Portal Berita Ekonomi Kamis, 22 Februari 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:24 WIB. Pilgub Jabar - PDIP Jabar dorong Inggit Garnasih jadi pahlawan nasional.
  • 09:22 WIB. Pilgub Jatim - Gus Ipul dorong petani muda lebih kreatif.
  • 09:22 WIB. Nasional - Menkumham tak lapor presiden soal UU MD3 yang fatal.
  • 09:21 WIB. Nasional - Menkumham akui 5 juta masyarakat Indonesia terlibat narkoba.
  • 09:21 WIB. Nasional - Novel Baswedan pulang ke Indonesia hari ini.
  • 06:28 WIB. Taksi Online - Sony Corp berencana membentuk perusahaan patungan dengan enam operator taksi di Jepang.
  • 06:26 WIB. New York - The dollar last traded up 0.12 percent at 89.83 on Wednesday (21/2), after hitting a one-week high of 89.998 earlier in the session.
  • 06:25 WIB. New York - West Texas Intermediate crude (WTI) futures fell 11 cents, or 0.2 percent, to end at $61.68 a barrel on Wednesday (21/2).
  • 06:24 WIB. London - Brent crude futures settled 17 cents, or 0.3 percent, higher at $65.42 a barrel on Wednesday (21/2), after trading between $64.40 and $65.53.
  • 06:23 WIB. New York - The tech-rich Nasdaq Composite Index dipped 16.08 points (0.22 per cent) to 7,218.23 on Wednesday (21/2).
  • 06:22 WIB. New York - The broad-based S&P 500 shed 14.93 points (0.55 per cent) to end the session at 2,701.33 on Wednesday (21/2).
  • 06:21 WIB. New York - The Dow Jones Industrial Average lost 166.97 points (0.67 per cent) to close at 24,797.78 on Wednesday (21/2).
  • 06:19 WIB. Jasindo - Jasindo mencatat pembayaran klaim Asuransi Usaha Tani Padi sebesar Rp145 miliar pada 2017.
  • 06:17 WIB. Kemenperin - Kemenperin mendorong transaksi daring dari para IKM dapat meningkat hingga tiga kali lipat pada tahun ini.
  • 06:17 WIB. Impor - Kementerian Perdagangan memastikan impor beras akan terus berlanjut.

Minat Investor Pada Obligasi Masih Tinggi

Foto Berita Minat Investor Pada Obligasi Masih Tinggi
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Analis pasar modal menilai bahwa minat investor terhadap instrumen surat utang (obligasi) korporasi masih tinggi seiring dengan imbal hasil yang ditawarkan cukup menarik.

Senior Analis PT Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada di Jakarta, Kamis mengatakan bahwa minat investor terhadap obligasi salah satunya didorong oleh tingkat suku bunga di dalam negeri yang relatif rendah, sehingga investor mencari alternatif investasi yang memberikan imbal hasil lebih tinggi, salah satunya obligasi.

"Obligasi korporasi bisa menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan investor," katanya.

Ia menambahkan bahwa penerbitan obligasi oleh korporasi juga diperkirakan masih marak mengingat kebutuhan dana ekspansi di tengah ekonomi nasional yang sedang tumbuh.

Kendati demikian, lanjut dia, minat investor terhadap obligasi korporasi juga tergantung pada peringkat yang diraih oleh perusahaan penerbit. Diharapkan, dengan peringkat Indonesia yang berada pada level layak investasi, berdampak positif juga pada peringkat korporasi.

Reza Priyambada mengemukakan lembaga pemeringkat internasional diantaranya Standard & Poor's , Fitch Ratings, dan Moody's telah menyematkan peringkat Indonesia di level layak investasi.

Pada hari ini (8/2), lembaga pemeringkat Japan Credit Rating Agency, Ltd. (JCR) juga meningkatkan Sovereign Credit Rating (SCR) Republik Indonesia dari BBB- (triple B minus) dengan outlook positif menjadi BBB (triple B) dengan outlook stabil.

"Sentimen peringkat itu dapat menjadi alasan yang kuat, terutama asing untuk masuk ke obligasi," katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan bahwa dalam rangka mendukung pembiayaan yang ramah lingkungan melalui penerbitan "green bond" di Indonesia, pihaknya menjalin kerja sama dengan Climate Bond Initiative (CBI).

"BEI kini menjadi bagian dari kelompok bursa efek dunia yang telah berkomitmen untuk berperan lebih besar dalam pengembangan keuangan hijau global dan nasional, khususnya difokuskan pada obligasi hijau (green bond)," ujarnya.

Menurut dia, kerja sama ini akan memberikan kesempatan bagi investor yang peduli terhadap lingkungan sehingga pasar keuangan di dalam negeri dapat lebih berkembang.

Tag: Bursa Efek Indonesia (BEI), Obligasi

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Antara

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,639.71 3,603.35
British Pound GBP 1.00 19,103.18 18,908.79
China Yuan CNY 1.00 2,152.05 2,130.60
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,650.00 13,514.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,753.47 10,639.57
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,744.57 1,727.16
Dolar Singapura SGD 1.00 10,355.03 10,247.97
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,842.74 16,672.22
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,496.41 3,458.92
Yen Jepang JPY 100.00 12,681.16 12,552.48

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6643.400 -19.476 572
2 Agriculture 1668.809 20.811 19
3 Mining 2008.314 22.080 44
4 Basic Industry and Chemicals 761.066 2.970 69
5 Miscellanous Industry 1368.989 -17.055 43
6 Consumer Goods 2837.898 -13.003 47
7 Cons., Property & Real Estate 538.221 -6.696 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1173.358 2.504 62
9 Finance 1218.657 -5.065 90
10 Trade & Service 944.811 -5.448 133
No Code Prev Close Change %
1 BBRM 50 67 17 34.00
2 DEWA 50 65 15 30.00
3 BMSR 188 228 40 21.28
4 BOSS 935 1,120 185 19.79
5 AKPI 720 820 100 13.89
6 TRUS 300 338 38 12.67
7 AGRS 620 695 75 12.10
8 TIRA 252 280 28 11.11
9 MBAP 3,650 3,960 310 8.49
10 INRU 900 975 75 8.33
No Code Prev Close Change %
1 TALF 430 344 -86 -20.00
2 JSPT 2,110 1,710 -400 -18.96
3 ATIC 775 665 -110 -14.19
4 MFMI 710 615 -95 -13.38
5 VICO 312 272 -40 -12.82
6 BPFI 715 625 -90 -12.59
7 IKAI 404 354 -50 -12.38
8 BRNA 1,330 1,190 -140 -10.53
9 TRST 430 396 -34 -7.91
10 WOMF 266 246 -20 -7.52
No Code Prev Close Change %
1 ENRG 262 268 6 2.29
2 DEWA 50 65 15 30.00
3 MEDC 1,275 1,365 90 7.06
4 BUMI 328 340 12 3.66
5 IKAI 404 354 -50 -12.38
6 BRMS 85 90 5 5.88
7 GDST 93 92 -1 -1.08
8 PGAS 2,630 2,720 90 3.42
9 BMTR 650 655 5 0.77
10 ELTY 50 50 0 0.00