Portal Berita Ekonomi Senin, 10 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Garuda Indonesia Pertahankan Tahta Sebagai Maskapai Bintang Lima dari Skytrax

Foto Berita Garuda Indonesia Pertahankan Tahta Sebagai Maskapai Bintang Lima dari Skytrax
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Maskapai nasional Garuda Indonesia kembali mempertahankan predikat sebagai "Maskapai Bintang 5" dari Skytrax, lembaga pemeringkat penerbangan global independen yang berbasis di Inggris. Pencapaian predikat tersebut diterima Garuda Indonesia sejak 2014 lalu.

Pencapaian tersebut ditandai dengan penyerahan certification renewal predikat "Maskapai Bintang 5" Skytrax yang diterima langsung oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N. Mansury dari CEO Skytrax Edward Plaisted bertempat di ajang pameran kedirgantaraan terbesar di Asia, Singapore Airshow 2018 di Changi Exhibition Center, Kamis (8/2/2018).

Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala N. Mansury dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari konsistensi kerja keras dan komitmen manajemen dan seluruh karyawan Garuda Indonesia untuk selalu memberikan layanan yang terbaik kepada para pengguna jasa.

"Capaian ini tentu saja memiliki arti penting bagi perusahaan, mengingat Skytrax Airline Rating System tersebut merupakan salah satu instrumen penting perusahaan dalam mengukur efektivitas peningkatan kualitas layanan yang terus kami lakukan secara berkelanjutan sekaligus menjadi strategic asset perusahaan dalam meningkatkan daya saing layanan Garuda Indonesia," jelas Pahala dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (8/2/2018).

Pahala juga menambahkan bahwa pencapaian ini tidak hanya merepresentasikan Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbangan kelas dunia, melainkan juga menjadi representasi kesuksesan konsep layanan Indonesian Hospitality kancah global, sekaligus memperkuat Nation Branding Indonesia di mata dunia.

"Keramahtamahan khas Indonesia serta konsep layanan Indonesian Hospitality telah menjadi competitive advantage bagi Garuda Indonesia dalam merebut hati pengguna jasa di tengah persaingan yang semakin ketat di pasar internasional," jelas Pahala.

Sebagai salah satu perusahaan Indonesia yang telah go global, capaian tersebut juga semakin menegaskan kembali posisi Garuda Indonesia sebagai salah satu maskapai global yang terdepan dalam hal peningkatan pengalaman dan kenyamanan penerbangan berstandar bintang lima. 

"Di tengah tantangan kinerja operasional yang terus dimaksimalkan perusahaan, capaian Garuda Indonesia ini menjadi wujud nyata upaya perusahaan dalam mempertahankan kualitas layanan bintang 5 yang tentunya menjadi komitmen dan landasan utama kami dalam memberikan layanan terbaik bagi pengguna jasa khususnya melalui konsep layanan 'Garuda Indonesia Experience' yang mengedepankan keramahtamahan khas Indonesian Hospitality," ungkap Pahala.

Proses sertifikasi dilaksanakan melalui proses "5 Star Follow-up Audit" oleh Skytrax dengan poin-poin penilaian yang meliputi seluruh aspek pelayanan, dari pre-flight, in-flight, dan post-flight, seperti kualitas pelayanan penumpang di bandara, kualitas ruang tunggu, kenyamanan kabin, sajian dalam pesawat (inflight meal), kualitas hiburan dalam pesawat (in-flight entertainment), hingga layanan oleh awak kabin. 

Pada kesempatan tersebut, CEO Skytrax Edward Plaisted mengatakan bahwa keberhasilan Garuda Indonesia dalam mempertahankan predikat "Maskapai Bintang 5" merupakan wujud kerja keras tim di Garuda Indonesia dalam mempertahankan kualitas pelayanan. 

"Pada situasi industri penerbangan yang semakin kompetitif, Garuda Indonesia mampu bertahan dalam persaingan dengan tetap mempertahankan nilai-nilai dan standar pelayanan yang dijalankan," papar Edward.

Dari total lebih dari 200 maskapai penerbangan di seluruh dunia, hingga saat ini hanya terdapat 10 Maskapai Bintang Lima (Five Star Airliner) yang di antaranya adalah Garuda Indonesia, Singapore Airlines, Cathay Pacific, EVA Air, Qatar Airways, Etihad, Asiana Airline, All Nippon Airlines, Hainan Airlines, dan Lufthansa.

