Portal Berita Ekonomi Sabtu, 08 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Artificial Intelligence Mampu Timbulkan Bencana Jika Disalahgunakan

Artificial Intelligence Mampu Timbulkan Bencana Jika Disalahgunakan
WE Online, Frankfurt -

Kemajuan pesat dalam aspek kecerdasan buatan atau artificial intelligence meningkatkan sebuah risiko bahwa para hacker atau para user yang tidak bertanggung jawab dapat memanfaatkan teknologi AI untuk memasang sebuah serangan otomatis, seperti menyebabkan sebuah kecelakaan mobil tanpa sopir atau mengubah drone komersial menjadi senjata yang mampu melumpuhkan tergetnya, sebuah laporan baru memperingatkan.

Penelitian yang dipublikasikan pada hari Rabu (21/2/2018) oleh 25 peneliti teknis dan kebijakan publik dari universitas Cambridge, Oxford dan Yale bersama dengan pakar privasi dan militer, memperingatkan soal penyalahgunaan AI oleh negara-negara yang 'nakal', para kriminal dan seorang militan.

Para periset mengatakan bahwa penggunaan AI yang disalahgunakan akan membawa ancaman yang dapat terjadi pada keamanan digital, fisik dan politik dengan memungkinkan sebuah serangan berskala besar yang ditargetkan dengan sangat efisien. Studi ini berfokus pada perkembangan AI dalam lima tahun terakhir.

"Kami semua setuju ada banyak aplikasi positif di AI," ujar Miles Brundage, seorang peneliti di Oxford's Future of Humanity Institute.

"Namun, ada celah seputar masalah penggunaan AI yang cenderung berbahaya," tambahnya, sebagaimana dikutip dari Reuters, Rabu (21/2/2018).

Kecerdasan buatan, atau AI, melibatkan penggunaan komputer untuk melakukan tugas yang biasanya membutuhkan kecerdasan manusia, seperti mengambil keputusan, mengenali teks, ucapan atau gambar visual.

Hal ini dianggap sebagai kekuatan yang kuat untuk membuka segala kemungkinan teknis, namun juga telah menjadi fokus perdebatan yang meluas mengenai apakah otomatisasi besar yang dimilikinya dapat mengakibatkan banyaknya pengangguran yang meluas dan dislokasi sosial lainnya.

Studi tersebut juga memperingatkan bahwa biaya sebuah serangan dapat diturunkan dengan menggunakan AI untuk menyelesaikan tugas yang tidak memerlukan tenaga kerja dan keahlian manusia. Sebuah serangan mungkin akan tidak praktis bagi manusia sendiri dalam mengembangkan atau memanfaatkan kerentanan sistem AI itu sendiri.

Studi tersebut juga mengulas perkembangan penelitian akademis tentang risiko keamanan yang ditimbulkan oleh AI dan meminta pemerintah, pakar kebijakan, dan teknis untuk berkolaborasi dan meredakan bahaya yang ditimbulkan dari penyalahgunaan AI.

Para peneliti merinci kekuatan AI untuk menghasilkan gambar, teks dan audio sintetis untuk meniru identitas orang lain secara online, untuk mempengaruhi opini publik, mencatat ancaman bahwa rezim otoriter dapat menggunakan teknologi semacam itu.

Laporan tersebut juga membuat serangkaian rekomendasi termasuk mengatur AI sebagai teknologi militer/komersial dual-use. Studi tersebut kemudian mengajukan pertanyaan tentang apakah akademisi dan pihak lain harus mengendalikan apa yang mereka publikasikan atau ungkapkan tentang perkembangan baru di AI sampai para ahli lain di lapangan memiliki kesempatan untuk belajar dan bereaksi terhadap potensi bahaya yang mungkin mereka hadapi.

"Kami akhirnya berakhir dengan lebih banyak pertanyaan daripada sebuah jawaban," ungkap Brundage.

Studi tersebut lahir dari sebuah lokakarya di awal 2017, dan beberapa ramalannya pada dasarnya menjadi sebuah kenyataan saat ditulis. Para penulis menduga AI dapat digunakan untuk membuat audio dan video palsu yang sangat realistis dari pejabat publik untuk sebuah tujuan propaganda.

Akhir tahun lalu, apa yang disebut "deepfake" yaitu sebuah video porno mulai muncul secara online, dengan wajah selebriti menyatu dengan tubuh yang berbeda.

"Itu terjadi dalam sebuah rezim pornografi daripada sebuah propaganda," pungkas Jack Clark, kepala kebijakan di OpenAI, kelompok yang didirikan oleh CEO Tesla Inc (TSLA.O) Elon Musk dan investor Silicon Valley Sam Altman untuk fokus pada AI yang berdampak positif kepada aspek kemanusiaan.

 

Tag: Artificial Intelligence, Artificial Intelligence, Drone, Self-Driving Car

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: China Daily via ZME Science

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,925.40 3,885.82
British Pound GBP 1.00 19,310.01 19,112.04
China Yuan CNY 1.00 2,113.12 2,091.20
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,720.24 14,573.77
Dolar Australia AUD 1.00 10,619.18 10,510.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,899.36 1,880.44
Dolar Singapura SGD 1.00 10,735.30 10,626.93
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,442.01 17,267.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,510.67 3,471.60
Yen Jepang JPY 100.00 13,942.26 13,802.23
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5143.893 -34.379 697
2 Agriculture 1182.126 4.501 23
3 Mining 1420.039 -17.397 48
4 Basic Industry and Chemicals 750.026 -7.720 80
5 Miscellanous Industry 936.518 5.337 52
6 Consumer Goods 1901.378 -17.731 58
7 Cons., Property & Real Estate 287.698 -4.036 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 891.398 -15.669 78
9 Finance 1123.701 -6.899 93
10 Trade & Service 635.015 7.240 173
No Code Prev Close Change %
1 IPOL 70 92 22 31.43
2 TOYS 436 545 109 25.00
3 WOWS 72 89 17 23.61
4 OPMS 128 151 23 17.97
5 YULE 172 197 25 14.53
6 BBHI 146 167 21 14.38
7 EMTK 4,290 4,900 610 14.22
8 DART 220 248 28 12.73
9 CSRA 310 346 36 11.61
10 PTSN 208 232 24 11.54
No Code Prev Close Change %
1 PGJO 55 50 -5 -9.09
2 VRNA 115 107 -8 -6.96
3 INDO 130 121 -9 -6.92
4 IBFN 290 270 -20 -6.90
5 LUCK 232 216 -16 -6.90
6 PGLI 204 190 -14 -6.86
7 BAYU 1,100 1,025 -75 -6.82
8 APII 191 178 -13 -6.81
9 TARA 59 55 -4 -6.78
10 CSMI 208 194 -14 -6.73
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 1,150 1,080 -70 -6.09
2 ANTM 835 840 5 0.60
3 BBKP 182 193 11 6.04
4 UNTR 23,775 24,700 925 3.89
5 GIAA 258 260 2 0.78
6 TLKM 3,020 2,980 -40 -1.32
7 PURA 124 126 2 1.61
8 MDKA 2,020 2,050 30 1.49
9 PWON 388 376 -12 -3.09
10 ERAA 1,525 1,620 95 6.23