Portal Berita Ekonomi Rabu, 23 Mei 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:19 WIB. BTN - BTN berikan layanan khusus untuk dukung pemenuhan kebutuhan rumah bagi pegawai Sucofindo.
  • 14:16 WIB. BNI AM - BNI AM resmi luncurkan produk ETF pertamanya berkode XBNI.
  • 14:08 WIB. BRI -  Tahun ini, KPR BRI dibuka di seluruh Kantor Cabang BRI yang berjumlah 463.
  • 14:07 WIB. Pegadaian -  Kinerja gadai syariah Pegadaian pada 2017 naik 6,05% dibandingkan 2016.
  • 14:06 WIB. BRI - BRI targetkan alikasi My BRI tersedia di Playstore pada akhir Mei 2018.
  • 14:05 WIB. BRI - Pada 2017, KPR BRI tumbuh 22,2%, di atas rata rata pertumbuhan KPR Nasional sebesar 10,5% YoY.
  • 13:32 WIB. BRI - BRI targetkan KPR tumbuh di atas 20% hingga akhir tahun.
  • 13:31 WIB. Pegadaian - Pegadaian kunjungi 17 pesantren di Jatim untuk salurkan dana CSR Rp1,7 miliar.
  • 13:12 WIB. Afghanistan - 16 orang tewas dalam serangan bom mobil di Afghanistan.
  • 13:10 WIB. Nuklir - Iran siap kembali ke era pra kesepakatan nuklir.
  • 13:10 WIB. Thailand - Warga Thailand lakukan aksi protes terkait penundaan pemilu.
  • 13:09 WIB. Pesawat - Korban tewas akibat insiden jatuhnya pesawat di Kuba tembus 111 orang.
  • 13:08 WIB. Uni Eropa - Mark Zuckerberg diskusikan penyalahgunaan data dengan pemimpin Uni Eropa.
  • 13:08 WIB. ZTE - Sanksi AS bikin ZTE sekarat dan tekor Rp44 triliun.
  • 13:07 WIB. Arab - Liga Arab kutuk Israel atas kematian tahanan Palestina.

Sulit Dicegah, Kanker pada Anak-Anak Perlu Terdeteksi Sejak Dini

Foto Berita Sulit Dicegah, Kanker pada Anak-Anak Perlu Terdeteksi Sejak Dini
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Memperingati Hari Kanker Anak Internasional yang jatuh pada 15 Februari, Royal Philips ingin meningkatkan kesadaran orang tua akan pentingnya deteksi dini untuk memerangi kanker pada anak-anak.

Komite Penanggulanan Kanker Nasional menyatakan bahwa kanker membunuh lebih banyak dari AIDS, malaria dan TBC. Tingkat kematiannya bahkan setara dengan gabungan ketiga penyakit tersebut. Riset Kesehatan Dasar 2013 (Riskesdas) oleh Kementerian Kesehatan menemukan prevalensi kanker di Indonesia mencapai 1,4 persen atau diperkirakan sekitar 347.792 kasus.

"Kanker pada orang dewasa bisa dikaitkan dengan gaya hidup tidak sehat seperti merokok atau kurang berolahraga. Ini adalah faktor yang dapat dicegah. Namun, gaya hidup bukanlah faktor pemicu kanker pada anak sehingga jauh lebih sulit dicegah," kata Ahli Onkologi dari Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center (MRCCC) Siloam Hospitals Semanggi Moeslichan di Jakarta, belum lama ini.

"Inilah pentingnya deteksi karena kanker pada anak sulit dicegah, bahkan gejalanya tak mudah dikenali. Orang tua harus sadar bahwa mereka memiliki peran penting dalam deteksi dini secara berkala," kata dia menambahkan.

Data dari Kementerian Kesehatan menemukan bahwa prevalensi kanker pada anak-anak adalah 2 persen dari semua kejadian kanker, tetapi merupakan penyebab kematian kedua pada anak-anak berusia antara 5-14 tahun.

Sementara itu, Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAI) menemukan bahwa prevalensi anak-anak dengan kanker meningkat 7 persen setiap tahunnya. Leukemia adalah kanker yang paling umum pada anak-anak, diikuti oleh retinoblastoma, osteosarcoma, neuroblastoma, dan maligna limfoma. Kementerian Kesehatan, melalui Direktorat Pengawasan dan Pengendalian Penyakit Non-Komunal telah menyosialisasikan dan mendidik tentang deteksi dini melalui ruang publik dan ruang pendidikan seperti anak-anak prasekolah dan taman kanak-kanak, serta fasilitas kesehatan masyarakat dan bidan.

