Portal Berita Ekonomi Jum'at, 22 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:53 WIB. OJK - OJK dorong BPR penuhi modal inti minimum sesuai dengan peraturan OJK Nomor 5/POJK.03/2015.
  • 14:52 WIB. Timah - Pemerintah Republik Federal Jerman tanam sawit di lahan bekas penambangan biji timah di Babel.
  • 14:51 WIB. ESDM - Wamen ESDM meresmikan penerangan jalan umum tenaga surya di Universitas Andalas.
  • 14:50 WIB. Datascrip - PT Datascrip buka gerai ke-20 Canon Image Square di Kota Semarang.
  • 14:49 WIB. Pangan - Kab.Empat Lawang akan dijadikan sentra pangan terutama beras.

Kemenag: Agama Fondasi Awal Cegah Kejahatan

Foto Berita Kemenag: Agama Fondasi Awal Cegah Kejahatan
Warta Ekonomi.co.id, Banda Aceh -

Kepala Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Arijal mengemukakan, agama adalah pondasi awal untuk mencegah terjadinya kejahatan seksual.

"Salah satu cara untuk memerangi kejahatan seksual terhadap anak salah satu caranya dengan membentengi diri dengan memperkuat pendidikan agama," katanya di Blangpidie, Kamis (15/2/2018).

Ia menyampaikan pernyataan tersebut ketika ditanya wartawan terkait maraknya aksi kejahatan seksual terhadap anak bawah umur yang belakangan ini terjadi di Kabupaten Abdya.

"Untuk memerangi kejatahan seksual baik terhadap anak dan kaum perempuan, salah satu caranya adalah dengan memperkuat pondasi agama bagi tiap individual," ujarnya.

Ia melanjutkan, jika sudah tertanam nilai-nilai agama dalam jiwa masing-masing, tentu tindakan perbuatan kejahatan apapun bisa diminimalisir dan dihindari karena tatanan pondasi ke agamaan sudah melekat dalam jiwa.

"Itu semua tergantung dari niat, semua bisa kita mulai dari kita pribadi, kemudian kita terapkan dalam keluarga dan kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, Insya Allah semua persoalan bisa diselesikan," ujarnya Selain itu, kata dia, kejahatan seksual terhadap anak dan perempuan bukan saja hanya tanggung jawab sekelompok orang, tetapi bagaimana persoalan tersebut bisa dijadikan sebagai musuh bersama.

"Selain dari apa yang saya sebutkan tadi, keseriusan juga menjadi modal dasar untuk mencegah agar tidak terjadi lagi perbuatan-perbuatan kejahatan seksual dan kekerasan terhadap anak dan perempuan," imbuhnya.

Menurutnya, banyak faktor keterkaitan sehingga seseorang bisa melakukan kejahatan seksual tersebut, salah satunya disebabkan oleh pesatnya kemajuan teknologi, sehingga jika teknologi tidak dimanfaatkan secara kontsruktif tentu akan berefek ke arah negatif juga sebaliknya.

"Sebenarnya banyak faktor sehingga seseorang itu melakukan tindakan-tindakan kearah negatif, contohnya, alat komunikasi henphone tergantung bagaimana kita gunakannya," ungkapnya.

Ia berkata, untuk di institusi Kemenag Abdya, pihaknya telah melakukan uapaya-upaya pencegahan agar kekerasan seksual tidak merambah ke guru-guru madrasah dan peserta didik.

"Di lingkup Kemenag sendiri, Alhamdulillah kita telah melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah dan imbaun di setiap pertemuan, baik dengan guru maupun dengan peserta didik, dengan demikian kita harapkan kekerasan seksual yang terjadi bisa terantisipasi," katanya.

Tag: Kementerian Agama, Kekerasan Seksual

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.17 3,734.94
British Pound GBP 1.00 18,447.47 18,263.53
China Yuan CNY 1.00 2,107.04 2,086.19
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,149.00 14,009.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,042.96 9,942.19
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,802.90 1,785.04
Dolar Singapura SGD 1.00 10,446.69 10,342.56
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,044.97 15,882.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,467.04 3,430.22
Yen Jepang JPY 100.00 12,776.77 12,646.93

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6501.378 -36.388 628
2 Agriculture 1604.794 -11.878 21
3 Mining 1940.127 4.527 47
4 Basic Industry and Chemicals 888.309 -14.973 71
5 Miscellanous Industry 1338.979 -8.175 46
6 Consumer Goods 2638.097 -16.371 51
7 Cons., Property & Real Estate 455.949 -3.945 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1207.267 -6.802 72
9 Finance 1235.093 -8.628 91
10 Trade & Service 834.167 6.854 155
No Code Prev Close Change %
1 INTD 141 190 49 34.75
2 OCAP 72 97 25 34.72
3 JAYA 432 540 108 25.00
4 INPS 2,400 3,000 600 25.00
5 SIMA 258 322 64 24.81
6 BALI 895 1,115 220 24.58
7 PNSE 675 840 165 24.44
8 CLAY 1,395 1,725 330 23.66
9 SQMI 272 332 60 22.06
10 MFMI 650 790 140 21.54
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,425 1,095 -330 -23.16
2 TALF 332 260 -72 -21.69
3 IBFN 266 232 -34 -12.78
4 INCI 570 510 -60 -10.53
5 KOIN 302 272 -30 -9.93
6 POLI 1,160 1,055 -105 -9.05
7 PJAA 1,500 1,400 -100 -6.67
8 SMDM 178 168 -10 -5.62
9 SDPC 110 104 -6 -5.45
10 TBIG 4,440 4,200 -240 -5.41
No Code Prev Close Change %
1 UNTR 26,500 27,950 1,450 5.47
2 BMRI 7,325 7,100 -225 -3.07
3 ADRO 1,415 1,410 -5 -0.35
4 PGAS 2,640 2,650 10 0.38
5 BNLI 1,055 1,055 0 0.00
6 JPFA 2,330 2,340 10 0.43
7 INDY 2,180 2,170 -10 -0.46
8 BUMI 163 158 -5 -3.07
9 SQMI 272 332 60 22.06
10 ANTM 1,035 1,055 20 1.93