Portal Berita Ekonomi Rabu, 12 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:27 WIB. Perusahaan Pembiayaan - PT Sejahtera Pertama Multifinance resmi dibekukan oleh OJK. 
  • 11:26 WIB. Perusahaan Asuransi - OJK batasi kegiatan usaha PT Trust Insurance Broker dan PT Futura Finansial Prosperindo. 
  • 11:15 WIB. Rupiah - Pukul 11.15: Rupiah masih menguat 0,16% meskipun sentuh Rp14.600 per dolar AS.
  • 11:14 WIB. APBN - Ada Rp10,25 triliun dana APBN digunakan untuk menambal defisit keuangan BPJS Kesehatan.
  • 10:47 WIB. Saham - Saham PT Mega Perintis Tbk resmi tercatat sebagai emiten ke-56 di BEI dengan kode ZONE.
  • 09:48 WIB. Indika Energy - Indika Energy dan Nusantara Resources Limited tanda tangani perjanjian penyertaan saham senilai AUD$7,68 juta.
  • 09:48 WIB. Merger - BTPN dan Bank Sumitomo ubah tanggal efektif penggabungan usaha menjadi 01/02/2019.
  • 09:47 WIB. Pinjaman - Beli saham, MAGP pinjam Rp138 miliar dari PT Bengkayang Nabati Indonesia. 
  • 09:20 WIB. Rupiah - Pukul 09.20: Rupiah berhasil menguat 0,30 ke level Rp14.580 per dolar Amerika Serikat. 
  • 09:05 WIB. IHSG - IHSG dibuka menghijau 0,35% ke level 6.097,73. 
  • 08:39 WIB. Tri - Tri sebut pelanggannya sudah teregistrasi sesuai aturan.
  • 08:38 WIB. Asus - Asus janji Zenfone Max Pro M2 dan Max M2 tak jadi ponsel gaib.
  • 08:37 WIB. Alipay - Alipay cari inovasi digital di Asia Tenggara.
  • 08:34 WIB. Apple - Seruan boikot iPhone menggema di China.
  • 08:33 WIB. Vivo - Ponsel dua layar Vivo dirilis bawa RAM 10 GB.

Tak Bisa Melaut, Nelayan Pilih Benerkan Alat Tangkap

Foto Berita Tak Bisa Melaut, Nelayan Pilih Benerkan Alat Tangkap
Warta Ekonomi.co.id, Indramayu -

Nelayan yang berada di Indramayu dan Cirebon, Jawa Barat, atau kawasan pantura memilih memperbaiki alat tangkap mereka, karena memang tidak ada pekerjaan lainnya pada saat gelombang tinggi seperti sekarang ini.

"Sudah tiga hari kita tidak melaut, jadi dari pada menganggur lebih baik memperbaiki alat tangkap," kata seorang nelayan rajungan, Komarudin di Indramayu, Rabu.

Alat tangkap yang digunakan mereka berupa bubu yang berbentuk kubus dan masing-masing sisi mempunyai lebar sekitar 25 cm dan tinggi 15 cm.

Alat tersebut kata Komarudin harus terus dicek untuk diperbaiki, karena tidak jarang banyak yang rusak dan juga diganti jaringnya.

Dengan kondisi cuaca yang tidak bersahabat itu, para nelayan lebih memilih memperbaiki alat tangkap, karena hasil tangkapan pun tidak melimpah seperti hari biasa.

"Kalau berangkat sih bisa saja, tapi hasilnya juga tidak banyak, karena gelombang juga tergolong tinggi, baik di pesisir maupun ditengah," tuturnya.

Komarudin melanjutkan dirinya tidak mengambil pekerjaan lain saat cuaca seperti sekarang ini, karena memang sulit untuk mencari kerja selain menjadi nelayan, untuk itu dirinya lebih memilih memperbaiki alat tangkap.

"Kalau kerjaan lain ga ada, karena memang sulit cari kerja, kita hanya bisa melaut," ujarnya.

Senada dengan Komarudin, Boni nelayan lain juga lebih memilih memperbaiki alat tangkapnya, karena ini kesempatan untuk dia mengecek peralatan melaut.

"Mending cek alat tangkap, kalau yang rusak kita perbaiki dan ini juga kan bisa menghemat kalau harus mengerjakan orang untuk memperbaikinya," katanya.

Sementara itu nelayan rumpon Cirebon, Mulyadi mengatakan pekerjaan alternatif nelayan, ketika gelombang tinggi tidak ada, kecuali yang berkaitan dengan pekerjaan kita sebagai nelayan.

"Itung-itung kita istirahat juga, sambil membuat rumpon, kerjaan lain juga tidak ada," aku Mulyadi.

Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jatiwangi Majalengka memperkirakan gelombang di perairan pantura Cirebon dan Indramayu memang masih tinggi berkisar 0,5-1,5 meter dan itu membahayakan nelayan terutama yang menggunakan perahu kecil.

"Waspada bagi nelayan gelombang cukup tinggi mencapai 1,5 meter," kata Prakirawan Cuaca BMKG Jatiwangi, Ahmad Faa Iziyn.

Tag: Nelayan

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Antara/Basri Marzuki

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6076.587 -34.773 620
2 Agriculture 1506.543 8.473 20
3 Mining 1747.761 9.817 47
4 Basic Industry and Chemicals 820.676 -23.288 71
5 Miscellanous Industry 1382.059 4.150 45
6 Consumer Goods 2483.389 -20.063 49
7 Cons., Property & Real Estate 444.822 -4.105 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1031.916 -11.848 71
9 Finance 1162.012 -1.035 91
10 Trade & Service 790.383 -0.185 153
No Code Prev Close Change %
1 SOTS 280 350 70 25.00
2 DEAL 394 492 98 24.87
3 OASA 246 298 52 21.14
4 TFCO 650 780 130 20.00
5 MERK 6,475 7,725 1,250 19.31
6 KPAS 505 600 95 18.81
7 RODA 388 450 62 15.98
8 PTSN 805 920 115 14.29
9 PDES 1,500 1,700 200 13.33
10 ARTA 406 458 52 12.81
No Code Prev Close Change %
1 TRIO 290 220 -70 -24.14
2 YPAS 725 570 -155 -21.38
3 NUSA 158 136 -22 -13.92
4 RIMO 186 162 -24 -12.90
5 LUCK 705 615 -90 -12.77
6 MPOW 120 105 -15 -12.50
7 KPAL 338 300 -38 -11.24
8 CPIN 7,000 6,300 -700 -10.00
9 SILO 3,850 3,500 -350 -9.09
10 LPIN 950 865 -85 -8.95
No Code Prev Close Change %
1 RIMO 186 162 -24 -12.90
2 SRIL 366 370 4 1.09
3 KPAS 505 600 95 18.81
4 NUSA 158 136 -22 -13.92
5 PTBA 4,020 4,280 260 6.47
6 TLKM 3,680 3,620 -60 -1.63
7 WSKT 1,845 1,795 -50 -2.71
8 BHIT 57 60 3 5.26
9 BBRI 3,610 3,620 10 0.28
10 DEAL 394 492 98 24.87