Portal Berita Ekonomi Minggu, 21 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 05:19 WIB. EPL - Wolverhampton Wanderers 0 vs 2 Watford
  • 05:18 WIB. EPL - West Ham United 0 vs 1 Tottenham Hotspur
  • 05:17 WIB. EPL - Newcastle United 0 vs 1 Brighton & Hove Albion
  • 05:15 WIB. EPL - Manchester City 5 vs 0 Burnley
  • 05:10 WIB. EPL - Huddersfield Town 0 vs 1 Liverpool
  • 05:02 WIB. EPL - Cardiff City 4 vs 2 Fulham
  • 05:01 WIB. EPL - AFC Bournemouth 0 vs 0 Southampton
  • 05:00 WIB. EPL - Chelsea 2 vs 2 Manchester United

Tragis, 10.000 Warga Afghanistan Tewas di 2017

Foto Berita Tragis, 10.000 Warga Afghanistan Tewas di 2017
Warta Ekonomi.co.id, Kabul -

Lebih dari 10.000 warga sipil Afghanistan terbunuh atau terluka dalam aksi kekerasan tahun lalu, PBB mengatakan pada hari Kamis (15/2/2018), dengan bom dari militan menjadi penyeba utama kematian, sedangkan serangan udara oleh A.S. dan pasukan pemerintah menimbulkan korban jiwa yang terus meningkat.

Presiden A.S. Donald Trump telah menerapkan strategi A.S. yang lebih agresif di Afghanistan pada bulan Agustus lalu termasuk lonjakan serangan udara ke Militan telah menanggapi dengan serangan di Kabul dalam beberapa Minggu terakhir, dengan menewaskan hampir 150 orang.

Jumlah keseluruhan korban sipil tahun lalu sebanyak 3.438 tewas dan 7.015 terluka 9 persen lebih rendah dari tahun sebelumnya. Namun angka tersebut menyoroti tingginya jumlah korban yang disebabkan oleh bom militan, Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan dalam sebuah pernyataan.

"Serangan di mana elemen anti-pemerintah sengaja menargetkan warga sipil menyumbang 27 persen dari total korban sipil terutama dari serangan bunuh diri dan kompleks," PBB mengatakan dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dikutip dari Reuters, Kamis (15/2/2018).

Serangan paling mematikan sejak misi PBB mulai merekam korban sipil pada tahun 2009 di Kabul pada tanggal 31 Mei ketika seorang penyerang bunuh diri meledakkan sebuah bom truk, menewaskan 92 warga sipil dan melukai 491 orang.

Dua pertiga dari semua korban tahun lalu ditimbulkan oleh pasukan anti-pemerintah, dengan Taliban bertanggung jawab atas 42 persen, Negara Islam 10 persen dan 13 persen disebabkan oleh unsur-unsur anti-pemerintah yang belum ditentukan.

“Pasukan pro-pemerintah menyebabkan seperlima korban sipil dengan 16 persen dikaitkan dengan pasukan Afghanistan, 2 persen ke pasukan internasional dan 1 persen masing-masing ke kelompok bersenjata pro-pemerintah dan pasukan pro-pemerintah yang belum ditentukan,” ujar Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Serangan udara oleh pasukan internasional dan pemerintah menyumbang 6 persen korban sipil pada tahun 2017, dengan 295 orang tewas dan 336 terluka, meningkat 7 persen dari tahun sebelumnya. Sementara, bentrokan di darat menjadi penyebab utama kedua korban sipil, jumlah korban 19 persen lebih rendah dari rekor pada 2016.

Perempuan dan anak-anak menjadi korban utama dari aksi kekerasan tersebut dengan 359 wanita yang terbunuh tahun lalu, meningkat 5 persen dari tahun sebelumnya dan 865 lainnya cedera. Jumlah korban anak-anak 861 orang tewas dan 2.318 orang luka-luka 10 persen lebih rendah dari tahun 2016.

"Warga sipil Afghanistan bisa terbunuh dalam kehidupan sehari-hari mereka, ketika naik bus, beribadah di sebuah masjid, maupun ketika berjalan melewati sebuah bangunan yang menjadi sasaran tembak atau bom," ungkap Komisaris Tinggi HAM untuk Negara Bagian Zeid Ra'ad al Hussein dalam sebuah pernyataan.

"Serangan semacam itu dilarang menurut hukum humaniter internasional dan kemungkinan besar, dalam hal ini merupakan kejahatan perang. Pelakunya harus diidentifikasi dan dimintai pertanggungjawabannya," pungkasnya.

Tag: Dolar Amerika Serikat (AS), Amerika Serikat (AS), Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), Donald John Trump, Afghanistan, Hak Asasi Manusia (HAM), Afghanistan

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Reuters/Erik De Castro

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,077.46 4,036.30
British Pound GBP 1.00 19,921.28 19,721.82
China Yuan CNY 1.00 2,204.59 2,182.69
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,297.00 15,145.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,868.52 10,759.01
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,951.30 1,931.74
Dolar Singapura SGD 1.00 11,083.98 10,971.46
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,528.83 17,353.14
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,679.82 3,638.00
Yen Jepang JPY 100.00 13,610.64 13,474.20

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5837.291 -7.951 610
2 Agriculture 1574.400 -2.628 20
3 Mining 1909.966 -6.234 47
4 Basic Industry and Chemicals 757.451 4.747 70
5 Miscellanous Industry 1254.992 40.866 45
6 Consumer Goods 2471.957 -17.927 49
7 Cons., Property & Real Estate 409.115 1.009 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1046.955 -0.876 70
9 Finance 1054.067 -5.371 91
10 Trade & Service 792.965 -3.931 147
No Code Prev Close Change %
1 MAYA 6,950 8,150 1,200 17.27
2 NICK 138 159 21 15.22
3 APEX 1,780 2,000 220 12.36
4 HELI 85 94 9 10.59
5 DUCK 1,370 1,515 145 10.58
6 SMDM 133 145 12 9.02
7 RODA 350 378 28 8.00
8 MPRO 236 254 18 7.63
9 ACST 1,495 1,600 105 7.02
10 TBIG 5,050 5,375 325 6.44
No Code Prev Close Change %
1 MFMI 875 730 -145 -16.57
2 JAWA 160 138 -22 -13.75
3 CNTX 545 472 -73 -13.39
4 PNSE 875 770 -105 -12.00
5 RELI 256 228 -28 -10.94
6 LPLI 148 132 -16 -10.81
7 JKSW 68 62 -6 -8.82
8 RMBA 378 348 -30 -7.94
9 BISI 1,520 1,400 -120 -7.89
10 PSDN 208 192 -16 -7.69
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 332 344 12 3.61
2 BHIT 82 81 -1 -1.22
3 KPIG 136 135 -1 -0.74
4 PGAS 2,230 2,270 40 1.79
5 MNCN 790 780 -10 -1.27
6 TLKM 3,760 3,730 -30 -0.80
7 SCMA 1,785 1,725 -60 -3.36
8 ADRO 1,730 1,700 -30 -1.73
9 TARA 890 890 0 0.00
10 INKP 13,675 13,475 -200 -1.46