Portal Berita Ekonomi Jum'at, 23 Februari 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:29 WIB. Yerusalem - Otoritas Israel setujui 3.000 unit permukiman baru Yahudi di Yerusalem.
  • 17:28 WIB. Kenya - 3,4 juta warga Kenya menderita kelaparan.
  • 17:27 WIB. Belanda - Parlemen Belanda akui peristiwa Armenia 1915 sebagai genosida.
  • 17:25 WIB. Palestina - 213 warga Palestina tewas di penjara Israel.
  • 17:24 WIB. Pakistan - Sejumlah bahasa daerah di Pakistan terancam punah.
  • 17:23 WIB. Suriah - Wamenlu Iran: kehadiran kami di Suriah untuk lawan teroris.
  • 17:21 WIB. China - Otoritas China kritik kontrol kepemilikan senjata di AS.
  • 17:20 WIB. Amerika Serikat - Gedung Putih bakal persenjatai satu juta guru Amerika Serikat.
  • 17:18 WIB. Ghouta - Otoritas Kanada kecam serangan di Ghouta, Suriah.
  • 17:17 WIB. Rohingya - Anak-anak pengungsi Rohingya rentan terhadap wabah penyakit.

Indonesia Darurat Bahan Baku Obat

Foto Berita Indonesia Darurat Bahan Baku Obat
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Kebutuhan Bahan Baku Obat (BBO) saat ini 95% masih dipenuhi dari pasar impor. Data tersebut dikeluarkan oleh Indonesia Pharma Materials Management Club (PMMC). Impor bahan baku farmasi sebagian besar didatangkan dari Cina, India, Jepang, dan beberapa negara Eropa. Porsi bahan baku tersebut akan berpengaruh terhadap struktur harga obat, sekitar 20%—30% dari harga jual dari pabrik. 

Untuk mengurangi ketergantungan bahan baku obat, pemerintah telah mendorong investasi industri farmasi dengan mengembangkan bahan baku farmasi dengan membuat pabrik bahan baku. Dukungan pemerintah ini terlihat dari adanya sejumlah kerja sama perusahaan farmasi lokal dengan asing untuk membangun pabrik bahan baku di Indonesia. 

Selain menjalin kerja sama dengan pihak asing, pemerintah juga mendorong perusahaan farmasi nasional untuk menggunakan bahan baku alami. Untuk itu, pemerintah mencoba menyediakan insentif bagi inovasi dan vokasi di industri yang menggunakan bahan baku dari dalam negeri.

Langkah seperti ini juga dilakukan oleh Thailand dengan memberikan insentif hingga 300% untuk industri yang melakukan inovasi di industri farmasi, dan insentif sebesar 200% untuk industri yang melakukan pendidikan vokasi. Indonesia termasuk dalam tiga besar negara dengan keragaman spesies tanaman yang berlimpah, dengan jumlah spesies vascular plant mencapai 29.375 ribu.

Tren penggunaan produk alami atau herbal secara global juga mengalami peningkatan yang signifikan setiap tahunnya. Jika dicermati, proses impor bahan baku obat berupa bahan alami merupakan yang terbesar untuk kebutuhan farmasi di dalam negeri, yaitu mencapai 55%. Jika rencana tersebut dijalankan, tidak mustahil pemerintah dapat mencapai tujuan peta jalan (roadmap) industri farmasi Indonesia.

Kebutuhan Bahan Baku Obat

Bahan Natural 55%
Vitamin 23%
Antibiotik 6%
Dekongestan 4%
Anti-Inflamasi 3%
Lainnya 6%

Tag: farmasi, Obat Generik, Obat Herbal

Penulis: Agus Aryanto

Editor: Ratih Rahayu

Foto: REUTERS/Stefan Wermuth

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,663.17 3,626.81
British Pound GBP 1.00 19,165.88 18,973.43
China Yuan CNY 1.00 2,164.08 2,142.65
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,738.00 13,602.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,760.98 10,651.73
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,756.10 1,738.65
Dolar Singapura SGD 1.00 10,411.52 10,304.55
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,923.84 16,753.58
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,525.28 3,485.90
Yen Jepang JPY 100.00 12,854.87 12,725.23

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6619.804 26.744 572
2 Agriculture 1663.837 1.042 19
3 Mining 2028.689 12.646 44
4 Basic Industry and Chemicals 760.266 -4.137 69
5 Miscellanous Industry 1371.774 29.002 43
6 Consumer Goods 2826.534 8.189 47
7 Cons., Property & Real Estate 535.613 -0.797 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1167.809 5.396 62
9 Finance 1209.910 4.977 90
10 Trade & Service 942.344 5.798 133
No Code Prev Close Change %
1 BBRM 55 74 19 34.55
2 BOSS 1,400 1,750 350 25.00
3 CITA 600 740 140 23.33
4 AISA 545 665 120 22.02
5 NELY 137 161 24 17.52
6 IPCM 400 460 60 15.00
7 IPOL 134 148 14 10.45
8 BCIP 137 150 13 9.49
9 SONA 3,800 4,100 300 7.89
10 PSAB 191 206 15 7.85
No Code Prev Close Change %
1 LPGI 4,500 4,040 -460 -10.22
2 TIRA 280 252 -28 -10.00
3 SKBM 570 515 -55 -9.65
4 KBLV 520 480 -40 -7.69
5 AGRS 740 685 -55 -7.43
6 MTSM 248 230 -18 -7.26
7 INCI 510 474 -36 -7.06
8 BSSR 2,890 2,720 -170 -5.88
9 ASBI 310 294 -16 -5.16
10 DEWA 61 58 -3 -4.92
No Code Prev Close Change %
1 AISA 545 665 120 22.02
2 LMAS 64 63 -1 -1.56
3 BOSS 1,400 1,750 350 25.00
4 PGAS 2,660 2,610 -50 -1.88
5 TRAM 352 376 24 6.82
6 BUMI 330 324 -6 -1.82
7 BBCA 23,900 24,250 350 1.46
8 ESTI 90 88 -2 -2.22
9 UNTR 35,875 37,000 1,125 3.14
10 PBRX 498 498 0 0.00