Portal Berita Ekonomi Rabu, 23 Mei 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:23 WIB. Arsenal - Arsenal resmi rekrut Unai Emery sebagai pelatih pengganti Arsene Wenger.
  • 20:39 WIB. PLN - PLN nyatakan ada empat negara yang tertarik membeli obligasinya meski belum diterbitkan
  • 20:38 WIB. BUMN - Pembentukan holding asuransi BUMN diharapkan rampung pada semester II.
  • 20:38 WIB. Bank Mandiri - Bank Mandiri bidik pertumbuhan kredit sebesar 10-11% pada tahun ini.
  • 20:37 WIB. Bank Mandiri - Bank Mandiri siapkan uang tunai Rp50 triliun untuk libur Lebaran 2018.
  • 20:37 WIB. PLN - PLN tunda penerbitan global bond pada bulan ini akibat pelemahan rupiah terhadap dolar AS.
  • 20:36 WIB. Bank Mandiri - Bank Mandiri yakin dapat tutup kerugian dari kasus pembobolan kredit TAB senilai Rp1,8 triliun.
  • 20:36 WIB. BRI - Layanan BRI selama 12 hari masa libur Lebaran tetap berjalan di 263 kantor cabang.
  • 20:35 WIB. Bank Mandiri - Dirut Bank Mandiri dorong BI agresif naikkan suku bunga.
  • 20:35 WIB. BRI - BRI sediakan dana Rp28 triliun untuk layani kebutuhan dana masyarakat selama Ramadan 2018.
  • 20:35 WIB. Pertamina - Pertamina Wilayah Kalimantan gratiskan 2 liter BBM bagi pembaca 1 juz Alquran.
  • 20:34 WIB. RS Pelni - RS Pelni berencana himpun dana segar melalui penawaran umum perdana saham pada QII 2018.
  • 20:34 WIB. Pelni - Pelni perkirakan penumpang kapal Pelni tahun ini capai 560 ribu orang karena libur diperpanjang.
  • 16:30 WIB. India - Wabah virus langka tewaskan 10 Warga India.
  • 16:29 WIB. Eropa - Menlu AS sebut Iran kerap lakukan operasi rahasia di Eropa.

Ini Strategi Canon Hadapi Era Disrupsi

Foto Berita Ini Strategi Canon Hadapi Era Disrupsi
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Hampir semua industri tengah bertarung menghadapi fenomena disrupsi teknologi. Tampak setiap harinya semakin kuat baik secara global maupun di Indonesia. Disrupsi bisa mengubah hal rumit menjadi sederhana, seperti kehadiran kamera smartphone yang menggantikan kebutuhan akan kamera digital.

PT Datascrip sebagai distributor tunggal produk pencitraan digital Canon di Indonesia, salah satunya. Perusahaan tersebut terkena dampak dari disrupsi teknologi ini. Tercatat dalam setahun tahun terakhir penjualan kamera saku dari produk ini mengalami penurunan akibat 'dimakannya' pengguna kamera digital oleh kehadiran ponsel pintar.

"Jadi, itu sebenarnya dari para produsen. Dari para vendor kamera itu sendiri juga sudah menyadari akan hal itu sehingga pertama dilakukan adalah mereka tidak lagi memproduksi kamera basic yang bisa tergantikan dengan kamera smartphone. Sehingga (Canon) lebih berfokus pada kamera-kamera yang memang mempunyai keunggulan khusus yang belum digantikan dengan smartphone," terang Division Manager Canon Image Communications Products Sintra Wong saat ditemui Warta Ekonomi di kantornya, Kemayoran, Jakarta, belum lama ini. 

Sintra mengungkap penurunan dari penjualan kamera saku sekitar 50 persen. Sementara yang paling banyak peminatnya saat ini adalah kamera mirrorless.

