Portal Berita Ekonomi Sabtu, 24 Februari 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 04:12 WIB. BBM - Pemerintah Indonesia memastikan belum akan menaikkan tarif dasar listrik dan BBM pada tahun ini.
  • 04:09 WIB. IPO - MNC Studio International mengincar dana Rp1 triliun dari rencana IPO.
  • 04:07 WIB. OJK - OJK masih mengkaji usulan pelaku industri pembiayaan soal perluasan kegiatan usaha berupa pembiayaan tunai.
  • 04:04 WIB. Rusun - Totalindo Eka Persada mengklaim tak melanggar aturan dalam pembangunan rusun Klapa Village.
  • 04:02 WIB. Tol - Astra Infra menargetkan pendapatan tol ruas Tangerang Merak naik 11,5% menjadi Rp554 miliar pada 2018.

Hasil Survei: 60% UKM ASEAN Akan Fokus Investasi di Teknologi

Foto Berita Hasil Survei: 60% UKM ASEAN Akan Fokus Investasi di Teknologi
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Singapura dan kawasan ASEAN melihat adanya kebutuhan untuk melakukan investasi lebih di bidang teknologi agar bisnis dapat lebih berhasil dalam situasi saat ini yang semakin menantang. Inilah hasil temuan survei dari ASEAN SME Transformation Study oleh United Overseas Bank (UOB), EY, dan Dun & Bradstreet.

Studi tersebut menemukan bahwa tiga dari lima (60 persen) UKM di ASEAN di 2018 akan memfokuskan investasi mereka pada teknologi, dibandingkan aset tetap lainnya, untuk membantu mendorong kinerja bisnis. UKM di Singapura (63 persen) memiliki preferensi yang sama untuk berinvestasi di bidang teknologi, dibandingkan investasi aset seperti pabrik dan mesin.

Sebanyak 78 persen UKM di ASEAN menyatakan bahwa mereka ingin berinvestasi secara khusus dalam perangkat lunak (software), seperti memperbaiki situs web dan membuat aplikasi mobile. Mereka percaya bahwa inovasi semacam itu akan membantu menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih baik dan untuk meningkatkan loyalitas pelanggan. Investasi perangkat keras (hardware) dan infrastruktur menempati urutan kedua (65 persen) untuk UKM di seluruh ASEAN.

Meski melihat kebutuhan untuk berinovasi, para UKM masih bergantung pada berbagai perangkat yang tersedia saat ini seperti perangkat lunak berlisensi, manajemen hubungan pelanggan, serta pengelolaan konten dan database.

Liew Nam Soon, Managing Partner EY Asean Markets, Ernst & Young Advisory Pte. Ltd. mengungkapkan, UKM di kawasan ASEAN memiliki peluang yang signifikan untuk meningkatkan kemampuan digital mereka. "UKM biasanya lebih berhati-hati dalam mengadopsi aplikasi terkini," ungkapnya, Senin (12/2/2018) di Singapura.

Namun, hal ini mulai berubah dikarenakan mereka mendapatkan gempuran disruptif, seperti automatisasi proses robotik, artificial intelligence, dan 3D printing yang mulai membangkitkan rasa ingin tahu para UKM. Pada waktunya, kami berharap semakin banyak UKM yang berlangganan aplikasi berbasis web sehingga mereka bebas dari aktivitas pengelolaan fungsi TI secara internal.

"Ke depannya, dan seiring dengan perluasan eksploitasi digitalnya, para UKM ini perlu mencari talenta yang berpengalaman di bidang digital seperti spesialis di bidang data dan analis, perancang user experience atau user interface, dan pemasar digital, untuk membantu bisnis mereka bertransformasi secara efektif untuk ekonomi digital," kata Liew lagi.

Tag: Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Ernst & Young, Liew Nam Soon

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Ernst & Young

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,663.17 3,626.81
British Pound GBP 1.00 19,165.88 18,973.43
China Yuan CNY 1.00 2,164.08 2,142.65
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,738.00 13,602.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,760.98 10,651.73
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,756.10 1,738.65
Dolar Singapura SGD 1.00 10,411.52 10,304.55
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,923.84 16,753.58
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,525.28 3,485.90
Yen Jepang JPY 100.00 12,854.87 12,725.23

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6619.804 26.744 572
2 Agriculture 1663.837 1.042 19
3 Mining 2028.689 12.646 44
4 Basic Industry and Chemicals 760.266 -4.137 69
5 Miscellanous Industry 1371.774 29.002 43
6 Consumer Goods 2826.534 8.189 47
7 Cons., Property & Real Estate 535.613 -0.797 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1167.809 5.396 62
9 Finance 1209.910 4.977 90
10 Trade & Service 942.344 5.798 133
No Code Prev Close Change %
1 BBRM 55 74 19 34.55
2 BOSS 1,400 1,750 350 25.00
3 CITA 600 740 140 23.33
4 AISA 545 665 120 22.02
5 NELY 137 161 24 17.52
6 IPCM 400 460 60 15.00
7 IPOL 134 148 14 10.45
8 BCIP 137 150 13 9.49
9 SONA 3,800 4,100 300 7.89
10 PSAB 191 206 15 7.85
No Code Prev Close Change %
1 LPGI 4,500 4,040 -460 -10.22
2 TIRA 280 252 -28 -10.00
3 SKBM 570 515 -55 -9.65
4 KBLV 520 480 -40 -7.69
5 AGRS 740 685 -55 -7.43
6 MTSM 248 230 -18 -7.26
7 INCI 510 474 -36 -7.06
8 BSSR 2,890 2,720 -170 -5.88
9 ASBI 310 294 -16 -5.16
10 DEWA 61 58 -3 -4.92
No Code Prev Close Change %
1 AISA 545 665 120 22.02
2 LMAS 64 63 -1 -1.56
3 BOSS 1,400 1,750 350 25.00
4 PGAS 2,660 2,610 -50 -1.88
5 TRAM 352 376 24 6.82
6 BUMI 330 324 -6 -1.82
7 BBCA 23,900 24,250 350 1.46
8 ESTI 90 88 -2 -2.22
9 UNTR 35,875 37,000 1,125 3.14
10 PBRX 498 498 0 0.00