Portal Berita Ekonomi Rabu, 12 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:37 WIB. Tokopedia - Valuasi Tokopedia naik menjadi US$7 miliar. 
  • 13:37 WIB. Tokopedia - Tokopedia dapat suntikan dana US$1,1 miliar dari SoftBank Vision Fund dan Alibaba Group.
  • 12:59 WIB. Bank Indonesia - Dalam rangkaian ISEF 2018, Bank Indonesia menerbitkan dua buku ekonomi keuangan syariah.
  • 12:14 WIB. IHSG - IHSH menutup perdagangan sesi I dengan penguatan 0,52% ke level 6.108,26. 
  • 11:15 WIB. Rupiah - Pukul 11.15: Rupiah masih menguat 0,16% meskipun sentuh Rp14.600 per dolar AS.

DPRD Kotim Dorong Pemkab Budidayakan Ikan Jelawat

Foto Berita DPRD Kotim Dorong Pemkab Budidayakan Ikan Jelawat
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Supriadi MT mendorong pemkab untuk mengembangkan usaha ikan jelawat bagi masyarakat setempat.

"Pemkab Kotim telah mematenkan ikan jelawat sebagai ikon daerah, namun sayangnya belum disinergikan dengan hasil pengembangan ikan jelawat. Untuk itu kita terus mendorong pengembangan terhadap jenis ukan jelawat tersebut," katanya di Sampit, Minggu.

Menurut Supriadi, ikon jelawat sampai saat ini hanya sekadar ikon msih belum di tunjang dengan budidaya ikannya.

"Mestinya budidaya itu harus lebih di galakan lagi dan semaksimal mungkin. Karena percuma ada ikon tapi ikannya sulit ditemukan," katanya.

Supriadi menilai pembangunan ikon jelawat yang dilanjutkan lagi dengan anggaran sekitar 36 miliar di tahun 2018 merupakan langkah yang tidak tepat. Sebab, pemberdayaannya tidak berjalan dengan maksimal.

Sejatinya pemerintah daerah harus gencar membudidayakannya sehingga ikan jelawat pada akhirnya mudah ditemui di Kotawaringin Timur.

Pemerintah daerah dengan menjadikan Kotawaringin Timur sebagai daerah tujuan wisata dengan ikon ikan jelawat, seharusnya mampu menyediakan ikan jelawat. Sebab wisatawan bisa di pastikan akan melihat dan merasakan ikan yang di jadikan ikon tersebut.

"Sekarang masyarakat memilih budidaya ikan yang lain. Selain jelawat ini tergolong ikan yang sulit di kembangkan karena sensitif dan mudah mati juga harus memerlukan biaya besar untuk membudidayakannya, sedangkan pemerintah daerah masih seadanya saja memberdayakan masyarakat untuk mengembangkan,, terangnya.

Supriadi memang salah satu anggota DPRD Kotawaribgin Timur sejak awal yang menolak pembangunan ikon jelawat dengan anggaran puluhan miliar.

Dipembangunan tahap pertama lalu dengan anggaran puluhan miliar, fraksi Golkar konsisten menolak persetujuan. Namun, karena kalah jumlah dalam pengambilan suara di lembaga penolakan fraksi dari partai berlambang pohon beringin ini berujung sia sia.

Tahun ini, pemerintah daerah kembali melakukan penambahan fasilitas di ikon jelawat. Sedikitnya Rp36 miliar yang akan dialokasikan selama 3 tahun berturut-turut.

Rencananya di sekitar bangunan ikon itu akan dibangun lagi aquarium raksasa beserta dengan menara pandang setinggi 24 meter. Hal ini diharapkan menjadi daya pikat kota Sampit untuk menarik wisatawan dari luar daerah.

Supriadi juga mempertanyakan, sejak diresmikan ikon jelawat tersebut apakah sudah memberikan imbal balik untuk kesejahteraan masyarakat atau belum. Apabila masih belum maka artinya anggaran yang ditanamkan di ikon itu berpotensi sia-sia.

Anggaran itu tentunya tidak lagi jadi anggaran yang produktif dan berdaya guna.

"Kalau tidak ada imbal baliknya untuk kesejahteraan masyarakat artinya itu jadi anggaran konsumtif padahal dulu saat dikampanyekan bahwa ikon itu akan berdampak positif, anggaran yang dialokasikan dianggap sebagai investasi dan bernilai anggaran produktif," demikian Supriadi.

Tag: kotawaringin timur

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Gito Adiputro Wiratno

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6076.587 -34.773 620
2 Agriculture 1506.543 8.473 20
3 Mining 1747.761 9.817 47
4 Basic Industry and Chemicals 820.676 -23.288 71
5 Miscellanous Industry 1382.059 4.150 45
6 Consumer Goods 2483.389 -20.063 49
7 Cons., Property & Real Estate 444.822 -4.105 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1031.916 -11.848 71
9 Finance 1162.012 -1.035 91
10 Trade & Service 790.383 -0.185 153
No Code Prev Close Change %
1 SOTS 280 350 70 25.00
2 DEAL 394 492 98 24.87
3 OASA 246 298 52 21.14
4 TFCO 650 780 130 20.00
5 MERK 6,475 7,725 1,250 19.31
6 KPAS 505 600 95 18.81
7 RODA 388 450 62 15.98
8 PTSN 805 920 115 14.29
9 PDES 1,500 1,700 200 13.33
10 ARTA 406 458 52 12.81
No Code Prev Close Change %
1 TRIO 290 220 -70 -24.14
2 YPAS 725 570 -155 -21.38
3 NUSA 158 136 -22 -13.92
4 RIMO 186 162 -24 -12.90
5 LUCK 705 615 -90 -12.77
6 MPOW 120 105 -15 -12.50
7 KPAL 338 300 -38 -11.24
8 CPIN 7,000 6,300 -700 -10.00
9 SILO 3,850 3,500 -350 -9.09
10 LPIN 950 865 -85 -8.95
No Code Prev Close Change %
1 RIMO 186 162 -24 -12.90
2 SRIL 366 370 4 1.09
3 KPAS 505 600 95 18.81
4 NUSA 158 136 -22 -13.92
5 PTBA 4,020 4,280 260 6.47
6 TLKM 3,680 3,620 -60 -1.63
7 WSKT 1,845 1,795 -50 -2.71
8 BHIT 57 60 3 5.26
9 BBRI 3,610 3,620 10 0.28
10 DEAL 394 492 98 24.87