Portal Berita Ekonomi Minggu, 20 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

PLN: Listrik di Papua Belum Cukup untuk Industri

Foto Berita PLN: Listrik di Papua Belum Cukup untuk Industri
Warta Ekonomi.co.id, Jayapura -

Manajemen PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Papua dan Papua Barat mengungkapkan hingga kini permintaan daya listrik di kedua provinsi itu masih untuk rumah tangga dan belum mencakup kebutuhan industri.

"Kalau di Papua permintaan masih tinggi karena memang pertumbuhannya cukup tinggi. Pembangkit yang kita bangun sebenarnya belum terlalu besar karena hanya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga saja," ujar General Manager PLN UIP Papua dan Papua Barat, Edison Lumbanraja, di Jayapura, Rabu (14/2/2018).

Ia menjelaskan banyak rencana pembangunan pembangkit di Papua yang kini tengah berjalan dan semuanya didasarkan atas perhitungan kebutuhan dan permintaan.

"Di PLN sudah ada sistem untuk membuat perencanaan dengan menganalisis pertumbuhan beban tiap tahun dan potensi apa yang ada di daerah itu sehingga PLN siap memenuhi kebutuhan listrik," katanya.

Menurut dia, tidak seperti permintaan listrik di Pulau Jawa yang memang dibangun untuk memenuhi kebutuhan listrik kawasan industri.

Hanya bila ada permintaan dalam jumlah besar, sebelum dilakukan pembangunan, dibutuhkan sebuah kesepakatan antara kedua belah pihak agar tidak terjadi kelebihan daya dalam jumlah besar.

"Kadang kalau ada permintaan listrik skala besar itu harus ada komitmen dulu. Contoh kalau ada konsumen meminta daya 50 MW, kan itu tidak mudah dipenuhi sehingga harus ada perencanaan yang matang," katanya.

"Di PLN ada yang namanya 'capacity balance', di situ kita mempertimbangkan beberapa parameter, mulai dari pertumbuhan ekonomi," sambung Edison.

Sebelumnya diberitakan bahwa pada 2018, PLUN UIP Papau dan Papua Barat akan mengivestasikan dana Rp4 triliun untuk membangun sejumlah pembangkit di dua provinsi tersebut.

Tag: PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN), Papua, kawasan industri

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Nunung Kusmiaty

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56