Portal Berita Ekonomi Senin, 10 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:42 WIB. Apple - Masuk Indonesia, iPhone X terbaru dijual mulai dari Rp15 juta.
  • 13:41 WIB. Nissan - Nissan jual GT-R spesial, lebih mahal dari Lamborghini Urus.
  • 13:41 WIB. Internet - 3,9 miliar orang di dunia telah terhubung internet.
  • 13:39 WIB. Toyota - Toyota Rush rakita Sunter goda konsumen Nigeria.
  • 13:36 WIB. Huawei - Alasan kesehatan, bos Huawei minta dilepaskan.
  • 13:35 WIB. Apple - Apple patenkan Augmented Reality untuk identifikasi kendaraan.
  • 13:15 WIB. Saham - Harry Zulnardy dapat Rp115,7 juta dari penjualan saham PT Mahaka Media (ABBA).
  • 13:15 WIB. Capex - PT Jasa Marga Properti anggarkan capex Rp1,9 triliun untuk pembebasan lahan proyek.
  • 13:15 WIB. Harbolnas - Harbolnas 2018 diprediksi diikuti oleh lebih dari 300 e- commerce dengan total transaksi mencapai Rp7 triliun.
  • 12:10 WIB. IHSG - Akhiri sesi I, IHSG ditutup melemah 0,48% ke level 6.09,95. 
  • 11:25 WIB. Lummus Technology - Chandra Asri percayakan desain furnace cracker kedua di Cilegon kepada Lummus Technology.

Aset Pemilik Akun Arisan Mama Yona Disita Polisi

Foto Berita Aset Pemilik Akun Arisan Mama Yona Disita Polisi
Warta Ekonomi.co.id, Bekasi -

Kepolisian Resor Metro Bekasi, Jawa Barat, menyita seluruh aset tersangka DCY (25) yang diduga dibeli menggunakan dana peserta arisan "online" Facebook "Mama Yona" senilai total Rp1,4 miliar.

"Kami menyita 10 tas bermerek dengan nilai puluhan juta rupiah, lima bidang tanah, dua unit rumah lengkap dengan furnitur jati, mobil Honda Jazz B 1685 FZY, dan satu unit ponsel merek IPhone seharga Rp17 juta," kata Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol. Candra Sukma Kumara di Cikarang, Selasa.

Menurut dia, seluruh harta tersebut diduga diperoleh tersangka DCY dari hasil setoran uang arisan peserta yang jumlahnya mencapai 250 akun media sosial. Nominal uang yang ditransfer pelapor bervariasi dari Rp10 juta sampai Rp500 juta per pemilik akun.

"Mereka secara aktif berkomunikasi langsung dengan tersangka dan mentransfer sejumlah uang ke rekening pribadi DCY. Korban tergiur dengan keuntungan 50 persen yang dijanjikan tersangka," katanya.

Korban mayoritas berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Bekasi, Jakarta, Lampung, Batam, dan Bengkulu. DCY saat ini telah ditangkap kepolisian setempat berkat aduan dari 26 korban yang merasa ditipu tersangka. Jumlah korban diprediksi Candra akan bertambah setelah dibukanya posko pengaduan terkait dengan penipuan arisan Mama Yona.

Candra menambahkan, DCY sampai kini masih menjadi satu-satunya tersangka dalam dugaan kasus penipuan itu, sedangkan sang suami masih berstatus sebagai saksi kasus tersebut.

"Karena berdasarkan penyidikan sementara, suaminya tidak terlibat. Tersangka hanya dibantu enam petugas admin, satu di Yogyakarta," ujarnya.

Sementara itu, tersangka DCY menyangkal pernah menjanjikan keuntungan hingga 50 persen kepada peserta arisan.

"Saya mulai merasa kebingungan untuk mengembalikan uang peserta arisan karena sudah digunakan untuk membeli barang. Awalnya, sih, lancar (perputaran dana arisan), cuma pas tanggal 7 Februari 2018 mulai enggak bisa dikembalikan," kata DCY kepada wartawan.

DCY saat ini dijerat pasal berlapis, di antaranya Undang-Undang 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 378 dan 372 KUHP tentang penipuan dan UU No. 8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

"Ancamannya hukuman 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp10 miliar," kata Candra.

Tag: Bekasi

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Agus Aryanto

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6126.356 10.863 618
2 Agriculture 1492.165 2.046 20
3 Mining 1738.408 -7.512 47
4 Basic Industry and Chemicals 842.327 5.814 71
5 Miscellanous Industry 1389.985 18.923 45
6 Consumer Goods 2509.280 14.409 49
7 Cons., Property & Real Estate 449.724 10.201 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1044.777 -3.591 71
9 Finance 1168.029 -6.789 91
10 Trade & Service 791.771 2.091 152
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 630 785 155 24.60
2 TFCO 565 700 135 23.89
3 KONI 344 418 74 21.51
4 ETWA 70 85 15 21.43
5 YPAS 515 625 110 21.36
6 KICI 176 212 36 20.45
7 POLA 1,510 1,790 280 18.54
8 JSPT 1,000 1,145 145 14.50
9 RUIS 252 286 34 13.49
10 MPMX 805 910 105 13.04
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 280 210 -70 -25.00
2 YULE 216 173 -43 -19.91
3 BUVA 240 212 -28 -11.67
4 UNIT 280 252 -28 -10.00
5 AMRT 935 850 -85 -9.09
6 TNCA 194 180 -14 -7.22
7 PICO 256 240 -16 -6.25
8 AKSI 352 332 -20 -5.68
9 PBSA 715 675 -40 -5.59
10 CSIS 330 314 -16 -4.85
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 280 210 -70 -25.00
2 WSKT 1,725 1,845 120 6.96
3 TLKM 3,710 3,670 -40 -1.08
4 BBRI 3,650 3,620 -30 -0.82
5 BBCA 26,300 25,950 -350 -1.33
6 ASII 8,100 8,225 125 1.54
7 DOID 560 580 20 3.57
8 PGAS 2,140 2,130 -10 -0.47
9 UNTR 29,000 29,375 375 1.29
10 PTBA 4,080 3,990 -90 -2.21