Portal Berita Ekonomi Selasa, 21 Agustus 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:08 WIB. Gempa Lombok - Jangkauan mobile BTS di lokasi gempa Lombok tak sebaik menara.
  • 09:07 WIB. Bahan baku - Indonesia miliki pabrik bahan baku ban pertama di Banten.
  • 09:06 WIB. Harga pokok - DISPERINDAG Kota Palembang awasi harga pokok di pasar tradisional jelang Idul Adha.
  • 09:06 WIB. Facebook - Facebook Indonesia menjalani sidang pagi ini di PN Jakarta Selatan.
  • 09:04 WIB. Ekspor - Ekspor jagung ke Filipina dinilai kurang tepat oleh pengamat.
  • 09:02 WIB. Bisnis - Situs bisnis sambut baik inovasi keuangan digital.
  • 09:01 WIB. Sapi - Kementan tetap fokus berdayakan ternak sapi perah.
  • 08:30 WIB. Gempa Lombok - 4.000 sapi korban gempa Lombok dipasangi mikrocip.
  • 08:30 WIB. Gempa Lombok - 4.000 sapi korban gempa Lombok dipasangi mikrocip.
  • 06:17 WIB. 2G - Rudiantara: Tinggal tunggu waktunya jaringan 2G dimatikan.
  • 06:15 WIB. AMD - AMD luncurkan Ryzen Threadripper 2 yang diklaim sebagai prosesor desktop terkuat di dunia.

Korban Travel Umrah Abu Tour Bertambah

Foto Berita Korban Travel Umrah Abu Tour Bertambah
Warta Ekonomi.co.id, Palembang -

Korban travel umrah di Palembang, Sumatera Selatan terus bertambah dan berupaya meminta pertanggungjawaban perusahaan Abu Tur segera memberangkatkan atau mengembalikan uang biaya perjalanan ibadah umrah yang telah mereka stor.

Puluhan jamaah calon umrah yang telah melunasi biaya perjalanan ke Tanah Suci Mekkah sejak sepekan terakhir hingga Selasa, tampak silih berganti terus mendatangi kantor perwakilan Travel Abu Tur.

Warga datang setelah perusahaan travel umrah itu ditutup pengelolanya setelah adanya rombongan jamaah yang gagal berangkat meminta pertanggungjawaban pihak travel yang berkantor pusat di Makasar itu.

Salah seorang korban travel umrah, Hendra menjelaskan dia bersama puluhan jamaah yang dijadwalkan pihak Abu Tur berangkat pada Januari 2018 berupaya meminta pertanggungjawaban pihak pengelola travel tersebut.

"Beberapa pekan lalu masih ada petugas travel yang bisa dihubungi, namun setelah adanya pemberitaan di koran dan media massa lainnya mengenai banyaknya jamaah Abu Tur yang mengungkapkan gagal berangkat umrah, beberapa hari terakhir tidak ada lagi yang bisa dihubungi," ujarnya.

Untuk mendapatkan informasi mengenai kepastian bisa tidaknya dia bersama rombongan keluarga berangkat umrah berupaya mendatangi Kantor Abu Tur di kawasan Jalan Inspektur Marzuki Palembang itu, namun kantornya tertutup rapat pintu besi dan dipasangi garis polisi.

Melihat fakta tersebut, sangat diharapkan bantuan dari aparat kepolisian dan Kementerian Agama untuk memfasilitasi para korban travel umrah tersebut mendapatkan kembali uangnya atau segera dijadwalkan keberangkatannya, katanya.

Selain ke kantor travel Abu Tur, jamaah yang gagal berangkat umrah juga mendatangi Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Selatan di Palembang untuk meminta bantuan mendesak pihak travel memastikan keberangkatan mereka.

Kasubag Humas Kanwil Kemenag Sumsel Saefudin Latief mengatakan dalam sepekan terakhir secara bergantian ratusan jamaah calon umrah dari travel Abu Tur melaporkan permasalahan gagalnya mereka berangkat umrah.

Pengaduan korban travel umrah tersebut saat ini tengah dipelajari dan diupayakan penyelesaiannya sesuai dengan wewenang institusinya, kata Saefudin.

 

Tag: Umrah, Kementerian Agama (Kemenag)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Irwan Wahyudi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5892.192 108.394 599
2 Agriculture 1588.944 4.751 20
3 Mining 2014.336 48.471 46
4 Basic Industry and Chemicals 803.050 21.046 70
5 Miscellanous Industry 1263.593 43.399 45
6 Consumer Goods 2363.210 31.896 46
7 Cons., Property & Real Estate 439.284 6.072 67
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1012.787 14.681 70
9 Finance 1060.303 19.100 91
10 Trade & Service 846.847 15.397 144
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10