Portal Berita Ekonomi Jum'at, 22 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:43 WIB. Pertamina - Pertamina MOR IV memasok kebutuhan BBM dan Pelumas Polda Jateng.
  • 20:42 WIB. Pertamina - Pertamina meresmikan dua titik BBM satu harga di Maluku dan Papua.
  • 20:42 WIB. Perindo - Perindo fokus perkuat ekspor perikanan ke Jepang dan AS.
  • 20:42 WIB. AXA - Axa Mandiri menargetkan premi nasabah prioritas naik 10% tahun ini.
  • 20:41 WIB. PTPN - Berdasarkan perkiraan PTPN, stok GKP pada awal tahun depan hanya 300.000-400.000 ton.
  • 20:41 WIB. PTPN - PTPN Holding akan meminta kuota untuk impor gula mentah pada tahun ini.
  • 20:41 WIB. Energi - Pertamina bersinergi dengan PLN terkait pemanfaatan listrik di lingkungan Pertamina RU II.

Ingin Investasi di Teknologi, UKM Belum Tahu Efisiensi 'Software as a Service'

Foto Berita Ingin Investasi di Teknologi, UKM Belum Tahu Efisiensi 'Software as a Service'
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Meskipun berfokus pada teknologi, studi dari hasil temuan survei ASEAN SME Transformation Study oleh United Overseas Bank (UOB), EY, dan Dun & Bradstreet, menyoroti bahwa para UKM tidak menyadari betapa efisiennya menggunakan pay-per-use, atau Software-as-a-Service (SaaS) yang dapat memenuhi kebutuhan bisnis mereka. SaaS mengacu pada perangkat lunak berbasis web yang dapat digunakan untuk mengelola proses bisnis seperti akuntansi, penagihan, dan payroll.

SaaS adalah pilihan yang lebih hemat untuk usaha kecil dibandingkan perangkat lunak berlisensi yang bersifat tradisional. Ini memberikan fleksibilitas bagi pengguna, dimana mereka hanya membayar untuk apa yang mereka gunakan dan untuk menyesuaikan solusi berdasarkan kebutuhan bisnis mereka. Seiring dengan berkembangnya bisnis, mereka dapat menambahkan fungsi-fungsi baru atau meningkatkan jumlah pengguna ke aplikasi solusi yang telah ada, tanpa memerlukan investasi secara signifikan lebih lanjut.

UOB Head of Group Business Banking Lawrence Loh menyatakan bahwa ketika usaha kecil mengeksplorasi solusi teknologi untuk meningkatkan operasi bisnis, mereka harus mempertimbangkan berbagai pilihan untuk memastikan penggunaan sumber daya yang lebih efektif.

Temuan dari studi ini menilai bahwa banyak usaha kecil yang tidak mengoptimalkan pembelanjaan teknologi. Preferensi untuk menggunakan perangkat lunak berlisensi yang bersifat tradisional, bisa jadi dilakukan karena lebih familiar dibandingkan dengan solusi baru seperti SaaS.

"SaaS seringkali lebih hemat biaya dan memungkinkan bisnis untuk terus mengimbangi kemajuan teknologi. Di UOB, kami percaya bahwa usaha kecil bisa mendapatkan keuntungan dari penggunaan SaaS. Dengan demikian, kami memperkenalkan UOB BizSmart, seperangkat aplikasi bisnis berbasis cloud yang menampilkan cara sederhana dan biaya yang lebih efisien bagi usaha kecil untuk mengelola proses bisnis seperti proses pembayaran gaji, invoice, dan pengelolaan inventori secara lebih efisien," ujar Loh, Senin (12/2/2018) di Singapura.

Pada November 2017, UOB meningkatkan solusi yang tersedia melalui UOB BizSmart, yang bekerja sama dengan SAP untuk menawarkan SAP Business One kepada pelanggannya. Ini adalah pertama kalinya SAP Business One ditawarkan ke UKM melalui sebuah bank Asia. Melalui kolaborasi tersebut, UKM mendapatkan manfaat dari solusi perencanaan sumber daya perusahaan yang biasanya digunakan oleh perusahaan besar, untuk mengautomatisasi dan mengelola proses administrasinya sehari-hari.

Tag: Usaha Kecil dan Menengah (UKM), United Overseas Bank Limited (UOB), Lawrence Loh

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Ernst & Young

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.17 3,734.94
British Pound GBP 1.00 18,447.47 18,263.53
China Yuan CNY 1.00 2,107.04 2,086.19
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,149.00 14,009.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,042.96 9,942.19
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,802.90 1,785.04
Dolar Singapura SGD 1.00 10,446.69 10,342.56
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,044.97 15,882.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,467.04 3,430.22
Yen Jepang JPY 100.00 12,776.77 12,646.93

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6501.378 -36.388 628
2 Agriculture 1604.794 -11.878 21
3 Mining 1940.127 4.527 47
4 Basic Industry and Chemicals 888.309 -14.973 71
5 Miscellanous Industry 1338.979 -8.175 46
6 Consumer Goods 2638.097 -16.371 51
7 Cons., Property & Real Estate 455.949 -3.945 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1207.267 -6.802 72
9 Finance 1235.093 -8.628 91
10 Trade & Service 834.167 6.854 155
No Code Prev Close Change %
1 INTD 141 190 49 34.75
2 OCAP 72 97 25 34.72
3 JAYA 432 540 108 25.00
4 INPS 2,400 3,000 600 25.00
5 SIMA 258 322 64 24.81
6 BALI 895 1,115 220 24.58
7 PNSE 675 840 165 24.44
8 CLAY 1,395 1,725 330 23.66
9 SQMI 272 332 60 22.06
10 MFMI 650 790 140 21.54
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,425 1,095 -330 -23.16
2 TALF 332 260 -72 -21.69
3 IBFN 266 232 -34 -12.78
4 INCI 570 510 -60 -10.53
5 KOIN 302 272 -30 -9.93
6 POLI 1,160 1,055 -105 -9.05
7 PJAA 1,500 1,400 -100 -6.67
8 SMDM 178 168 -10 -5.62
9 SDPC 110 104 -6 -5.45
10 TBIG 4,440 4,200 -240 -5.41
No Code Prev Close Change %
1 UNTR 26,500 27,950 1,450 5.47
2 BMRI 7,325 7,100 -225 -3.07
3 ADRO 1,415 1,410 -5 -0.35
4 PGAS 2,640 2,650 10 0.38
5 BNLI 1,055 1,055 0 0.00
6 JPFA 2,330 2,340 10 0.43
7 INDY 2,180 2,170 -10 -0.46
8 BUMI 163 158 -5 -3.07
9 SQMI 272 332 60 22.06
10 ANTM 1,035 1,055 20 1.93