdampak, baik positif maupun negatif.

Policy Research mengenai fintech saat ini sedang dikerjakan oleh Caricara secara independen, dan diharapkan menjadi sumbangan untuk penciptaan Public Policy yang baik bagi bangsa Indonesia. "Kami meyakini, semakin banyak masukan dari pelaku dan stakeholder, akan menghasilkan kebijakan public yang lebih bagus bagi bangsa ini. Dan kebijakan yang sifatnya antisiptif diperlukan karena Indonesia diperkirakan tahun 2018 ini sebagai pengguna internet terbesar ke-5 di dunia (mengalahkan Jepang), dan Indonesia menempati urutan ke-5 terbesar sebagai negara penyumbang pertumbuhan ekonomi dunia setelah Cina, Amerika, India, dan EU," terangnya.

Untuk itu, kebijakan yang menyangkut fintech di Indonesia, public memerlukan kecepatan dalam merumuskan policy, antisipatif, dan memiliki horizon ke depan yang menjangkau jauh ke depan. Bukan lagi sebagaimana pembuatan kebijakan publik konvensional sebagaimana dilakukan oleh pengambil kebijakan selama ini yang cenderung tidak mampu mengantisipasi perubahan teknologi yang begitu cepat.

Tag: Financial Technology (FinTech), Caricara Advisory, Nasyith Majidi

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Ning Rahayu

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,077.46 4,036.30
British Pound GBP 1.00 19,921.28 19,721.82
China Yuan CNY 1.00 2,204.59 2,182.69
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,297.00 15,145.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,868.52 10,759.01
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,951.30 1,931.74
Dolar Singapura SGD 1.00 11,083.98 10,971.46
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,528.83 17,353.14
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,679.82 3,638.00
Yen Jepang JPY 100.00 13,610.64 13,474.20

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5837.291 -7.951 610
2 Agriculture 1574.400 -2.628 20
3 Mining 1909.966 -6.234 47
4 Basic Industry and Chemicals 757.451 4.747 70
5 Miscellanous Industry 1254.992 40.866 45
6 Consumer Goods 2471.957 -17.927 49
7 Cons., Property & Real Estate 409.115 1.009 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1046.955 -0.876 70
9 Finance 1054.067 -5.371 91
10 Trade & Service 792.965 -3.931 147
No Code Prev Close Change %
1 MAYA 6,950 8,150 1,200 17.27
2 NICK 138 159 21 15.22
3 APEX 1,780 2,000 220 12.36
4 HELI 85 94 9 10.59
5 DUCK 1,370 1,515 145 10.58
6 SMDM 133 145 12 9.02
7 RODA 350 378 28 8.00
8 MPRO 236 254 18 7.63
9 ACST 1,495 1,600 105 7.02
10 TBIG 5,050 5,375 325 6.44
No Code Prev Close Change %
1 MFMI 875 730 -145 -16.57
2 JAWA 160 138 -22 -13.75
3 CNTX 545 472 -73 -13.39
4 PNSE 875 770 -105 -12.00
5 RELI 256 228 -28 -10.94
6 LPLI 148 132 -16 -10.81
7 JKSW 68 62 -6 -8.82
8 RMBA 378 348 -30 -7.94
9 BISI 1,520 1,400 -120 -7.89
10 PSDN 208 192 -16 -7.69
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 332 344 12 3.61
2 BHIT 82 81 -1 -1.22
3 KPIG 136 135 -1 -0.74
4 PGAS 2,230 2,270 40 1.79
5 MNCN 790 780 -10 -1.27
6 TLKM 3,760 3,730 -30 -0.80
7 SCMA 1,785 1,725 -60 -3.36
8 ADRO 1,730 1,700 -30 -1.73
9 TARA 890 890 0 0.00
10 INKP 13,675 13,475 -200 -1.46