Portal Berita Ekonomi Selasa, 21 Agustus 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:39 WIB. 5G - Tekonologi 5G janjikan kecepatan 10 kali lipat dibanding 4G.
  • 11:14 WIB. XL - XL ingin sediakan internet kencang dengan harga murah.
  • 11:14 WIB. Uni Eropa - Uni Eropa ingin denda situs yang lamban tangani konten terorisme.
  • 11:13 WIB. Skype - Skype sekarang punya fitur enkripsi percakapan end-to-end.
  • 11:12 WIB. Mitsubishi - Distribusi unit Mitsubishi terganggu gempa Lombok.
  • 11:11 WIB. Beras - produksi beras di Indonesia membutuhkan sistem data yang terintegrasi.
  • 11:09 WIB. Pencuri Ikan - 125 kapal pencuri ikan ditenggelamkan serentak di 11 lokasi di Tanah Air.
  • 11:07 WIB. IKM - Kemenperin fasilitasi IKM promosi di Asian Games.
  • 10:39 WIB. Inifix - Inifix Hot S3X resmi meluncur.
  • 10:29 WIB. Tokopedia - Tokopedia klaim telah jangkau 93% kecamatan di Indonesia.
  • 10:28 WIB. Oppo - Oppo gandeng Shopee untuk menggenjot penjualan F9.
  • 10:26 WIB. Huawei - Huawei tercyduk pakai DSLR untuk hasil selfie iklan Nova 3.
  • 09:08 WIB. Gempa Lombok - Jangkauan mobile BTS di lokasi gempa Lombok tak sebaik menara.
  • 09:07 WIB. Bahan baku - Indonesia miliki pabrik bahan baku ban pertama di Banten.
  • 09:06 WIB. Harga pokok - DISPERINDAG Kota Palembang awasi harga pokok di pasar tradisional jelang Idul Adha.

Naik 5,3%, Harga Batu Bara Capai USD100 per Ton

Foto Berita Naik 5,3%, Harga Batu Bara Capai USD100 per Ton
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga batu bara acuan (HBA) Februari 2018 sebesar USD100,69 per ton. Harga tersebut naik USD5,15 atau 5,3% dibandingkan dengan HBA Januari sebesar USD95,54 per ton

Kepala Biro Komunikasi, La­yanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan, melonjaknya harga batu bara seiring dengan permintaan dari negara Tiongkok untuk musim dingin, juga terhambatnya produksi dan pengiriman batu bara karena cuaca di negara tersebut.

"Pengawasan dan pembatasan produksi yang ketat dari pemerintah Indonesia juga cukup mempengaruhi pasokan batu bara dunia di samping permintaan dari negara Jepang dan Korea yang juga meningkat di musim dingin ini," kata dia di Jakarta, Kamis (8/2/2018).

Dikatakan bahwa kondisi harga batu bara saat ini belum mempengaruhi tarif listrik. Pasalnya, pemerintah  sudah memutuskan tidak ada penyesuaian tarif listrik hingga Maret nanti. Dia memastikan bahwa harga batu bara untuk pembangkit listrik akan ada formula tersendiri yang masih dalam proses pembahasan.

"Kementerian ESDM saat ini sedang memfasilitasi perumusan formula baru harga batu bara untuk kebutuhan dalam negeri yang melibatkan PT PLN dan kalangan industri batu bara dalam negeri," tambahnya.

Dengan formula baru tersebut diharapkan tarif listrik tidak mengalami perubahan ke depan, guna menjaga daya beli masyarakat, inflasi, dan daya saing industri.

Nilai HBA ditetapkan berdasarkan rata-rata empat indeks harga batu bara, yakni Indonesia Coal Index, Platts59 Index, New Castle Export Index, dan New Castle Global Coal Index. Berdasarkan HBA itu, selanjutnya dihitung harga patokan batu bara (HPB) yang dipengaruhi oleh nilai kalor batu bara, kandungan air, kandungan sulfur, dan kandungan abu.

Tag: Batubara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Agung Pribadi

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5892.192 108.394 599
2 Agriculture 1588.944 4.751 20
3 Mining 2014.336 48.471 46
4 Basic Industry and Chemicals 803.050 21.046 70
5 Miscellanous Industry 1263.593 43.399 45
6 Consumer Goods 2363.210 31.896 46
7 Cons., Property & Real Estate 439.284 6.072 67
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1012.787 14.681 70
9 Finance 1060.303 19.100 91
10 Trade & Service 846.847 15.397 144
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10