Portal Berita Ekonomi Jum'at, 23 Februari 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:18 WIB. Migas - Kementerian ESDM menunjuk operator eksisting untuk menjadi pengelola sementara di Blok Tuban.
  • 06:16 WIB. MEDC - Medco Energi Internasional siap melunasi obligasi sebesar Rp1,5 triliun yang jatuh tempo pada Maret 2018.
  • 06:15 WIB. TINS - PT Timah menargetkan laba bersih sebesar Rp1 triliun pada 2018.
  • 06:14 WIB. BNI Life - BNI Life Insurance membukukan pertumbuhan laba bersih hingga 105% sepanjang 2017.
  • 06:13 WIB. KLBF - Kalbe Farma menargetkan kontribusi obat biosimilar naik menjadi 25%-30% dalam lima tahun mendatang.
  • 06:12 WIB. Impor - Kemendag mengeluarkan izin impor kerbau sebanyak 100.000 ton untuk jangka waktu satu tahun.
  • 06:11 WIB. Pos Indonesia - Pos Indonesia menargetkan pendapatan naik 5%-10% menyusul kerja sama dengan Lion Parcel.
  • 06:10 WIB. TMMIN - TMMIN menyatakan masih memiliki anggaran investasi Rp7 triliun untuk pengembangan produk Toyota hingga 2019.
  • 06:09 WIB. IHSG - Binaartha Sekuritas memproyeksikan IHSG masih akan melanjutkan pelemahan di akhir pekan ini.
  • 06:09 WIB. IHSG - Reliance Sekuritas memprediksi tren penurunan IHSG masih akan menahan laju indeks hari ini.
  • 06:08 WIB. IHSG - Indosurya Sekuritas optimistis indeks akan bisa lepas dari zona merah pada hari ini.

Industri Manufaktur Besar dan Sedang di Sulsel Meningkat 1,11 Persen

Foto Berita Industri Manufaktur Besar dan Sedang di Sulsel Meningkat 1,11 Persen
Warta Ekonomi.co.id, Makassar -
Kinerja industri manufaktur besar dan sedang di Sulsel memperlihatkan tren positif pada triwulan IV-2017. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya pertumbuhan hingga 1,11 persen bila dibandingkan periode triwulan III-2017. Yang cukup membanggakan, torehan Sulsel kali ini berada di atas angka nasional yang mengalami pelemahan. 
 
"Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang pada triwulan IV-2017 mengalami kenaikan 1,11 persen jika dibandingkan triwulan sebelumnya. Sulsel berada di atas angka pertumbuhan nasional yang turun sebesar 0,59 persen," kata Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam, Selasa, (13/2/2018).
 
Menurut Nursam, industri manufaktur besar dan sedang pada triwulan IV-2017 bahkan mengalami kenaikan 7,65 persen bila dibandingkan triwulan yang sama pada tahun lalu. Lagi-lagi, sambung dia, capaian Sulsel tersebut berada di atas angka pertumbuhan nasional sebesar 5,15 persen pada periode yang sama. 
 
"Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang pada 2017 dibandingkan 2016, baik Sulsel maupun nasional, mengalami kenaikan masing-masing sebesar 5,69 persen dan 4,74 persen," kata Nursam. 
 
Pertumbuhan positif dari industri manufaktur besar dan sedang tidak diikuti skala mikro dan kecil. Pada triwulan IV-2017, produksi industri manufaktur mikro dan kecil mengalami penurunan sebesar 1,03 persen dibandingkan triwulan sebelumnya. Capaian Sulsel masih berada di bawah pertumbuhan secara nasional yang turun sebesar 0,21 persen. 
 
Terlepas dari penurunan secara triwulanan, industri manufaktur mikro dan kecil masih mengalami kenaikan sebesar 2,51 persen secara tahunan. Itu bila capaian pada triwulan IV 2017 dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Sayangnya, kenaikan yang tidak signifikan itu menempatkan Sulsel masih di bawah angka nasional sebesar 4,59 persen.  
 
"Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil pada 2017 dibandingkan 2016, Sulsel mengalami penurunan sebesar 0,01 persen," pungkasnya.

Tag: industri manufaktur, Badan Pusat Statistik (BPS), Nursam Salam

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/M Agung Rajasa

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,661.84 3,625.48
British Pound GBP 1.00 19,108.10 18,914.79
China Yuan CNY 1.00 2,161.66 2,140.25
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,733.00 13,597.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,714.49 10,607.02
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,754.86 1,737.37
Dolar Singapura SGD 1.00 10,374.71 10,271.19
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,868.24 16,699.84
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,510.48 3,473.05
Yen Jepang JPY 100.00 12,803.47 12,674.31

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6593.060 -50.340 572
2 Agriculture 1662.795 -6.014 19
3 Mining 2016.043 7.729 44
4 Basic Industry and Chemicals 764.403 3.337 69
5 Miscellanous Industry 1342.772 -26.217 43
6 Consumer Goods 2818.345 -19.553 47
7 Cons., Property & Real Estate 536.410 -1.811 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1162.413 -10.945 62
9 Finance 1204.933 -13.724 90
10 Trade & Service 936.546 -8.265 133
No Code Prev Close Change %
1 BOSS 1,120 1,400 280 25.00
2 WOMF 246 306 60 24.39
3 INRU 975 1,190 215 22.05
4 RODA 150 175 25 16.67
5 ATIC 665 770 105 15.79
6 SKBM 500 570 70 14.00
7 TBMS 1,015 1,150 135 13.30
8 IDPR 905 1,000 95 10.50
9 BIPI 90 99 9 10.00
10 BSSR 2,630 2,890 260 9.89
No Code Prev Close Change %
1 BBRM 67 55 -12 -17.91
2 BMSR 228 199 -29 -12.72
3 YPAS 775 695 -80 -10.32
4 GOLD 500 454 -46 -9.20
5 BGTG 165 151 -14 -8.48
6 BNBA 294 270 -24 -8.16
7 CITA 650 600 -50 -7.69
8 AHAP 178 165 -13 -7.30
9 RMBA 338 314 -24 -7.10
10 MKNT 322 300 -22 -6.83
No Code Prev Close Change %
1 BIPI 90 99 9 10.00
2 DEWA 65 61 -4 -6.15
3 BUMI 340 330 -10 -2.94
4 MEDC 1,365 1,460 95 6.96
5 ENRG 268 266 -2 -0.75
6 PGAS 2,720 2,660 -60 -2.21
7 TLKM 4,070 4,010 -60 -1.47
8 BBRI 3,800 3,770 -30 -0.79
9 BRMS 90 90 0 0.00
10 UNTR 37,000 35,875 -1,125 -3.04