Portal Berita Ekonomi Jum'at, 23 Februari 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 19:08 WIB. BRI - Transaksi remitansi di BRI capai Rp827 triliun sepanjang 2017.
  • 19:07 WIB. BRI - BRI tawarkan 3 promo bunga KPR: 6% fixed 1 tahun, 6,75% fixed 3 tahun, dan 7,25% fixed 5 tahun.
  • 19:05 WIB. Asuransi - Generali Indonesia optimistis pamor unitlink bisa naik dua digit.
  • 19:03 WIB. Bank Mandiri - Bank Mandiri targetkan KPR 2018 tumbuh 15%.
  • 19:02 WIB. Pertagas - Pertagas Niaga pasok gas ke industri Kuala Tanjung.
  • 19:01 WIB. BTN - BTN bakal menekan biaya dana pihak ketiga hingga di bawah 5%.
  • 19:00 WIB. Pertamina - Pertamina ajak pebalap Indonesia tradisikan aman berkendara.
  • 18:58 WIB. Bank Mandiri - Nilai NPL ruko di Bank Mandiri di atas rata-rata NPL properti, yaitu diatas 2%.
  • 18:56 WIB. Bank Mandiri - Bank Mandiri akan luncurkan KPR khusus milenial.
  • 18:55 WIB. Bank Mandiri - Bank Mandiri tawarkan bunga promo KPR 5,55%.

Hasil Survei: 60% UKM ASEAN Akan Fokus Investasi di Teknologi

Foto Berita Hasil Survei: 60% UKM ASEAN Akan Fokus Investasi di Teknologi
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Singapura dan kawasan ASEAN melihat adanya kebutuhan untuk melakukan investasi lebih di bidang teknologi agar bisnis dapat lebih berhasil dalam situasi saat ini yang semakin menantang. Inilah hasil temuan survei dari ASEAN SME Transformation Study oleh United Overseas Bank (UOB), EY, dan Dun & Bradstreet.

Studi tersebut menemukan bahwa tiga dari lima (60 persen) UKM di ASEAN di 2018 akan memfokuskan investasi mereka pada teknologi, dibandingkan aset tetap lainnya, untuk membantu mendorong kinerja bisnis. UKM di Singapura (63 persen) memiliki preferensi yang sama untuk berinvestasi di bidang teknologi, dibandingkan investasi aset seperti pabrik dan mesin.

Sebanyak 78 persen UKM di ASEAN menyatakan bahwa mereka ingin berinvestasi secara khusus dalam perangkat lunak (software), seperti memperbaiki situs web dan membuat aplikasi mobile. Mereka percaya bahwa inovasi semacam itu akan membantu menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih baik dan untuk meningkatkan loyalitas pelanggan. Investasi perangkat keras (hardware) dan infrastruktur menempati urutan kedua (65 persen) untuk UKM di seluruh ASEAN.

Meski melihat kebutuhan untuk berinovasi, para UKM masih bergantung pada berbagai perangkat yang tersedia saat ini seperti perangkat lunak berlisensi, manajemen hubungan pelanggan, serta pengelolaan konten dan database.

Liew Nam Soon, Managing Partner EY Asean Markets, Ernst & Young Advisory Pte. Ltd. mengungkapkan, UKM di kawasan ASEAN memiliki peluang yang signifikan untuk meningkatkan kemampuan digital mereka. "UKM biasanya lebih berhati-hati dalam mengadopsi aplikasi terkini," ungkapnya, Senin (12/2/2018) di Singapura.

Namun, hal ini mulai berubah dikarenakan mereka mendapatkan gempuran disruptif, seperti automatisasi proses robotik, artificial intelligence, dan 3D printing yang mulai membangkitkan rasa ingin tahu para UKM. Pada waktunya, kami berharap semakin banyak UKM yang berlangganan aplikasi berbasis web sehingga mereka bebas dari aktivitas pengelolaan fungsi TI secara internal.

"Ke depannya, dan seiring dengan perluasan eksploitasi digitalnya, para UKM ini perlu mencari talenta yang berpengalaman di bidang digital seperti spesialis di bidang data dan analis, perancang user experience atau user interface, dan pemasar digital, untuk membantu bisnis mereka bertransformasi secara efektif untuk ekonomi digital," kata Liew lagi.

Tag: Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Ernst & Young, Liew Nam Soon

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Ernst & Young

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,661.84 3,625.48
British Pound GBP 1.00 19,108.10 18,914.79
China Yuan CNY 1.00 2,161.66 2,140.25
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,733.00 13,597.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,714.49 10,607.02
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,754.86 1,737.37
Dolar Singapura SGD 1.00 10,374.71 10,271.19
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,868.24 16,699.84
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,510.48 3,473.05
Yen Jepang JPY 100.00 12,803.47 12,674.31

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6593.060 -50.340 572
2 Agriculture 1662.795 -6.014 19
3 Mining 2016.043 7.729 44
4 Basic Industry and Chemicals 764.403 3.337 69
5 Miscellanous Industry 1342.772 -26.217 43
6 Consumer Goods 2818.345 -19.553 47
7 Cons., Property & Real Estate 536.410 -1.811 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1162.413 -10.945 62
9 Finance 1204.933 -13.724 90
10 Trade & Service 936.546 -8.265 133
No Code Prev Close Change %
1 BOSS 1,120 1,400 280 25.00
2 WOMF 246 306 60 24.39
3 INRU 975 1,190 215 22.05
4 RODA 150 175 25 16.67
5 ATIC 665 770 105 15.79
6 SKBM 500 570 70 14.00
7 TBMS 1,015 1,150 135 13.30
8 IDPR 905 1,000 95 10.50
9 BIPI 90 99 9 10.00
10 BSSR 2,630 2,890 260 9.89
No Code Prev Close Change %
1 BBRM 67 55 -12 -17.91
2 BMSR 228 199 -29 -12.72
3 YPAS 775 695 -80 -10.32
4 GOLD 500 454 -46 -9.20
5 BGTG 165 151 -14 -8.48
6 BNBA 294 270 -24 -8.16
7 CITA 650 600 -50 -7.69
8 AHAP 178 165 -13 -7.30
9 RMBA 338 314 -24 -7.10
10 MKNT 322 300 -22 -6.83
No Code Prev Close Change %
1 BIPI 90 99 9 10.00
2 DEWA 65 61 -4 -6.15
3 BUMI 340 330 -10 -2.94
4 MEDC 1,365 1,460 95 6.96
5 ENRG 268 266 -2 -0.75
6 PGAS 2,720 2,660 -60 -2.21
7 TLKM 4,070 4,010 -60 -1.47
8 BBRI 3,800 3,770 -30 -0.79
9 BRMS 90 90 0 0.00
10 UNTR 37,000 35,875 -1,125 -3.04