Portal Berita Ekonomi Selasa, 26 Maret 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:41 WIB. Perum Perhutani - Kemal Sudiro diangkat sebagai direktur SDM, Umum dan IT Perum Perhutani.
  • 12:09 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,90% ke level 6,468,83 di akhir sesi I.
  • 10:42 WIB. Mandiri - Bank Mandiri telah merampungkan kajian mengenai akuisisi sebagian saham Bank Permata.
  • 10:41 WIB. Mandiri - Bank Mandiri menawar Bank Permata di harga Rp1.115-Rp1.200 per saham.
  • 10:41 WIB. DJBC -  Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bekerja sama dengan Bank Mandiri dalam hal pembayaran bea cukai.
  • 10:03 WIB. Suku Bunga - Yellen: The Fed perlu menurunkan suku bunga acuan. 
  • 10:02 WIB. Resesi - Mantan Gubernur The Fed, Janet Yellen menyatakan yield obligasi pemerintah AS bukan tanda akan terjadi resesi. 
  • 09:55 WIB. WIKA - Wijaya Karya memperoleh kontrak baru senilai Rp10,5 triliun.

Sudah 62 Outlet, Warunk Upnormal Targetkan 30 Outlet di 2018

Sudah 62 Outlet, Warunk Upnormal Targetkan 30 Outlet di 2018 - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Warunk Upnormal yang mulai mewarnai bisnis kuliner Indonesia membuktikan bahwa suasana kafe yang diciptakan Upnormal menjadi kebutuhan pasar Milenial. Berhasil memiliki 62 outlet se-Indonesia dalam waktu 3 tahun, Upnormal kini menargetkan penambahan hingga 30 outlet di 2018. Mengingat makan di luar rumah yang sudah menjadi gaya hidup masayarakat Indonesia, Upnormal optimis untuk menjadi bisnis kuliner yang lebih besar di Indonesia.

Sejak memulai franchise di tahun 2014, pertumbuhan Warunk Upnormal mencapai 100 persen. Sementara untuk biaya total yang harus dikeluarkan oleh franchisor Warunk Upnormal yaitu Rp3 miliar hingga Rp5 miliar. "Tergantung lokasi dan luas bangunan. Jadi, tidak pasti kalau harga," jelas Hendra Noviyanto, Director Business Development PT Cita Rasa Prima kepada Warta Ekonomi beberapa waktu lalu di Jakarta.

Adapun fasilitas yang membedakan Upnormal dengan kafe lainnya yaitu suasana makan yang nyaman, harga yang terjangkau, dan menu makanan yang sesuai dengan lidah masayarakat Indonesia. "Yang kita ciptakan adalah one stop working place and playing place. Jadi, pengunjung bisa makan, bekerja, berkumpul, kita ciptakan kebersamaan di sini. Orang bisa makan, tapi juga bisa happy," ujar Hendra.

Kemudian, hal yang diunggulkan selain tempat, harga, dan rasa, Upnormal mengutamakan pelayanan yang baik. Meski namanya adalah warung, pelayanan di Warunk Upnormal layaknya pelayanan di restoran mewah. Selain itu, berbagai fasilitas seperti, WiFi, permainan, dan berbagai kebutuhan Milenial juga disediakan dalam kafe tersebut.

Dengan fasilitas tersebut, menurut Hendra, justru akan menguntungkan baginya. Semakin pelanggan betah untuk berlama-lama Karena fasilitas yang cukup membuat nyaman, otomatis akan meningkatkan penjualan. "Itu adalah konsep, kalau customer ingin berlama lama di tempat, silakan. Dengan adanya orang-orang nongkrong, kami merasa senang. Karena itu, berarti Upnormal menjadi second home," kata Hendra.

Awalnya, target pasar Upnormal memang hanyalah generasi muda. Namun, saat ini pasar Upnormal sudah meliputi semua kalangan. Hal ini menurut Hendra, lagi karena tempat dan suasana yang nyaman.

Menegnai persaingan bisnis, Hendra menganggap bahwa bisnis kuliner memiliki keunikan tersendiri dalam persaingan. Semakin ramai pemain kuliner, justru akan semakin baik. "Karena lidah, nyaman, dan harga itu relatif. Maka yang harus dipenuhi dalam bisnis kuliner adalah tempat yang nyaman, harga yang bersaing, dan yang penting rasa," ungkapnya.

Hendra menganggap bahwa bisnis lokal bukanlah menjadi pesaing baginya, tetapi menjadi teman bisnis. Pesaing sesungguhnya bagi bisnis kuliner lokal adalah brand asing.

Tag: Warunk Upnormal, PT Cita Rasa Prima, Hendra Noviyanto

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Warunk Upnormal

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,798.07 3,759.30
British Pound GBP 1.00 18,799.44 18,610.59
China Yuan CNY 1.00 2,124.34 2,103.16
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,242.00 14,100.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,138.88 10,036.38
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,814.57 1,796.41
Dolar Singapura SGD 1.00 10,551.97 10,445.22
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,116.25 15,951.33
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,503.57 3,464.37
Yen Jepang JPY 100.00 12,937.86 12,806.54

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6411.251 -114.023 629
2 Agriculture 1467.681 -23.100 21
3 Mining 1862.488 -25.374 47
4 Basic Industry and Chemicals 901.511 -8.856 71
5 Miscellanous Industry 1253.301 -31.590 46
6 Consumer Goods 2589.678 -73.784 52
7 Cons., Property & Real Estate 457.407 -8.163 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1152.772 -18.143 72
9 Finance 1244.414 -18.822 91
10 Trade & Service 817.509 -10.958 155
No Code Prev Close Change %
1 BEEF 190 240 50 26.32
2 COCO 525 650 125 23.81
3 BKDP 61 74 13 21.31
4 GAMA 58 70 12 20.69
5 STAR 104 120 16 15.38
6 JSKY 1,480 1,635 155 10.47
7 GDYR 2,100 2,300 200 9.52
8 ECII 990 1,080 90 9.09
9 PSSI 186 202 16 8.60
10 SRAJ 199 214 15 7.54
No Code Prev Close Change %
1 SIMA 168 130 -38 -22.62
2 KONI 378 310 -68 -17.99
3 GLOB 440 380 -60 -13.64
4 TALF 340 300 -40 -11.76
5 HDFA 179 158 -21 -11.73
6 PEHA 2,630 2,330 -300 -11.41
7 BMSR 150 133 -17 -11.33
8 MFMI 830 740 -90 -10.84
9 KOIN 268 240 -28 -10.45
10 ARTA 700 630 -70 -10.00
No Code Prev Close Change %
1 INDF 7,400 6,775 -625 -8.45
2 JAYA 172 164 -8 -4.65
3 ICBP 10,325 9,400 -925 -8.96
4 ASII 7,250 7,050 -200 -2.76
5 ANTM 960 920 -40 -4.17
6 BBRI 4,060 4,000 -60 -1.48
7 SIMA 168 130 -38 -22.62
8 GGRM 85,900 81,800 -4,100 -4.77
9 BEEF 190 240 50 26.32
10 ADRO 1,425 1,365 -60 -4.21