Portal Berita Ekonomi Minggu, 25 Februari 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 05:50 WIB. Beras - KPPU meminta agar pengaturan tata niaga beras dipangkas untuk memotong rantai distribusi yang panjang.
  • 05:46 WIB. Hotel -¬†Adonara Hotels Group menyiapkan investasi Rp100 miliar untuk membuka cabang hotel baru di Eropa pada 2018.
  • 05:45 WIB. Gula - PTPN X menghentikan sementara operasional giling Pabrik Gula Watoetoelis di Sidoarjo.
  • 23:40 WIB. IKM -¬†Kementerian Perindustrian mendorong pelaku IKM untuk dapat menggunakan marketplace.

Ini Strategi Canon Hadapi Era Disrupsi

Foto Berita Ini Strategi Canon Hadapi Era Disrupsi
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Hampir semua industri tengah bertarung menghadapi fenomena disrupsi teknologi. Tampak setiap harinya semakin kuat baik secara global maupun di Indonesia. Disrupsi bisa mengubah hal rumit menjadi sederhana, seperti kehadiran kamera smartphone yang menggantikan kebutuhan akan kamera digital.

PT Datascrip sebagai distributor tunggal produk pencitraan digital Canon di Indonesia, salah satunya. Perusahaan tersebut terkena dampak dari disrupsi teknologi ini. Tercatat dalam setahun tahun terakhir penjualan kamera saku dari produk ini mengalami penurunan akibat 'dimakannya' pengguna kamera digital oleh kehadiran ponsel pintar.

"Jadi, itu sebenarnya dari para produsen. Dari para vendor kamera itu sendiri juga sudah menyadari akan hal itu sehingga pertama dilakukan adalah mereka tidak lagi memproduksi kamera basic yang bisa tergantikan dengan kamera smartphone. Sehingga (Canon) lebih berfokus pada kamera-kamera yang memang mempunyai keunggulan khusus yang belum digantikan dengan smartphone," terang Division Manager Canon Image Communications Products Sintra Wong saat ditemui Warta Ekonomi di kantornya, Kemayoran, Jakarta, belum lama ini. 

Sintra mengungkap penurunan dari penjualan kamera saku sekitar 50 persen. Sementara yang paling banyak peminatnya saat ini adalah kamera mirrorless.

"Kalau untuk kamera saku kita sudah berfokus kepada seri-seri yang lebih tinggi. Omzetnya kita lebih selektif untuk mencari yang kelasnya lebih tinggi dengan profit lebih baik. Kalau pengguna seri banyak yang mencari ke menengah dan tinggi. Karena itu yang dibutuhkan kita fokus ke sana," ungkapnya. 

Menurut pria kelahiran Medan ini, selain menyediakan gerai offline, Canon sudah bergabung di beberapa e-commerce selain tersedia di website resmi.

"Mereka (e-commerce) juga lari ke arah brand. Satu-satu sudah buka official store. Memang saling membutuhkan, mereka juga butuh kita bermitra dari sana," ujarnya.

Sintra menambahkan, kehadiran e-commerce turut membantu penjualan meskipun masih banyak konsumen hingga kini mengunjungi Canon Image Square. Sebagian konsumen ke gerai offline tersebut ingin berkonsultasi seputar kamera.

"Kita sebenarnya memberikan pengalaman sebagai experience center untuk user karena kita melihat bahwa konsumen datang menawar dan belanja itu sudah banyak lari ke online. Kebutuhan berbeda-beda. Seorang konsumen kadang enggak ngerti kebutuhan ini sekarang ke mana. Kalau ke online bingung kan ya. Di situlah konsultasi, jadi kita melatih memahami produk-produk kita di Canon image square," terangnya.

Dikatakan olehnya penjualan konvensional tidak kalah dengan online yang cenderung meningkat setiap harinya. Konsumen pun turut diuntungkan karena terhindar dari barang palsu.

"Orang datangnya nyaman, enggak takut salah beli, enggak takut barang palsu, enggak takut dapat barang bekas. Dari situ masih ada penjualan sekadar untuk meningkatkan penjualan. Kita tetap butuh itu Canon Image Square untuk memenuhi kebutuhan konsumen," tukasnya.

Tag: Canon, PT Datascrip, Sintra Wong

Penulis: Dina Kusumaningrum

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,663.17 3,626.81
British Pound GBP 1.00 19,165.88 18,973.43
China Yuan CNY 1.00 2,164.08 2,142.65
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,738.00 13,602.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,760.98 10,651.73
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,756.10 1,738.65
Dolar Singapura SGD 1.00 10,411.52 10,304.55
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,923.84 16,753.58
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,525.28 3,485.90
Yen Jepang JPY 100.00 12,854.87 12,725.23

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6619.804 26.744 572
2 Agriculture 1663.837 1.042 19
3 Mining 2028.689 12.646 44
4 Basic Industry and Chemicals 760.266 -4.137 69
5 Miscellanous Industry 1371.774 29.002 43
6 Consumer Goods 2826.534 8.189 47
7 Cons., Property & Real Estate 535.613 -0.797 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1167.809 5.396 62
9 Finance 1209.910 4.977 90
10 Trade & Service 942.344 5.798 133
No Code Prev Close Change %
1 BBRM 55 74 19 34.55
2 BOSS 1,400 1,750 350 25.00
3 CITA 600 740 140 23.33
4 AISA 545 665 120 22.02
5 NELY 137 161 24 17.52
6 IPCM 400 460 60 15.00
7 IPOL 134 148 14 10.45
8 BCIP 137 150 13 9.49
9 SONA 3,800 4,100 300 7.89
10 PSAB 191 206 15 7.85
No Code Prev Close Change %
1 LPGI 4,500 4,040 -460 -10.22
2 TIRA 280 252 -28 -10.00
3 SKBM 570 515 -55 -9.65
4 KBLV 520 480 -40 -7.69
5 AGRS 740 685 -55 -7.43
6 MTSM 248 230 -18 -7.26
7 INCI 510 474 -36 -7.06
8 BSSR 2,890 2,720 -170 -5.88
9 ASBI 310 294 -16 -5.16
10 DEWA 61 58 -3 -4.92
No Code Prev Close Change %
1 AISA 545 665 120 22.02
2 LMAS 64 63 -1 -1.56
3 BOSS 1,400 1,750 350 25.00
4 PGAS 2,660 2,610 -50 -1.88
5 TRAM 352 376 24 6.82
6 BUMI 330 324 -6 -1.82
7 BBCA 23,900 24,250 350 1.46
8 ESTI 90 88 -2 -2.22
9 UNTR 35,875 37,000 1,125 3.14
10 PBRX 498 498 0 0.00