Portal Berita Ekonomi Selasa, 25 September 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:41 WIB. PLN - PLN Sumut mengajak PHRI untuk mengembangkan bisnis dengan menjadi pelanggan prioritas PLN Layanan Premium.
  • 21:39 WIB. PLN - PLN menargetkan pertumbuhan pelanggan industri pada 2018 sebesar 12% dari tahun sebelumnya.
  • 21:36 WIB. Jamkrindo - Jamkrindo bekali mahasiswa UI hadapi revolusi industri 4.0.
  • 21:37 WIB. BRI - BRI bersinergi dengan BRI Life meluncurkan Asuransi Lentera.
  • 18:27 WIB. Menpora - Liga Indonesia dihentikan selama dua pekan.
  • 18:12 WIB. Nasional - MPR ajak masyarakat rukun hadapi tahun politik.
  • 18:12 WIB. Politik - PPP dan Uni Eropa mendiskusikan stabilitas politik Indonesia.
  • 18:12 WIB. Politik - Fadli Zon terima pengaduan tim GNPF Ulama soal Rizieq.
  • 18:12 WIB. DKI Jakarta - Gubernur Anies Baswedan akhirnya tandatangani APBD P DKI Jakarta 2018.
  • 18:11 WIB. Sepak Bola - Menpora minta liga dihentikan dua pekan.
  • 18:11 WIB. Daerah - Timses Dedi Mulyadi gelar nobar film G-30-S/PKI.
  • 18:10 WIB. Bisnis - Wapres JK serukan kerja sama tanggulangi dampak perang dagang AS-China.
  • 18:10 WIB. Olahraga - Presiden Jokowi minta komitmen bersama agar kasus Haringga tak terulang.
  • 18:10 WIB. Industri - Menperin minta pabrik kabel serat optik tingkatkan TKDN.
  • 18:09 WIB. Daerah - Gubernur Ridwan Kamil tuntut netralitas ASN Jabar.

Qatar Dorong Timur Tengah Punya Pakta Keamanan

Foto Berita Qatar Dorong Timur Tengah Punya Pakta Keamanan
Warta Ekonomi.co.id, Munich -

Negara-negara Timur Tengah harus meninggalkan perbedaan di antara mereka dan membuat pakta keamanan model Uni Eropa guna menarik kawasan dari jurang perpecahan, kata Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani, Jumat (16/2/2018).

Ia meminta masyarakat internasional untuk terus memberikan tekanan diplomatik pada negara-negara terkait guna mencapai harapan itu. Namun, ia tidak memberikan keterangan lebih rinci.

"Saya yakin ini saatnya bagi keamanan kawasan lebih luas di Timur Tengah. Sudah saatnya semua negara di kawasan ini melupakan masa lalu, termasuk kami, dan menyepakati prinsip-prinsip keamanan dasar serta aturan pemerintahan, dan setidaknya tingkat minimal keamanan guna dapat mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan," kata Sheikh Tamim dalam konferensi soal keamanan di Munich.

"(Harapan) ini jangan sampai jadi sekedar mimpi kosong. Terlalu banyak risiko yang bisa ditimbulkan. Timur Tengah sedang berada di pinggir jurang. Sudah saatnya ditarik kembali."

Qatar, negara kecil tapi kaya di Teluk Arab, dalam tujuh bulan terakhir ini dikucilkan dengan sanksi perdagangan dan perjalanan oleh Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Bahrain dan Mesir karena dianggap mendukung terorisme dan sekutu kawasan, Iran.

Qatar telah membantah tuduhan-tuduhan itu. Upaya yang dilancarkan oleh Amerika Srikat dan Kuwait untuk memperbaiki keretakan tidak memberikan hasil.

Selain perselisihan di Teluk, Sheikh Tamim juga merujuk pada konflik yang disertai kekerasan di Suriah, Yaman dan Libya.

Konflik-konflik tersebut telah menimbulkan bencana kemanusiaan dan menjadi salah satu krisis pengungsi terparah selama ini dengan jutaan orang menyeberangi lautan menuju Eropa dalam tahun-tahun belakangan.

"Kita bisa mencontoh upaya-upaya yang dilakukan Uni Eropa, kemampuannya menemukan dasar bersama untuk membangun kembali dan mewujudkan kesejahteraan," tambahnya.

"Untuk berpindah dari permusuhan ke kerja sama, kita semua harus bisa memberikan pertanggungjawaban." (Ant)

Tag: Qatar, Uni Eropa

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Fajar Sulaiman

Foto: Reuters/Ibraheem Abu Mustafa

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,990.77 3,951.21
British Pound GBP 1.00 19,615.75 19,420.30
China Yuan CNY 1.00 2,186.88 2,165.25
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,967.00 14,819.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,836.11 10,724.51
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,915.70 1,896.59
Dolar Singapura SGD 1.00 10,956.01 10,843.70
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,565.27 17,385.65
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,623.09 3,582.93
Yen Jepang JPY 100.00 13,260.39 13,128.10

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5874.299 -7.921 602
2 Agriculture 1559.439 -8.071 20
3 Mining 1942.424 18.950 46
4 Basic Industry and Chemicals 799.490 -12.818 71
5 Miscellanous Industry 1231.155 10.426 45
6 Consumer Goods 2453.180 1.457 47
7 Cons., Property & Real Estate 417.837 -2.637 68
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1015.005 3.459 69
9 Finance 1061.250 -2.002 91
10 Trade & Service 817.631 -3.451 145
No Code Prev Close Change %
1 PANI 476 595 119 25.00
2 PKPK 140 175 35 25.00
3 DIGI 825 1,030 205 24.85
4 INAF 4,020 4,970 950 23.63
5 NIKL 2,830 3,480 650 22.97
6 SIMA 119 144 25 21.01
7 SHID 2,800 3,300 500 17.86
8 PNSE 665 770 105 15.79
9 LPLI 151 174 23 15.23
10 JPRS 206 234 28 13.59
No Code Prev Close Change %
1 ABMM 2,100 1,680 -420 -20.00
2 LPIN 1,205 1,015 -190 -15.77
3 ERTX 137 120 -17 -12.41
4 KPAL 496 436 -60 -12.10
5 SONA 5,950 5,500 -450 -7.56
6 VRNA 107 99 -8 -7.48
7 MTDL 775 720 -55 -7.10
8 PTSN 318 296 -22 -6.92
9 LMSH 690 645 -45 -6.52
10 ICON 93 87 -6 -6.45
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 210 214 4 1.90
2 BMTR 420 418 -2 -0.48
3 KPIG 690 680 -10 -1.45
4 PKPK 140 175 35 25.00
5 NUSA 182 171 -11 -6.04
6 TKIM 14,000 13,500 -500 -3.57
7 BBRI 3,010 3,030 20 0.66
8 BHIT 90 89 -1 -1.11
9 BCAP 300 296 -4 -1.33
10 MEDC 815 890 75 9.20