Portal Berita Ekonomi Kamis, 21 Juni 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:00 WIB. Facebook - Facebook Messenger kini disisipi video iklan.
  • 14:32 WIB. Instagram - Instagram tembus 1 miliar pengguna aktif.
  • 13:19 WIB. Xiaomi - Xiaomi pastikan rilis tablet Mi Pad 4 pada 25 Juni 2018.
  • 13:19 WIB. IGTV - Lawan YouTube, Instagram IGTV tak dijejali iklan.
  • 13:18 WIB. Oppo Find X - Android Authority dalam laporannya menyebut layar lengkung Oppo Find X mirip dengan Galaxy S9 series.
  • 13:15 WIB. Satelit - Hacker China serang satelit Amerika Serikat dan Asia Tenggara.
  • 13:14 WIB. Wi-Fi - Piala Dunia 2018, titik Wi-Fi publik berpotensi diretas hacker.
  • 13:12 WIB. Instagram - Instagram luncurkan aplikasi IGTV untuk upload video berdurasi 1 jam.
  • 13:06 WIB. SMRA - Summarecon Agung akan merilis proyek Summarecon Mutiara Makassar pada kuartal III-2018.
  • 13:04 WIB. BNBR - BEI melakukan penghentian perdagangan sementara terhadap saham Bakrie & Brothers.
  • 13:02 WIB. INDR - BEI menghentikan sementara perdagangan (suspensi) saham Indorama Synthetics.
  • 13:00 WIB. Artha Graha - Bank Artha Graha Internasional melaporkan direkturnya Elizawatie Simon telah mengundurkan diri.
  • 12:58 WIB. BBHI - Bank Harda Internasional akan melakukan rights issue pada Juli 2018.
  • 12:55 WIB. Shell - Royal Dutch Shell menjual aset minyak dan gas kepada Norwegia dan Malaysia dengan nilai lebih dari US$1,3 miliar.
  • 12:54 WIB. Kanada - Pemerintah Kanada akan melegalkan penjualan mariyuana mulai dengan penggunaan sebatas recreational use.

350 Juta Lebih Anak-anak Tinggal di Zona Perang

Foto Berita 350 Juta Lebih Anak-anak Tinggal di Zona Perang
Warta Ekonomi.co.id, London -

350 juta anak-anak lebih tinggal di daerah perang dan terancam kematian akibat kekerasan, badan internsional nirlaba Save The Children mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Kamis (15/2/2018).

Lembaga tersebut mengatakan bahwa Suriah, Afghanistan dan Somalia menjadi negara terburuk bagi anak-anak.

Dalam laporannya, Save The Children mengatakan bahwa sedikit-dikitnya 357 anak-anak --atau sekitar satu di antara enam di seluruh dunia-- tinggal di daerah perang. Angka itu naik 75 persen sejak awal 1990-an. Ketinggian tingkat urbanisasi, sengketa berkepanjangan dan kenaikan jumlah sekolah serta rumah sakit menjadi sasaran serangan, memberi iuran besar pada peningkatan ancaman bagi kehidupan anak-anak, kata mereka. Ancaman lain adalah penculikan dan kekerasan seksual.

"Kami menyaksikan angka kenaikan mengejutkan dalam jumlah anak yang tumbuh di area yang terdampak konflik. Mereka mengalami kekerasan yang sangat besar," tutur Helle Thorning-Schmidt, direktur pelaksana Save The Children, dalam pernyataan tertulis, "Anak-anak mengalami penderitaan yang seharusnya tidak boleh mereka alami. Rumah, sekolah, dan tempat mereka bermain telah menjadi medan peperangan," kata Thorning-Schmidt.

Sementara itu, perhitungan PBB menunjukkan lebih dari 73.000 anak telah tewas atau menderita cacat permanen akibat 25 konflik sejak tahun 2005, sesuai dengan laporan tersebut. Sejak 2019, angka kasus kematian yang telah terverifikasi ileh PBB naik hampir 300 persen.

Sejumlah badan bantuan internasional mengatakan bahwa angka sebenarnya bisa jadi jauh lebih tinggi mengingat sulitnya verifikasi di daerah perang. Save The Children mengatakan bahwa semakin memburuknya situasi bagi anak di zona konflik disebabkan oleh meningkatnya pertempuran di kota-kota. Para petempur kini juga sering menggunakan bom di area padat penduduk.

"Anak-anak menjadi sasaran taktik brutal. Mereka dipaksa menjadi pelaku bom bunuh diri," pungkas Save The Children.

Timur Tengah menjadi kawasan terburuk bagi anak-anak dengan angka dua per lima yang tinggal di kawasan konflik, diikuti oleh Afrika (tempat 20 persen anak-anak tumbuh di daerah perang).

"Anak-anak di kawasan perang di seluruh dunia menjadi sasaran serangan dengan tingkat mengerikan. Pelaku perang dengan sengaja tidak mengindahkan hukum internasional," pungkas Manuel Fontaine selaku kepala divisi penanganan keadaan darurat badan anak-anak PBB, UNICEF. (HYS/Ant)

Tag: Perang Saudara, Suriah, Afghanistan, Konflik Afghanistan

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Reuters/Erik De Castro

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5993.627 -113.071 587
2 Agriculture 1535.417 -16.568 19
3 Mining 1950.048 -19.774 44
4 Basic Industry and Chemicals 810.011 -8.507 70
5 Miscellanous Industry 1230.258 -8.573 45
6 Consumer Goods 2439.310 -39.956 45
7 Cons., Property & Real Estate 473.172 -5.498 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1040.501 -26.112 65
9 Finance 1059.149 -33.106 93
10 Trade & Service 902.658 -6.794 141
No Code Prev Close Change %
1 KPAL 195 262 67 34.36
2 GDST 198 266 68 34.34
3 MYTX 160 204 44 27.50
4 SWAT 272 340 68 25.00
5 JPRS 266 332 66 24.81
6 CITA 875 1,090 215 24.57
7 ATIC 735 915 180 24.49
8 CSIS 980 1,180 200 20.41
9 ASJT 290 328 38 13.10
10 DSSA 15,500 17,500 2,000 12.90
No Code Prev Close Change %
1 BNBR 104 70 -34 -32.69
2 DFAM 1,205 905 -300 -24.90
3 SDMU 282 222 -60 -21.28
4 FORU 144 126 -18 -12.50
5 JKSW 74 66 -8 -10.81
6 SAME 560 500 -60 -10.71
7 MNCN 1,180 1,070 -110 -9.32
8 ERTX 132 120 -12 -9.09
9 IIKP 230 212 -18 -7.83
10 SMRA 995 920 -75 -7.54
No Code Prev Close Change %
1 SWAT 272 340 68 25.00
2 BBRI 3,140 2,960 -180 -5.73
3 TLKM 3,610 3,710 100 2.77
4 BBCA 22,250 21,500 -750 -3.37
5 BBNI 8,050 7,525 -525 -6.52
6 BMRI 6,950 6,700 -250 -3.60
7 ADRO 1,935 2,000 65 3.36
8 UNTR 34,800 33,500 -1,300 -3.74
9 ASII 6,900 6,950 50 0.72
10 PGAS 2,080 2,040 -40 -1.92