Atas komitmen manajemen dan karyawan Garuda Indonesia untuk terus memberikan hal yang terbaik, kinerja Garuda Indonesia secara bertahap terus diakui di tingkat internasional. Pada 2013, SkyTrax menobatkan Garuda Indonesia sebagai The World’s Best Economy Class. Selain itu, selama empat tahun berturut-turut dari tahun 2014 hingga 2017 Garuda Indonesia berhasil mempertahankan predikat The World’s Best Cabin Crew dari SkyTrax.

Garuda Indonesia pada 2017 juga berhasil mempertahankan prestasi sebagai The World’s Top 10 Airline SkyTrax dengan menduduki peringkat ke-10. Garuda Indonesia juga berhasil meraih predikat "Bintang 5" dari Airline Passenger Experience Association (APEX), sebuah asosiasi nirlaba untuk peningkatan pengalaman penumpang penerbangan yang berkedudukan di New York, Amerika Serikat.

Garuda Indonesia terpilih sebagai salah satu dari 22 maskapai penerbangan dunia yang diumumkan sebagai Five Star Recipients of the 2018 Official Airline Ratings, program pemeringkatan penerbangan pertama yang didasarkan pada umpan balik penumpang yang terverifikasi dan tersertifikasi.

Dalam rangka memperkuat kinerja keuangan dan operasional perusahaan secara berkelanjutan, Garuda Indonesia bersama jajaran anak perusahaan menjalankan strategi bisnis jangka panjang bertajuk Garuda Indonesia Group (Sky Beyond 3.5)—yang akan menjadi value-driven aviation group dengan pencapaian target USD3,5 miliar pada 2020.

Selain itu, anak perusahan Garuda Indonesia, Citilink Indonesia juga berhasil meraih penghargaan dengan predikat baru sebagai maskapai LCC Bintang 4 dari Skytrax. Keberhasilan tersebut merupakan kebanggan tersendiri bagi Citilink Indonesia dan Garuda Indonesia Group, mengingat Citilink Indonesia merupakan LCC pertama di Asia yang berhasil mendapatkan sertifikasi tersebut.

Sertifikasi bintang empat untuk LCC ini membuat Citilink Indonesia bersanding dengan dua maskapai dari Eropa yang sudah diakui standar keamanan dan pelayanannya yaitu Norwegian Air dan EasyJet dari Inggris.

Ini menjadi fakta, meskipun Citilink Indonesia adalah maskapai berbiaya murah, tetapi dengan kualitas yang terbaik di kelasnya sehingga mendapatkan pengakuan internasional dan menjadi modal dasar untuk melakukan ekspansi bisnis ke regional.

Tag: PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Pahala Nugraha Mansury, Citilink, Skytrax

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Antara/Wahyu Putro A

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6126.356 10.863 618
2 Agriculture 1492.165 2.046 20
3 Mining 1738.408 -7.512 47
4 Basic Industry and Chemicals 842.327 5.814 71
5 Miscellanous Industry 1389.985 18.923 45
6 Consumer Goods 2509.280 14.409 49
7 Cons., Property & Real Estate 449.724 10.201 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1044.777 -3.591 71
9 Finance 1168.029 -6.789 91
10 Trade & Service 791.771 2.091 152
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 630 785 155 24.60
2 TFCO 565 700 135 23.89
3 KONI 344 418 74 21.51
4 ETWA 70 85 15 21.43
5 YPAS 515 625 110 21.36
6 KICI 176 212 36 20.45
7 POLA 1,510 1,790 280 18.54
8 JSPT 1,000 1,145 145 14.50
9 RUIS 252 286 34 13.49
10 MPMX 805 910 105 13.04
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 280 210 -70 -25.00
2 YULE 216 173 -43 -19.91
3 BUVA 240 212 -28 -11.67
4 UNIT 280 252 -28 -10.00
5 AMRT 935 850 -85 -9.09
6 TNCA 194 180 -14 -7.22
7 PICO 256 240 -16 -6.25
8 AKSI 352 332 -20 -5.68
9 PBSA 715 675 -40 -5.59
10 CSIS 330 314 -16 -4.85
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 280 210 -70 -25.00
2 WSKT 1,725 1,845 120 6.96
3 TLKM 3,710 3,670 -40 -1.08
4 BBRI 3,650 3,620 -30 -0.82
5 BBCA 26,300 25,950 -350 -1.33
6 ASII 8,100 8,225 125 1.54
7 DOID 560 580 20 3.57
8 PGAS 2,140 2,130 -10 -0.47
9 UNTR 29,000 29,375 375 1.29
10 PTBA 4,080 3,990 -90 -2.21