Portal Berita Ekonomi Minggu, 25 Februari 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 23:40 WIB. IKM - Kementerian Perindustrian mendorong pelaku IKM untuk dapat menggunakan marketplace.

Menpar Optimistis 2 Juta Wisatawan Kunjungi Borobudur di 2019

Foto Berita Menpar Optimistis 2 Juta Wisatawan Kunjungi Borobudur di 2019
Warta Ekonomi.co.id, Magelang -

Menteri Pariwisata Arief Yahya optimistis target kunjungan dua juta wisatawan ke Kawasan Candi Borobudur pada 2019 tercapai setelah pembangunan infrastruktur dan fasilitas selesai.

Dalam peresmian Badan Otorita Pariwisata (BOP) Borobudur di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (9/2/2018) malam, Menteri Arief Yahya mengatakan Candi Borobudur yang ditetapkan sebagai salah satu dari "10 Destinasi Bali Baru" tersebut akan mendatangkan lebih banyak wisatawan setelah pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) selesai.

"Terlalu mudah untuk menjual Borobudur hanya dua juta wisatawan karena memiliki atraksi berkelas dunia. Namun, aksesnya pun harus kelas dunia. Kita tahu hal paling mendasar adalah bandara sudah overload," kata Menpar.

Jumlah kunjungan ke Kawasan Candi Borobudur saat ini baru mencapai 750 ribu wisatawan. Menurut Arief, jumlah kunjungan sulit menembus satu juta wisatawan karena keterbatasan kapasitas Bandara Adisutjipto yang hanya bisa menampung 1,5 juta penumpang per tahun, sedangkan jumlah kedatangan bisa mencapai 6 juta orang per tahun.

Selain itu, belum ada penerbangan langsung ke Yogyakarta atau Semarang dari kota besar dunia, kecuali dari Singapura dan Kuala Lumpur, Malaysia. Wisatawan mancanegara di luar kedua negara tersebut harus transit terlebih dahulu di Singapura, Kuala Lumpur, Jakarta atau Bali terlebih dahulu sebelum tiba di Yogyakarta.

Arief meyakini jika Bandara NYIA sudah selesai, wisatawan mancanegara akan semakin dimudahkan untuk ke Borobudur.

Upaya lainnya dalam mencapai kunjungan dua juta wisatawan pada 2019 yakni fasilitas penginapan. Berkaca dari pengalaman di Mandalika, Arief menuturkan setelah diresmikannya Mandalika sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata, investasi resor dan hotel berbintang di area tersebut berkembang pesat. Oleh karena itu, Menpar meminta Badan Otorita Pariwisata (BOP) Borobudur segera bergegas untuk menyiapkan fasilitas dan prasarana dasar bagi wisatawan.

Ia menegaskan pembangunan fasilitas (amenities) tidak harus berbentuk gedung permanen (fixed building) seperti hotel yang membutuhkan waktu penyelesaian tiga sampai lima tahun.

Pengembangan konsep pariwisata nomaden atau nomadic tourism menjadi alternatif yang bisa menjual pariwisata Borobudur dengan cepat, yakni dengan membangun model penginapan karavan, kemah mewah (glamorous camping/glamping) dan home port.

"Semua destinasi utama, bandaranya harus internasional. Kalau tidak, orang tidak mau datang. Semua infrastruktur dan fasilitas dasar seperti jalan, hotel, internet harus established'terlebih dahulu," kata dia.

Kementerian Pariwisata menargetkan jumlah kunjungan wisatawan ke Borobudur pada 2019 bisa mencapai 2 juta orang dengan proyeksi devisa negara mencapai 2 miliar dolar AS. (FNH/Ant)

Tag: Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Arief Yahya, Candi Borobudur

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Antara/Maulana Surya

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,663.17 3,626.81
British Pound GBP 1.00 19,165.88 18,973.43
China Yuan CNY 1.00 2,164.08 2,142.65
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,738.00 13,602.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,760.98 10,651.73
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,756.10 1,738.65
Dolar Singapura SGD 1.00 10,411.52 10,304.55
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,923.84 16,753.58
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,525.28 3,485.90
Yen Jepang JPY 100.00 12,854.87 12,725.23

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6619.804 26.744 572
2 Agriculture 1663.837 1.042 19
3 Mining 2028.689 12.646 44
4 Basic Industry and Chemicals 760.266 -4.137 69
5 Miscellanous Industry 1371.774 29.002 43
6 Consumer Goods 2826.534 8.189 47
7 Cons., Property & Real Estate 535.613 -0.797 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1167.809 5.396 62
9 Finance 1209.910 4.977 90
10 Trade & Service 942.344 5.798 133
No Code Prev Close Change %
1 BBRM 55 74 19 34.55
2 BOSS 1,400 1,750 350 25.00
3 CITA 600 740 140 23.33
4 AISA 545 665 120 22.02
5 NELY 137 161 24 17.52
6 IPCM 400 460 60 15.00
7 IPOL 134 148 14 10.45
8 BCIP 137 150 13 9.49
9 SONA 3,800 4,100 300 7.89
10 PSAB 191 206 15 7.85
No Code Prev Close Change %
1 LPGI 4,500 4,040 -460 -10.22
2 TIRA 280 252 -28 -10.00
3 SKBM 570 515 -55 -9.65
4 KBLV 520 480 -40 -7.69
5 AGRS 740 685 -55 -7.43
6 MTSM 248 230 -18 -7.26
7 INCI 510 474 -36 -7.06
8 BSSR 2,890 2,720 -170 -5.88
9 ASBI 310 294 -16 -5.16
10 DEWA 61 58 -3 -4.92
No Code Prev Close Change %
1 AISA 545 665 120 22.02
2 LMAS 64 63 -1 -1.56
3 BOSS 1,400 1,750 350 25.00
4 PGAS 2,660 2,610 -50 -1.88
5 TRAM 352 376 24 6.82
6 BUMI 330 324 -6 -1.82
7 BBCA 23,900 24,250 350 1.46
8 ESTI 90 88 -2 -2.22
9 UNTR 35,875 37,000 1,125 3.14
10 PBRX 498 498 0 0.00