Portal Berita Ekonomi Sabtu, 24 Februari 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 04:12 WIB. BBM - Pemerintah Indonesia memastikan belum akan menaikkan tarif dasar listrik dan BBM pada tahun ini.
  • 04:09 WIB. IPO - MNC Studio International mengincar dana Rp1 triliun dari rencana IPO.
  • 04:07 WIB. OJK - OJK masih mengkaji usulan pelaku industri pembiayaan soal perluasan kegiatan usaha berupa pembiayaan tunai.
  • 04:04 WIB. Rusun - Totalindo Eka Persada mengklaim tak melanggar aturan dalam pembangunan rusun Klapa Village.
  • 04:02 WIB. Tol - Astra Infra menargetkan pendapatan tol ruas Tangerang Merak naik 11,5% menjadi Rp554 miliar pada 2018.

Pembentukan Bursa Efek Syariah Dinilai Tidak Tepat Waktu

Foto Berita Pembentukan Bursa Efek Syariah Dinilai Tidak Tepat Waktu
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan Roeslani pada akhir tahun lalu menginisiasi pembentukan Bursa Efek Khusus Syariah. Besarnya jumlah penduduk muslim di Tanah Air dinilai bakal menjadi katalis positif dalam pembentukan wadah baru dalam wajah pasar modal Tanah Air. 

Menyikapi hal itu, Ekonom Institute for Development and Economic of Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan rencana pembentukan Bursa Efek Khusus Syariah masih terlalu prematur. Pasalnya, permasalahan yang ada saat ini adalah jumlah investor di Indonesia, baik yang di saham konvensional maupun syariah berdasarkan data terakhir hanya 1,1 juta orang atau per single investor identification.

"Jumlah itu masih kecil, setara 0,42% dari total penduduk Indonesia," katanya kepada Warta Ekonomi, Selasa (13/2/2018).

Lebih lanjut dirinya mengatakan dengan pembentukan entitas baru dinilai kurang efisien lantaran jumlah pemainnya sedikit. Ditambah secara jumlah emiten, yang murni syariah jumlahnya tidak banyak. 

Saham yang masuk kategori Jakarta Islamic Index, lanjut Bhima, beririsan dengan saham di IHSG. Dikhawatirkan jika jumlah emiten dan investor sedikit maka likuiditas di pasar syariah tidak efektif untuk dilakukan trading harian. 

Seperti diketahui, saat ini Kadin bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah dalam pematangan konsep pembentukan Bursa Efek Khusus Syariah untuk selanjutnya diajukan ke pemerintah. Kadin sendiri berkeyakinan rencana tersebut bakal dapat dieksekusi pada akhir tahun ini.

Tag: Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Bursa Efek Indonesia (BEI), Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara, Rosan Perkasa Roeslani, Bursa Efek Khusus Syariah

Penulis: Gito Adiputro Wiratno

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,663.17 3,626.81
British Pound GBP 1.00 19,165.88 18,973.43
China Yuan CNY 1.00 2,164.08 2,142.65
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,738.00 13,602.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,760.98 10,651.73
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,756.10 1,738.65
Dolar Singapura SGD 1.00 10,411.52 10,304.55
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,923.84 16,753.58
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,525.28 3,485.90
Yen Jepang JPY 100.00 12,854.87 12,725.23

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6619.804 26.744 572
2 Agriculture 1663.837 1.042 19
3 Mining 2028.689 12.646 44
4 Basic Industry and Chemicals 760.266 -4.137 69
5 Miscellanous Industry 1371.774 29.002 43
6 Consumer Goods 2826.534 8.189 47
7 Cons., Property & Real Estate 535.613 -0.797 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1167.809 5.396 62
9 Finance 1209.910 4.977 90
10 Trade & Service 942.344 5.798 133
No Code Prev Close Change %
1 BBRM 55 74 19 34.55
2 BOSS 1,400 1,750 350 25.00
3 CITA 600 740 140 23.33
4 AISA 545 665 120 22.02
5 NELY 137 161 24 17.52
6 IPCM 400 460 60 15.00
7 IPOL 134 148 14 10.45
8 BCIP 137 150 13 9.49
9 SONA 3,800 4,100 300 7.89
10 PSAB 191 206 15 7.85
No Code Prev Close Change %
1 LPGI 4,500 4,040 -460 -10.22
2 TIRA 280 252 -28 -10.00
3 SKBM 570 515 -55 -9.65
4 KBLV 520 480 -40 -7.69
5 AGRS 740 685 -55 -7.43
6 MTSM 248 230 -18 -7.26
7 INCI 510 474 -36 -7.06
8 BSSR 2,890 2,720 -170 -5.88
9 ASBI 310 294 -16 -5.16
10 DEWA 61 58 -3 -4.92
No Code Prev Close Change %
1 AISA 545 665 120 22.02
2 LMAS 64 63 -1 -1.56
3 BOSS 1,400 1,750 350 25.00
4 PGAS 2,660 2,610 -50 -1.88
5 TRAM 352 376 24 6.82
6 BUMI 330 324 -6 -1.82
7 BBCA 23,900 24,250 350 1.46
8 ESTI 90 88 -2 -2.22
9 UNTR 35,875 37,000 1,125 3.14
10 PBRX 498 498 0 0.00