Portal Berita Ekonomi Jum'at, 18 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:30 WIB. IHSG - Jeda siang, IHSG balik melemah 0,11% ke level 6.416,79. 
  • 11:13 WIB. Semen - Indocement resmikan pengoperasian terminal semen di Lampung dengan kapasitas produksi 1.000 ton semen curah per hari. 
  • 10:47 WIB. Rupiah - Pukul 10.45 WIB, rupiah melemah 0,04% ke level Rp14.185. 
  • 10:14 WIB. KA - Jokowi diagendakan meninjau panel reaktivasi jalur kereta api Cibatu-Garut.
  • 08:54 WIB. WSBP - Waskita Beton Precast dan Wika Beton telah mengantongi pipeline sejumlah proyek baru.
  • 08:53 WIB. Pertamina - Produksi minyak dan gas dalam negeri tercatat mencapai 768 ribu MBOEPD.
  • 08:50 WIB. Pertamina - Pertamina resmi mengoperasikan DPPU KS Tubun di Maluku Tenggara.
  • 08:47 WIB. Pelindo IV - Pelindo IV dan Bea Cukai Sulawesi bersinergi di bidang pelabuhan.
  • 08:40 WIB. WSKT - Waskita memulai implementasi perencanaan sumber daya perusahaan dengan platform baru.
  • 08:39 WIB. WSKT - Tahun ini Waskita mengharapkan bisa menggenggam total kontrak senilai Rp116 triliun.
  • 08:35 WIB. Pelni - Pelni akan memangkas secara bertahap pendapatan dari kegiatan yang disubsidi pemerintah.

CEO New York Times: Umur Jurnalisme Cetak Tersisa Satu Dasawarsa

Foto Berita CEO New York Times: Umur Jurnalisme Cetak Tersisa Satu Dasawarsa
Warta Ekonomi.co.id, New York -

Surat kabar cetak mungkin hanya memiliki umur satu dasawarsa lagi, CEO New York Times Mark Thompson mengatakan kepada pada hari Senin (12/2/2018).

"Saya percaya setidaknya 10 tahun adalah apa yang bisa kita lihat di A.S. untuk produk cetak kami," ujar Thompson pada program "Power Lunch" CNBC. Dia mengatakan bahwa dia ingin edisi cetak "bertahan dan berkembang selama mungkin," namun dirinya juga sadar jika surat kabar cetak akan menghadapi tanggal kedaluwarsanya.

"Kami akan memutuskan itu karena pada aspek bisnisnya," tukasnya.

"Mungkin akan ada saatnya koran tidak masuk akal lagi bagi kita (pada sisi profit)," imbuhnya.

"Hal utama bagi kami adalah kami terus berbenah diri," tutur Thompson.

"Rencana kami adalah terus melayani pelanggan setia kami selama kami bisa, tapi di satu sisi kita juga membangun bisnis digital, agar kami bisa sukses mengembangkan bisnis dan operasi berita setelah koran hilang," ujarnya, sebagaimana dikutip dari CNBC, Rabu (14/2/2018).

Langganan dari produk digital, sebenarnya, mungkin inilah yang membuat New York Times terus berkembang bagi generasi baru pembaca. Sementara Thompson mengatakan jumlah pelanggan cetaknya relatif konstan, "dengan sedikit penurunan setiap saat," tutur perusahaan pada Minggu lalu bahwa pihaknya menambahkan 157.000 pelanggan digital pada kuartal keempat tahun 2017.

Pendapatan dari langganan digital meningkat lebih dari 51 persen di kuartal dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Secara keseluruhan pendapatan berlangganan meningkat 19,2 persen. Sementara itu, pendapatan kuartal keempat perusahaan dan pendapatannya mengalahkan ekspektasi analis, "meski sisi cetak bisnis masih agak tertantang," ungkap Thompson.

Total pendapatan naik 10 persen dari tahun sebelumnya menjadi $484,1 juta. Saham New York Times telah meningkat lebih dari 20 persen tahun ini. Bahkan dengan volatilitas pasar baru-baru ini, saham tersebut naik 8 persen dari minggu lalu. Di bawah kepemimpinan Thompson, New York Times telah menjadi organisasi berita pertama di dunia yang berhasil melewati 1 juta tanda berlangganan digital.

"Tentu kami sebenarnya menghasilkan lebih banyak uang dari pelanggan cetak," tutur Thompson.

"Tapi intinya tentang digital adalah kita percaya bahwa kita dapat tumbuh banyak, dari mereka. Kita sudah mendapat lebih banyak pelanggan digital daripada pelanggan cetak. Digital berkembang sangat pesat. Pada akhirnya, akan ada banyak jumlah pelanggan digital dibandingkan para pelanggan cetak," pungkas Thompson.

Tag: Mark Thompson, Surat Kabar, Koran, The New York Times, Media Cetak

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Reuters/Lucas Jackson

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6423.780 10.420 625
2 Agriculture 1585.056 4.391 21
3 Mining 1869.559 5.276 47
4 Basic Industry and Chemicals 893.324 6.713 71
5 Miscellanous Industry 1416.122 3.773 46
6 Consumer Goods 2620.437 -2.533 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.732 -7.343 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1142.331 -2.336 71
9 Finance 1224.233 5.952 91
10 Trade & Service 792.311 2.820 153
No Code Prev Close Change %
1 PSDN 200 270 70 35.00
2 HOME 108 145 37 34.26
3 AGRS 374 466 92 24.60
4 SQMI 246 306 60 24.39
5 CANI 210 254 44 20.95
6 ASBI 252 300 48 19.05
7 PADI 780 920 140 17.95
8 TIRT 66 75 9 13.64
9 TNCA 183 206 23 12.57
10 CNTX 478 535 57 11.92
No Code Prev Close Change %
1 ABDA 4,480 3,360 -1,120 -25.00
2 NOBU 1,000 840 -160 -16.00
3 INCF 350 296 -54 -15.43
4 TIRA 312 270 -42 -13.46
5 BGTG 110 97 -13 -11.82
6 GLOB 545 482 -63 -11.56
7 VICO 119 107 -12 -10.08
8 SAFE 208 190 -18 -8.65
9 NIPS 398 364 -34 -8.54
10 APEX 1,295 1,190 -105 -8.11
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 348 342 -6 -1.72
2 VICO 119 107 -12 -10.08
3 INDY 1,935 2,090 155 8.01
4 UNTR 26,050 26,850 800 3.07
5 KPAS 224 210 -14 -6.25
6 ERAA 2,450 2,310 -140 -5.71
7 BBRI 3,780 3,810 30 0.79
8 ADRO 1,460 1,460 0 0.00
9 TLKM 3,990 3,990 0 0.00
10 BUMI 159 164 5 3.14