Portal Berita Ekonomi Rabu, 16 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:12 WIB. E-Money - Bank Mandiri gandeng Shopee untuk jualan e-money di platform digital.
  • 16:12 WIB. Aplikasi - AksiBerbagi.com kembangkan aplikasi berbasis android dan IOS.
  • 16:12 WIB. Banding - PT Sasana Yudha Bhakti (SYB) dan PT Persada Bangun Jaya (PJB) ajukan banding atas keputusan PTUN Samarinda.
  • 16:12 WIB. Tambang - PTUN Samarinda kabulkan gugatan Tiwa Abadi soal izin usaha pertambangan di Kalimantan.
  • 16:01 WIB. IHSG  - Rabu sore, IHSG ditutup menguat 0,07% ke level 6.412,36. 
  • 14:40 WIB. Dolar AS - Pukul 14.40 WIB, dolar AS masih menguat 0,19% ke level Rp14.120. 
  • 14:26 WIB. Tagihan - RIGS dan Petrus sepakat sudahi perkara hukum usai pelunasan tagihan sebesar SG$71.935.50.
  • 14:25 WIB. Perbankan - Bank Mandiri lantik Eman Suherman sebagai Kepala Satuan Kerja Kepatuhan (SKK) yang baru.
  • 14:25 WIB. Pembekuan Usaha - OJK bekukan kegiatan usaha PT Sumber Artha Mas Finance sebagai perusahaan pembiayaan.
  • 14:11 WIB. Laba - Kuartal III 2018, PLN bukukan laba Rp9,6 triliun.
  • 14:09 WIB. Yodya Karya - Menteri Rini dorong Yodya Karya terus optimalkan aset demi genjot kinerja.
  • 14:07 WIB. Avtur - Menteri ESDM mendesak harga avtur lebih kompetitif melihat tiket pesawat yang mahal.
  • 14:06 WIB. Helmet - RSV Helmet lakukan ekspansi pasar untuk membuka Flagship Store RSV resmi di berbagai kota di Indonesia.
  • 14:04 WIB. CPNS - Kemenperin beri pengarahan kepada 375 CPNS milenial rekrutmen 2018.
  • 14:02 WIB. Impor - Mendag: Impor nonmigas meningkat karena barang modal-bahan baku.

Ini Alasan Kim Jong Un Undang Presiden Korsel ke Pyongyang

Foto Berita Ini Alasan Kim Jong Un Undang Presiden Korsel ke Pyongyang
Warta Ekonomi.co.id, Seoul -

Kim Jong Un selaku Supreme Leader Korea Utara mengundang Presiden Korea Selatan Moon Jae-in untuk mengadakan pembicaraan di Pyongyang, para pejabat Korsel mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (10/2/2018).

Pertemuan tersebut akan menjadi pertemuan pertama dan bersejarah jika kedua pemimpin Korea setuju bertemu setelah lebih dari 10 tahun.

Moon yang naik ke tampuk kekuasaan tahun lalu dan membawa kebijakan akan menyertakan lebih banyak Korut telah mendorong solusi diplomatik atas kebuntuan terkait program nuklir dan peluru kendali Korut. Undangan pribadi dari Kim disampaikan secara lisan oleh adik perempuannya Kim Yo Jong, dalam pembicaraan dan jamuan makan siang dengan Moon sebagai tuan rumah di Wisma Biru di Seoul.

Kim Jong Un ingin bertemu dengan Moon "dalam waktu dekat" dan menginginkannya berkunjung ke Korut "kapan saja sesuai kesediaannya", ungkap adiknya kepada Moon, yang mengatakan "mari ciptakan suasana untuk hal tersebut bisa terjadi," ungkap Kim Eui-kyeom selaku juru bicara Wisma Biru dalam briefing dengan wartawan.

Juru bicara kepresidenan mengatakan Moon "menerima secara praktis" undangan tersebut.

"Kami ingin melihat Anda pada waktunya nanti berada di Pyongyang", tutur Kim Yo Jong kepada Moon dalam jamuan itu, dan juga menyampaikan surat pribadi Kim Jong Un yang menyatakan "keinginan untuk memperbaiki hubungan antar-Korea," pungkas jubir Wisma Biru.

Namun, prospek pembicaraan dua pihak antara Korsel dan Korut, mungkin tidak disambut baik oleh Amerika Serikat. Washington telah menerapkan strategi menekan Pyongyang melalui sanksi-sanksi keras serta retorika pedasnya, dengan terus menuntut Korea Utara agar tidak mengembangkan senjata nuklir terlebih dulu untuk mengadakan dialog. (HYS/Ant)

Tag: Korea Utara (Korut), Korea Selatan (Korsel), Krisis Semenanjung Korea, The Democratic People's Republic of Korea, Kim Jong Un, Moon Jae-in, Amerika Serikat (AS), Donald Trump

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Reuters

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6413.360 4.576 625
2 Agriculture 1580.665 -4.371 21
3 Mining 1864.283 19.943 47
4 Basic Industry and Chemicals 886.611 -9.234 71
5 Miscellanous Industry 1412.349 17.718 46
6 Consumer Goods 2622.970 -29.125 51
7 Cons., Property & Real Estate 479.075 -1.667 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1144.667 14.212 71
9 Finance 1218.281 4.587 91
10 Trade & Service 789.491 2.967 153
No Code Prev Close Change %
1 CANI 163 210 47 28.83
2 TIRA 250 312 62 24.80
3 AGRS 300 374 74 24.67
4 INCF 300 350 50 16.67
5 BGTG 95 110 15 15.79
6 INPP 650 750 100 15.38
7 VICO 104 119 15 14.42
8 CTTH 122 135 13 10.66
9 TFCO 665 735 70 10.53
10 BEST 234 258 24 10.26
No Code Prev Close Change %
1 ASJT 360 300 -60 -16.67
2 OCAP 330 282 -48 -14.55
3 YPAS 745 660 -85 -11.41
4 RELI 250 224 -26 -10.40
5 PRIM 570 515 -55 -9.65
6 APEX 1,400 1,295 -105 -7.50
7 OASA 378 350 -28 -7.41
8 ATIC 880 815 -65 -7.39
9 UNIT 268 252 -16 -5.97
10 MIDI 1,060 1,000 -60 -5.66
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 342 348 6 1.75
2 ANTM 820 870 50 6.10
3 PGAS 2,320 2,410 90 3.88
4 UNTR 25,600 26,050 450 1.76
5 TLKM 3,930 3,990 60 1.53
6 KPAS 222 224 2 0.90
7 BBRI 3,780 3,780 0 0.00
8 DOID 565 615 50 8.85
9 BMRI 7,800 7,800 0 0.00
10 BHIT 66 71 5 7.58