Portal Berita Ekonomi Minggu, 21 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:21 WIB. Wamena - Pemerintah alokasikan Rp35 miliar untuk mengatasi krisis air bersih di Wamena. 
  • 21:13 WIB. OJK - OJK akan terbitkan aturan equity crowdfunding, layanan urun dana melalui penawaran saham berbasis teknologi informasi. 
  • 20:48 WIB. Bekasi - Turbulensi keuangan daerah sebabkan tunggakan honor 3.800 guru honorer di Disdik Bekasi. 
  • 20:46 WIB. Bekasi - 3.800 guru honorer di lingkup Disdik Bekasi terima distribusi tunggakan honor Rp3,8 juta per bulan.
  • 20:01 WIB. Finansial - BI Surakarta dan BPR tanda tangani nota kesepahaman  pelayanan uang baru. 
  • 19:33 WIB. Banda - Gempa 5,4 Skala Richter mengguncang Banda, Sabtu pukul 18.47 WIT. 
  • 19:24 WIB. Transportasi - Kemenhub siapkan dana Rp400 miliar untuk subsidi pelayaran rakyat. 
  • 19:22 WIB. Bekasi - Rahmat Effendi ajak Menteri LHK dan Menteri PUPR untuk atas pencemaran Kali Bekasi.
  • 18:42 WIB. Palu - Susi Pudjiastuti memperpanjang penyelenggaraan charity sale untuk Palu sampai 24/10/2018. 
  • 18:42 WIB. Pasar - Harga cabai di Gorontalo turun dari Rp50 ribu menjadi Rp40 per kilo gram.
  • 18:42 WIB. Narkoba - Bareskrim Polri: Penyelundupan sabu per minggu ketiga Oktober mencapai 869 kasus.
  • 18:41 WIB. Narkoba - Bareskrim Polri sebut Dumai dan Bengkalis sebagai jalur baru penyelundupan sabu dari Narkoba. 
  • 18:41 WIB. Pemilu -  Bawaslu Papua ungkap temukan data 1.016.758 pemilih ganda.
  • 18:40 WIB. Golkar - Airlangga: Golkar akan berjuang menjadi partai yang kuasai Jawa Barat.
  • 18:39 WIB. Pilpres - Jokowi-Ma'ruf dijanjikan menang oleh tim Blusukan Jokowi di Medan. 

Emil-UU Bisa Menang, Asalkan...

Foto Berita Emil-UU Bisa Menang, Asalkan...
Warta Ekonomi.co.id, Bandung -

Ketua Komunitas Panatik Jabar M Farhan mengatakan bakal pasangan calon (Bapaslon) Ridwan Kamil-Uu Ruzhalul Ulum mampu memenangkan pilgub Jabar asalkan pasangan RINDU tersebut mampu
menggabungkan ekspektasi dua kelompok masyarakat yang berbeda.

Dia menyebutkan, kelompok pertama yaitu kelas menengah terhadap Ridwan Kamil yang tinggi, dan ekspektasi kalangan pesantren dan ulama terhadap Uu yang juga tinggi. Intinya adalah bagaimana mengelola ekspektasi ini dengan baik. 

"Kang Emil harus berkompromi dengan para pemilih dari kalangan islam tradisional, sementara Kang Uu harus mengejar ekspektasi dari kalngan kelas menengah perkotaan yang selama ini menjadi pendukung Ridwan Kamil," katanya kepada wartawan di Bandung, Minggu (11/2/2018).

Farhan juga mengungkapkan alasan Panatik yang memutuskan untuk mendukung pasangan RINDU, karena mereka mengharapkan adanya pergerakan Jawa Barat bagai provinsi dengan populasi terbesar di Indonesia, menjadi pusat peradaban di Indonesia. 

"Kota Bandung dengan SDA terbatas, tapi memiliki SDM yang luar biasa dan ini berhasil dipotimalkan oleh Kang Emil." tegas Farhan. 

Dia berharap pembangunan di Jawa Barat harus merata sehingga tidak lagi Bandung sentris, karena potensi untuk itu ada. Ia mencontohkan, saat berkunjung ke Sukabumi, disana ia menemukan seorang modifikator mobil kelas dunia. Demikian juga di kota-kota lain seperti Tasik, yang banyak memiliki pemikir islam modern namun belum menemukan kanal yang pas bagi mereka untuk mengeskpresikannya.

"Terbayang jika potensi-potensi ini digabungkan, ada kota-kota di Jawa Barat yang memiliki vibrant yang sama dengan kota Bandung namun dengan karakter yang berbeda-beda," jelas Farhan.

Pada saat yang bersamaan, lanjut Farhan proses industrialisasi yang sudah berlangsung di sebagian kota seperti Karawang, Purwakarta, Depok dan Bogor tidak memperkuat karakterisitik Jawa Barat, malah mengikisnya. 

"Itulah sebabnya, perlu adanya penguatan dalam bentuk local wisdom yang dapat diaplikasikan untuk masyarakat modern," pungkasnya.

Tag: Muhammad Farhan, Ridwan Kamil, Uu Ruzhanul Ulum, Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada)

Penulis: Rahmat Saepulloh

Editor: Vicky Fadil

Foto: Rahmat Saepulloh

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,077.46 4,036.30
British Pound GBP 1.00 19,921.28 19,721.82
China Yuan CNY 1.00 2,204.59 2,182.69
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,297.00 15,145.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,868.52 10,759.01
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,951.30 1,931.74
Dolar Singapura SGD 1.00 11,083.98 10,971.46
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,528.83 17,353.14
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,679.82 3,638.00
Yen Jepang JPY 100.00 13,610.64 13,474.20

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5837.291 -7.951 610
2 Agriculture 1574.400 -2.628 20
3 Mining 1909.966 -6.234 47
4 Basic Industry and Chemicals 757.451 4.747 70
5 Miscellanous Industry 1254.992 40.866 45
6 Consumer Goods 2471.957 -17.927 49
7 Cons., Property & Real Estate 409.115 1.009 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1046.955 -0.876 70
9 Finance 1054.067 -5.371 91
10 Trade & Service 792.965 -3.931 147
No Code Prev Close Change %
1 MAYA 6,950 8,150 1,200 17.27
2 NICK 138 159 21 15.22
3 APEX 1,780 2,000 220 12.36
4 HELI 85 94 9 10.59
5 DUCK 1,370 1,515 145 10.58
6 SMDM 133 145 12 9.02
7 RODA 350 378 28 8.00
8 MPRO 236 254 18 7.63
9 ACST 1,495 1,600 105 7.02
10 TBIG 5,050 5,375 325 6.44
No Code Prev Close Change %
1 MFMI 875 730 -145 -16.57
2 JAWA 160 138 -22 -13.75
3 CNTX 545 472 -73 -13.39
4 PNSE 875 770 -105 -12.00
5 RELI 256 228 -28 -10.94
6 LPLI 148 132 -16 -10.81
7 JKSW 68 62 -6 -8.82
8 RMBA 378 348 -30 -7.94
9 BISI 1,520 1,400 -120 -7.89
10 PSDN 208 192 -16 -7.69
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 332 344 12 3.61
2 BHIT 82 81 -1 -1.22
3 KPIG 136 135 -1 -0.74
4 PGAS 2,230 2,270 40 1.79
5 MNCN 790 780 -10 -1.27
6 TLKM 3,760 3,730 -30 -0.80
7 SCMA 1,785 1,725 -60 -3.36
8 ADRO 1,730 1,700 -30 -1.73
9 TARA 890 890 0 0.00
10 INKP 13,675 13,475 -200 -1.46