Portal Berita Ekonomi Kamis, 16 Agustus 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:01 WIB. PSI - Buku 'Kebijakan Ahok' juga berisi cara Basuki Tjahaja Purnama membangun Jakarta.
  • 15:01 WIB. PSI - Buku 'Kebijakan Ahok' tidak hanya berisi kebijakan tetapi juga warisan.
  • 14:59 WIB. Ahok - Melalui timnya, Ahok luncurkan buku 'Kebijakan Ahok'.
  • 14:46 WIB. Ritel - Konsep belanja ritel kini beralih menjadi online.
  • 14:42 WIB. Wekraf – Wonosobo Ekonomi kreatif (Wekraf) wadah para kreator mengembangkan ekonomi kreatif.
  • 14:42 WIB. Emas Antam – Harga jual dan beli kembali emas antam menyusut.
  • 14:38 WIB.

    Asian Games – Asian games buka peluang UMKM tembus pasar ekspor.

  • 14:18 WIB. Tokopedia - Tokopedia berupaya majukan usaha mikro, kecil, dan menengah.
  • 14:15 WIB. SDM - Kemenperin prioritaskan peningkatan SDM 2019.
  • 14:05 WIB. Jokowi - Menjalanlan program "BBM Satu Harga" agar terwujudnya pancasila sila ke-5.
  • 13:37 WIB. Jokowi - Program Jokowi "Dana Desa" untuk fasilitasi infrastruktur.
  • 13:33 WIB. ESDM - Kementerian ESDM fasilitasi Riau blok rokan.
  • 12:46 WIB. Jokowi - Pemerintah tidak main-main dengan aksi pencurian ikan yang dulu sering terjadi di perairan Indonesia.
  • 12:45 WIB. Jokowi - Kemiskinan berhasil ditekan dari 28,59 juta menjadi 25,95 juta.
  • 12:43 WIB. Airlangga Hartanto - Partai Golkar tetap solid dukung Jokowi-Ma'ruf Amin.

HNSI Dukung Satgas 115 Sikat Kejahatan Laut

Foto Berita HNSI Dukung Satgas 115 Sikat Kejahatan Laut
Warta Ekonomi.co.id, Medan -

Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumatera Utara mendukung peran Satuan Tugas 115 yang memberantas berbagai kejahatan pencurian ikan oleh nelayan asing di wilayah kelautan nasional.

"Selain itu, juga penangkapan ikan secara ilegal yang dilakukan Pukat Hela (Trawl) dan Pukat Tarik (Seine Net) yang masih saja beroperasi di perairan Indonesia," kata Wakil Ketua DPD HNSI Sumut Nazli di Medan, Senin (12/2/2018).

Penanganan atas persoalan itu melalui penertiban, kata dia, merupakan tanggung jawab Satgas 115.

"Peranan Satgas 115 itu, juga diharapkan dapat membongkar kejahatan di laut, yakni aksi penyeludupan narkoba dan pencurian ikan dilakukan nelayan asing," ujar Nazli.

Ia mengatakan selama ini Satgas 115 tersebut tidak hanya menemukan kasus pencurian ikan, tetapi juga penyeludupan narkoba dan bahan-bahan material lainnya yang merugikan negara.

Ia mengatakan satgas tersebut tidak mungkin membiarkan kapal penangkap ikan yang membawa barang ilegal.

"Karena ruang lingkup tugas satgas tersebut juga cukup luas dan mencakup perairan Indonesia," ucapnya.

Nazli menyebutkan peranan satgas tersebut perlu ditingkatkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menangani kejahatan kelautan serta melakukan antisipasi kejahatan tersebut.

Satgas yang dibawah kendali Menteri Kelautan dan Perikanan itu, katanya, harus mampu melaksanakan tugas yang terbaik bagi bangsa dan negara.

Dengan diperluasnya peran satgas tersebut, katanya, tentunya juga perlu penambahan personel dan kapal khusus yang beroperasi menangkap pelaku pencurian ikan serta penyelundupan barang yang merugikan negara.

"Kehadiran Satgas 115, juga dapat bersinergi dengan TNI AL, Bea dan Cukai, Polri, institusi terkait lainnya dalam pengamanan dan penegakan hukum di wilayah perairan Indonesia," kata dia.

Sebelumnya, Kementerian Kelautan Perikanan melalui Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Lampulo, Banda Aceh, menangkap kapal nelayan berbendera Malaysia.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Pangkalan PSDKP Lampulo Herno Hardianto di Banda Aceh, Minggu (28/1) mengatakan petugas juga mengamankan empat anak buah kapal yang semua warga Myanmar.

"Kapal nelayan berbendera Malaysia tersebut ditangkap saat mencuri ikan di perairan timur Aceh, sekitar 20 mil dari Langsa. Kapal ditangkap pada 24 Januari lalu sekitar pukul 04.46 WIB," ungkap Herno.

Saat ini, kapal nelayan Malaysia tersebut diamankan di Pelabuhan Samudra Lampulo, Banda Aceh. Sebelumnya, kapal tersebut sempat dibawa singgah di Langsa. Kapal kayu dengan nama SLFA 4935 itu memiliki kapasitas 29 gross ton.

Adapun empat nelayan kapal berbendera Malaysia yang diamankan tersebut, yakni Win Su Htwe (20), nakhoda kapal, serta tiga anak buah kapal, yaitu Myo Win Aung (32), Soe Min (34), dan Moe Moe (39).

Tag: Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Medan, Sumatera Utara (Sumut), Nelayan

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5816.590 46.717 598
2 Agriculture 1592.077 88.033 19
3 Mining 1997.378 23.635 46
4 Basic Industry and Chemicals 774.066 4.001 70
5 Miscellanous Industry 1202.898 18.374 45
6 Consumer Goods 2314.885 9.200 46
7 Cons., Property & Real Estate 437.652 -1.224 67
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1016.194 17.287 70
9 Finance 1058.652 8.733 91
10 Trade & Service 833.087 1.148 144
No Code Prev Close Change %
1 LSIP 1,180 1,325 145 12.29
2 AALI 11,900 13,300 1,400 11.76
3 BWPT 214 238 24 11.21
4 LPIN 980 1,085 105 10.71
5 IKAI 164 180 16 9.76
6 JIHD 450 490 40 8.89
7 NICK 125 135 10 8.00
8 GZCO 65 70 5 7.69
9 MIKA 1,790 1,925 135 7.54
10 EXCL 2,730 2,920 190 6.96
No Code Prev Close Change %
1 YPAS 890 700 -190 -21.35
2 IDPR 770 700 -70 -9.09
3 GMFI 228 210 -18 -7.89
4 ASBI 314 290 -24 -7.64
5 PANS 1,680 1,555 -125 -7.44
6 ACES 1,370 1,275 -95 -6.93
7 RELI 270 252 -18 -6.67
8 TIRA 136 127 -9 -6.62
9 BIPP 79 74 -5 -6.33
10 PSDN 298 280 -18 -6.04
No Code Prev Close Change %
1 PTBA 4,160 4,030 -130 -3.12
2 BBRI 3,130 3,210 80 2.56
3 TKIM 14,750 13,975 -775 -5.25
4 KREN 725 770 45 6.21
5 TLKM 3,350 3,430 80 2.39
6 BBNI 7,300 7,375 75 1.03
7 PGAS 1,815 1,840 25 1.38
8 ASII 6,825 6,975 150 2.20
9 UNTR 34,050 34,000 -50 -0.15
10 ERAA 2,730 2,650 -80 -2.93