Portal Berita Ekonomi Sabtu, 26 Mei 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:32 WIB. Mudik - Menhub Budi Karya menyebut persiapan mudik yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan telah mencapai 90%.
  • 21:31 WIB. XL - XL Axiata memperluas jaringan 4G LTE yang kini telah menjangkau 376 kota/kabupaten di seluruh wilayah Indonesia.
  • 21:31 WIB. Obligasi - Pelindo IV menerbitkan obligasi dengan target menghimpun dana sekitar Rp3 triliun.
  • 21:30 WIB. PGN - PGN mengatakan RUPSLB pada 29 Juni 2018 dibatalkan karena proses valuasi Pertagas masih berlangsung.
  • 21:30 WIB. Mudik - Menhub Budi Karya meminta masyarakat tak melakukan perjalanan mudik pada H-2 dan H-3 lebaran.
  • 21:29 WIB. Peru - Pemerintah Indonesia dan Peru sepakat untuk memperkuat hubungan kerja sama ekonomi.
  • 21:28 WIB. Liga Inggris - Brighton & Hove Albion mendatangkan striker Florin Andone dari Deportivo La Coruna.
  • 21:27 WIB. Argentina - Kemenlu mendorong peningkatkan kerja sama bilateral dengan Argentina di sektor ekonomi dan budaya.
  • 21:26 WIB. HPM - Honda Prospect Motor kembali menghadirkan program bengkel siaga Honda.
  • 21:25 WIB. China - Presiden China Xi Jinping mengajak negara lain memperkuat kerja sama dan pertukaran pengembangan industri big data.
  • 21:25 WIB. BBM - BPH Migas memprediksi konsumsi BBM akan mengalami kenaikan 14% selama Lebaran 2018.
  • 21:24 WIB. Fiat - Fiat Chrysler Automobiles NV menarik lebih dari 5,3 juta kendaraan di Amerika Utara karena masalah cruise control.
  • 16:02 WIB. Kim Jong-un - Trump buka kemungkinan bertemu pertemuan dengan Kim Jong-un di Singapura.
  • 16:01 WIB. Rusia - AS-Inggris minta Rusia bertanggung jawab dalam kasus MH17.
  • 16:00 WIB. Yaman - Tidak ada korban dalam serangan terhadap kapal Turki di Yaman.

Media Sosial Dinilai Jadi Sarang Penyebaran Berita Hoax

Foto Berita Media Sosial Dinilai Jadi Sarang Penyebaran Berita Hoax
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Media sosial dinilai menjadi sarang penyebaran berita bohong atau hoax. Hal ini disampaikan oleh Presiden Direktur VIVA Media Group Anindya Novyan Bakrie dalam forum Konvensi Nasional Media Massa bertajuk Iklim Bermedia dan Seimbang: Mempertahankan Eksistensi Media Massa Nasional dalam Lanskap Informasi Global di Padang.

Menurutnya, persentase penyebaran berita hoax di media sosial mencapai 92,40 persen, disusul aplikasi percakapan (chatting) 62,80 persen, lalu situs web 34,90 persen. Sementara pada televisi hanya 8,70 persen, media cetak 5 persen, email 3,10 persen, dan radio 1,20 persen.

Data itu ialah hasil survei yang melibatkan 1.116 responden. Hampir seluruh responden menyatakan terganggu dengan maraknya berita hoax.

"Media mainstream dituntut harus mampu menarik rasa kepercayaan para pemirsa atau pembaca. Saat ini masyarakat Indonesia mempunyai tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap media sebesar 67 persen. Angka ini meningkat empat persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya," kata Anindya.

Ia mengemukakan apabila salah satu cara paling efektif untuk menghambat penyebaran hoax adalah dengan mengedukasi masyarakat, penegakan hukum, mengoreksi melalui media sosial, blokir, dan flagging.

Munculnya media baru pun memberikan peluang bagi media konvensional untuk dapat menjangkau audiens digital melalui media sosial, mesin pencari, dan situs berbagi video YouTube.

"Mesin pencari memudahkan pengguna internet untuk menemukan konten karya jurnalistik sehingga meningkatkan visibilitas," ungkapnya. 

Media baru juga menjadi sarana alternatif komunikasi dua arah kepada audiens digital serta ekstensi branding dari media konvensional ke audiens digital.

Mengenai langkah-langkah untuk mendukung media nasional maupun lokal di tengah integrasi Indonesia dalam lansekap media global, Anindya berpendapat, perlu regulasi yang menopang pertumbuhan industri, media lokal, peraturan Dewan Pers tentang Kompetensi Wartawan dan Kode Etik Jurnalistik.

"Kolaborasi media nasional dalam merumuskan langkah strategis untuk beraliansi demi kesinambungan bisnis media lokal juga sangat penting serta peningkatan kualitas sumber daya manusia media," pungkasnya. 

Tag: Viva Group, Anindya N Bakrie, Media Sosial (medsos), Hoax

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5975.742 29.204 583
2 Agriculture 1545.561 -3.579 19
3 Mining 1874.083 5.539 44
4 Basic Industry and Chemicals 797.876 9.669 69
5 Miscellanous Industry 1255.404 1.089 44
6 Consumer Goods 2467.513 7.000 45
7 Cons., Property & Real Estate 463.741 1.542 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1016.181 -6.306 65
9 Finance 1058.646 9.953 92
10 Trade & Service 911.636 5.660 140
No Code Prev Close Change %
1 HOME 120 156 36 30.00
2 CMPP 240 300 60 25.00
3 TRUK 430 535 105 24.42
4 SKBM 436 535 99 22.71
5 VINS 128 150 22 17.19
6 CAMP 444 520 76 17.12
7 NELY 118 134 16 13.56
8 SKYB 430 488 58 13.49
9 KBLV 540 600 60 11.11
10 NAGA 218 242 24 11.01
No Code Prev Close Change %
1 TGRA 585 458 -127 -21.71
2 YPAS 790 620 -170 -21.52
3 SONA 3,200 2,750 -450 -14.06
4 RDTX 6,500 5,625 -875 -13.46
5 FREN 110 97 -13 -11.82
6 MITI 131 116 -15 -11.45
7 IDPR 900 800 -100 -11.11
8 SDMU 298 272 -26 -8.72
9 TRUS 238 218 -20 -8.40
10 CNTX 650 600 -50 -7.69
No Code Prev Close Change %
1 BHIT 119 121 2 1.68
2 PGAS 2,170 2,080 -90 -4.15
3 BBRI 3,060 3,120 60 1.96
4 KREN 750 740 -10 -1.33
5 ERAA 2,730 2,730 0 0.00
6 MNCN 1,235 1,240 5 0.40
7 TARA 830 840 10 1.20
8 UNTR 36,950 37,500 550 1.49
9 TLKM 3,560 3,560 0 0.00
10 INKP 15,250 16,000 750 4.92