Portal Berita Ekonomi Selasa, 21 Agustus 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:08 WIB. Gempa Lombok - Jangkauan mobile BTS di lokasi gempa Lombok tak sebaik menara.
  • 09:07 WIB. Bahan baku - Indonesia miliki pabrik bahan baku ban pertama di Banten.
  • 09:06 WIB. Harga pokok - DISPERINDAG Kota Palembang awasi harga pokok di pasar tradisional jelang Idul Adha.
  • 09:06 WIB. Facebook - Facebook Indonesia menjalani sidang pagi ini di PN Jakarta Selatan.
  • 09:04 WIB. Ekspor - Ekspor jagung ke Filipina dinilai kurang tepat oleh pengamat.
  • 09:02 WIB. Bisnis - Situs bisnis sambut baik inovasi keuangan digital.
  • 09:01 WIB. Sapi - Kementan tetap fokus berdayakan ternak sapi perah.
  • 08:30 WIB. Gempa Lombok - 4.000 sapi korban gempa Lombok dipasangi mikrocip.
  • 08:30 WIB. Gempa Lombok - 4.000 sapi korban gempa Lombok dipasangi mikrocip.
  • 06:17 WIB. 2G - Rudiantara: Tinggal tunggu waktunya jaringan 2G dimatikan.
  • 06:15 WIB. AMD - AMD luncurkan Ryzen Threadripper 2 yang diklaim sebagai prosesor desktop terkuat di dunia.

Wabah Flu di AS Memburuk

Foto Berita Wabah Flu di AS Memburuk
Warta Ekonomi.co.id, New York -

Salah satu wabah flu terburuk di Amerika Serikat dalam hampir satu dekade memburuk pekan lalu dan kemungkinan akan bertahan selama beberapa minggu, menyebabkan lebih banyak kematian, menurut Pusat Pengedalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), Jumat (09/2/2018).

"Sekitar 10 anak lainnya dilaporkan meninggal dunia karena flu dalam pekan yang berakhir pada 3 Februari, sehingga total angka kematian bayi sejauh ini menjadi 63 orang," tutur Dr. Anne Schuchat, pejabat direktur CDC, kepada wartawan.

CDC tidak mewajibkan pelaporan nasional tentang kematian akibat flu pada orang dewasa.

"Saya berharap ada kabar baik minggu ini, tapi hampir semua yang kami lihat adalah berita buruk," kata Schuchat. "Terlalu banyak cerita yang memilukan hati dalam beberapa pekan terakhir tentang keluarga yang telah kehilangan orang yang dicintai karena influenza." Tidak jelas apakah wabah tersebut telah mencapai puncaknya atau jika akan memburuk, katanya. Wabah sebelumnya telah berlangsung antara 11 dan 20 minggu, dan wabah saat ini berada di minggu ke 11, katanya.

Jumlah orang yang dirawat di rumah sakit karena penyakit mirip flu adalah jumlah tertinggi yang dicatat CDC sejak memulai sistem pelacakan saat ini di tahun 2010. Strain flu yang dominan musim ini, influenza A (H3N2), sangat berbahaya, terkait dengan penyakit parah dan kematian, terutama di kalangan anak-anak dan orang tua.

Wabah tersebut telah mencapai hampir di setiap sudut negara, dengan setiap negara bagian kecuali Hawaii dan Oregon melaporkan adanya flu yang meluas, Schuchat mengatakan. Dia mendesak orang yang sakit untuk tinggal di rumah dan mengatakan masih belum terlambat bagi setiap orang untuk mendapatkan vaksin flu, yang menawarkan beberapa perlindungan.

Dari setiap 100.000 orang, diperkirakan 51,4di antaranya telah dirawat di rumah sakit karena flu, melebihi angka pada musim terakhir yang parah pada 2014-2015 ketika 710.000 orang dirawat di rumah sakit dan 148 anak meninggal. Orang dewasa yang berusia 65 atau lebih tua menjadi yang paling banyak dirawat inap, diikuti oleh mereka yang berusia 50-64 tahun dan balita.

Lonjakan kasus pada bulan Januari mungkin bertepatan dengan anak-anak yang kembali ke sekolah setelah liburan musim dingin mereka. Beberapa negara bagian telah mencatat tingkat rawat inap yang tinggi, dengan California mencatat sekitar empat kali lipat dibandingkan pada waktu bersamaan slama musim flu 2014/2015. Minnesota telah mencatat dua kali tingkat rawat inap seperti yang terjadi pada musim 2014/15, dan lebih banyak pasien sekarang dirawat di New York juga. (HYS/Ant0

Tag: Dolar Amerika Serikat (AS), Amerika Serikat (AS), Donald John Trump, Strain Flu, Influenza

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Reuters/MIke Blake

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5892.192 108.394 599
2 Agriculture 1588.944 4.751 20
3 Mining 2014.336 48.471 46
4 Basic Industry and Chemicals 803.050 21.046 70
5 Miscellanous Industry 1263.593 43.399 45
6 Consumer Goods 2363.210 31.896 46
7 Cons., Property & Real Estate 439.284 6.072 67
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1012.787 14.681 70
9 Finance 1060.303 19.100 91
10 Trade & Service 846.847 15.397 144
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10