"Penting bagi orang tua untuk tahu apa yang harus diperhatikan, dengan sering-sering memeriksa keadaan seluruh tubuh anak, misalnya apakah ada benjolan. Ini bisa dilakukan dengan meraba saat memandikan anak. Hati-hati apabila anak sering panas dan pucat, ada bintik-bintik pada kulit ataupun pendarahan pada kulit. Waspadai juga nyeri tulang, anak-anak belum bisa mengkomunikasikan sakit ini sehingga dapat dipantau dari berkurangnya aktivitas fisik dari yang biasa mereka lakukan. Bila ada satu atau lebih dari gejala ini muncul, maka segera tes darah dan telusuri lebih detail dan lengkap dari hasil tes darah tersebut," Moeslichan menjelaskan.

"Orang tua yang anaknya menderita kanker harus mencari informasi akurat dan detail dari dokter yang mendampingi anak. Terbukalah dalam mengungkapkan kegalauan dan mendiskusikannya dengan dokter sehingga mendapat pengarahan dan pemahaman lebih mendalam. Kemudian, jalani pengobatan atau terapi yang disarankan dokter pendamping dengan tertib," imbuh Moeslichan.

Philips sendiri juga menyediakan berbagai solusi teknologi untuk membantu penanganan kanker. "Solusi radiologi dan radiologi onkologi kami bertujuan untuk membantu tenaga medis profesional membuat diagnosa yang meyakinkan serta merencanakan terapi pribadi untuk memastikan perawatan yang efisien," komentar Presiden Direktur Philips Indonesia Suryo Suwignjo.

Selain menghadirkan solusi teknologi, Philips juga merancang Ambient Experience di rumah sakit Noahs Ark Children Hospital di Amerika Serikat yang mencakup pencahayaan dinamis, proyeksi, dan suara yang membantu pasien rileks. Ini sangat membantu pasien muda, terutama anak-anak untuk merasa lebih nyaman, mengurangi rasa khawatir dan takut.

"Sebagai perusahaan teknologi kesehatan, kami sangat sadar akan sulitnya memerangi penyakit kanker. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kehidupan masyarakat dengan menghadirkan solusi teknologi serta berbagai kegiatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gaya hidup sehat dan deteksi dini," ujar Suryo Suwignjo.

Tag: kanker, Siloam Hospitals, Moeslichan, Royal Philips, Suryo Suwignjo

Penulis: Dina Kusumaningrum

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5751.119 17.265 581
2 Agriculture 1536.973 -7.060 19
3 Mining 1886.748 -21.649 44
4 Basic Industry and Chemicals 765.298 7.655 69
5 Miscellanous Industry 1214.366 59.135 44
6 Consumer Goods 2364.710 1.726 45
7 Cons., Property & Real Estate 447.724 0.634 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 994.091 8.563 64
9 Finance 995.694 -3.806 92
10 Trade & Service 895.661 0.743 139
No Code Prev Close Change %
1 MITI 101 136 35 34.65
2 ETWA 74 99 25 33.78
3 LPIN 910 1,100 190 20.88
4 FORZ 416 500 84 20.19
5 FREN 110 132 22 20.00
6 UNIT 270 318 48 17.78
7 HOME 88 100 12 13.64
8 TMAS 960 1,060 100 10.42
9 KONI 252 278 26 10.32
10 BGTG 93 102 9 9.68
No Code Prev Close Change %
1 SAFE 260 210 -50 -19.23
2 SKYB 496 420 -76 -15.32
3 INCF 166 144 -22 -13.25
4 GOLD 486 436 -50 -10.29
5 PJAA 1,400 1,260 -140 -10.00
6 GDYR 1,995 1,800 -195 -9.77
7 LPLI 185 168 -17 -9.19
8 MDIA 238 220 -18 -7.56
9 ASJT 340 316 -24 -7.06
10 SQMI 290 270 -20 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,760 2,720 -40 -1.45
2 IKAI 446 420 -26 -5.83
3 FREN 110 132 22 20.00
4 WOOD 545 530 -15 -2.75
5 KREN 655 670 15 2.29
6 ASII 6,525 6,950 425 6.51
7 BMTR 540 545 5 0.93
8 PTBA 3,830 3,790 -40 -1.04
9 MITI 101 136 35 34.65
10 BBNI 7,300 7,125 -175 -2.40