"Kalau untuk kamera saku kita sudah berfokus kepada seri-seri yang lebih tinggi. Omzetnya kita lebih selektif untuk mencari yang kelasnya lebih tinggi dengan profit lebih baik. Kalau pengguna seri banyak yang mencari ke menengah dan tinggi. Karena itu yang dibutuhkan kita fokus ke sana," ungkapnya. 

Menurut pria kelahiran Medan ini, selain menyediakan gerai offline, Canon sudah bergabung di beberapa e-commerce selain tersedia di website resmi.

"Mereka (e-commerce) juga lari ke arah brand. Satu-satu sudah buka official store. Memang saling membutuhkan, mereka juga butuh kita bermitra dari sana," ujarnya.

Sintra menambahkan, kehadiran e-commerce turut membantu penjualan meskipun masih banyak konsumen hingga kini mengunjungi Canon Image Square. Sebagian konsumen ke gerai offline tersebut ingin berkonsultasi seputar kamera.

"Kita sebenarnya memberikan pengalaman sebagai experience center untuk user karena kita melihat bahwa konsumen datang menawar dan belanja itu sudah banyak lari ke online. Kebutuhan berbeda-beda. Seorang konsumen kadang enggak ngerti kebutuhan ini sekarang ke mana. Kalau ke online bingung kan ya. Di situlah konsultasi, jadi kita melatih memahami produk-produk kita di Canon image square," terangnya.

Dikatakan olehnya penjualan konvensional tidak kalah dengan online yang cenderung meningkat setiap harinya. Konsumen pun turut diuntungkan karena terhindar dari barang palsu.

"Orang datangnya nyaman, enggak takut salah beli, enggak takut barang palsu, enggak takut dapat barang bekas. Dari situ masih ada penjualan sekadar untuk meningkatkan penjualan. Kita tetap butuh itu Canon Image Square untuk memenuhi kebutuhan konsumen," tukasnya.

Tag: Canon, PT Datascrip, Sintra Wong

Penulis: Dina Kusumaningrum

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5792.001 40.882 583
2 Agriculture 1535.455 -1.518 19
3 Mining 1826.152 -60.596 44
4 Basic Industry and Chemicals 773.502 8.204 69
5 Miscellanous Industry 1221.802 7.436 44
6 Consumer Goods 2391.534 26.824 45
7 Cons., Property & Real Estate 449.816 2.092 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 991.370 -2.721 65
9 Finance 1014.559 18.865 92
10 Trade & Service 896.251 0.590 140
No Code Prev Close Change %
1 TRUK 230 344 114 49.57
2 FORZ 500 590 90 18.00
3 FISH 2,300 2,600 300 13.04
4 INRU 865 970 105 12.14
5 KBLV 470 520 50 10.64
6 BCIP 107 118 11 10.28
7 NIPS 380 416 36 9.47
8 CNTX 600 650 50 8.33
9 INCF 144 156 12 8.33
10 ERAA 2,370 2,560 190 8.02
No Code Prev Close Change %
1 APII 220 165 -55 -25.00
2 SAFE 210 158 -52 -24.76
3 TIRA 210 162 -48 -22.86
4 BYAN 10,900 8,750 -2,150 -19.72
5 BSIM 615 520 -95 -15.45
6 FREN 132 112 -20 -15.15
7 CSIS 1,940 1,715 -225 -11.60
8 RODA 322 292 -30 -9.32
9 ATIC 790 720 -70 -8.86
10 DEFI 1,195 1,090 -105 -8.79
No Code Prev Close Change %
1 INPC 85 84 -1 -1.18
2 BBRI 2,720 2,880 160 5.88
3 KREN 670 690 20 2.99
4 FREN 132 112 -20 -15.15
5 TLKM 3,470 3,470 0 0.00
6 ADRO 1,930 1,825 -105 -5.44
7 INKP 14,575 15,000 425 2.92
8 MITI 136 129 -7 -5.15
9 BBNI 7,125 7,200 75 1.05
10 EXCL 2,020 2,160 140 6.93