Taspen Siap Serap Seluruh Right Issue Bank Mantap

Taspen Siap Serap Seluruh Right Issue Bank Mantap Kredit Foto: Annisa Nurfitriyani

PT Bank Mandiri Taspen Pos (Bank Mantap) berencana untuk melakukan penambahan modal atau right issue dengan mengincar dana sebesar Rp500 miliar. Dalam aksi tersebut, PT Tabungan dan Asuransi Pensiun (Persero) atau Taspen menyatakan kesiapannya untuk menyerap seluruh right issue yang akan digelar anak usahanya tersebut. 

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Taspen Iqbal Lantaro usai menggelar paparan publik kinerja tahun 2017, di Jakarta, Senin (12/2/2018).

"Bank Mantap right issue Rp500 miliar. Tentu kami lagi menggoda pemegang saham. Kalau mereka tidak berminat, kami berminat semua," ungkapnya. 

Meski begitu, Iqbal menyatakan jika pihaknya harus terlebih dahulu melakukan kesepakatan dengan pemegang saham Bank Mantap lainnya. Pasalnya, selain Taspen, saham Bank Mantap juga digenggam oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan juga ada pemegang saham perorangan. 

"Mudah-mudahan nanti ada kesepakatan kita dengan pemegang saham karena ada 3 pemegang saham Bank Mantap, Bank Mandiri dan ada pemegang perorang 1%," jelasnya. 

Lebih lanjut Ia menyebutkan apabila Bank Mantap akan melaksanakan right issue sebelum semester pertama tahun ini berakhir. Dana hasil right issue akan dialokasikan oleh Bank Mantap untuk melakukan ekspansi kreditnya. 

"Realisasi right issue paling lambat Mei. Taspen sendiri tunggu pemegang saham lain, tapi kami stand by Rp500 miliar. Kalau tidak ada yang ambil, Taspen ambil semua. Tapi, belum perubahan pemegang saham yah. Ini ada unit kajian tinggal valuasi harga, KJPP sudah menilai yah," pungkasnya.

Pasalnya, terang Iqbal, ada beberapa sinergi yang dapat dilakukan perseroan dengam Bank Mantap. Apabila sinergi tersebut dapat dilakukan, akan memberikan dampak kepada kinerja perusahaan ke depannya. 

"Ada beberapa yang bisa sinergi antara Bank Mantap dengan Taspen. Sehingga ke depan Bank Mantap bisa beri laba lebih tinggi ke Taspen. Di 2016 akhir tahun kami tingkatkan share dari 20% ke 40%. Sekarang kita ada kemungkinan untuk meningkatkan," pungkasnya. 

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini