Portal Berita Ekonomi Rabu, 17 Juli 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:12 WIB. Liga 1 - Persebaya kalah dari PSM dengan skor 2-1.
  • 21:09 WIB. Mobil listrik - Toyota Motor Corp setuju untuk membeli batrei dari Contemporary Amperex Technology Ltd.
  • 20:46 WIB. Formula E - Jakarta belum tentu jadi tuan rumah Formula E.
  • 20:17 WIB. Kasus hoax - Ratna Sarumpaet berubah pikiran, kini ajukan banding.
  • 20:05 WIB. Global - Bloomberg: 10 miliar penghuni dunia akan membutuhkan makanan modifikasi genetik.
  • 19:49 WIB. Elon Musk - Neuralink mengatakan siap untuk menyambungkan otak manusia dengan komputer.
  • 16:32 WIB. Samsung - Samsung Galaxy A80 mendarat di Indonesia seharga Rp9,499 juta.
  • 16:05 WIB. Garuda - Garuda Indonesia didesak segera perbaiki laporan keuangan.
  • 16:00 WIB. IHSG - IHSG ditutup merah 0,11% di akhir sesi II.

Artificial Intelligence Mampu Timbulkan Bencana Jika Disalahgunakan

Artificial Intelligence Mampu Timbulkan Bencana Jika Disalahgunakan - Warta Ekonomi
WE Online, Frankfurt -

Kemajuan pesat dalam aspek kecerdasan buatan atau artificial intelligence meningkatkan sebuah risiko bahwa para hacker atau para user yang tidak bertanggung jawab dapat memanfaatkan teknologi AI untuk memasang sebuah serangan otomatis, seperti menyebabkan sebuah kecelakaan mobil tanpa sopir atau mengubah drone komersial menjadi senjata yang mampu melumpuhkan tergetnya, sebuah laporan baru memperingatkan.

Penelitian yang dipublikasikan pada hari Rabu (21/2/2018) oleh 25 peneliti teknis dan kebijakan publik dari universitas Cambridge, Oxford dan Yale bersama dengan pakar privasi dan militer, memperingatkan soal penyalahgunaan AI oleh negara-negara yang 'nakal', para kriminal dan seorang militan.

Para periset mengatakan bahwa penggunaan AI yang disalahgunakan akan membawa ancaman yang dapat terjadi pada keamanan digital, fisik dan politik dengan memungkinkan sebuah serangan berskala besar yang ditargetkan dengan sangat efisien. Studi ini berfokus pada perkembangan AI dalam lima tahun terakhir.

"Kami semua setuju ada banyak aplikasi positif di AI," ujar Miles Brundage, seorang peneliti di Oxford's Future of Humanity Institute.

"Namun, ada celah seputar masalah penggunaan AI yang cenderung berbahaya," tambahnya, sebagaimana dikutip dari Reuters, Rabu (21/2/2018).

Kecerdasan buatan, atau AI, melibatkan penggunaan komputer untuk melakukan tugas yang biasanya membutuhkan kecerdasan manusia, seperti mengambil keputusan, mengenali teks, ucapan atau gambar visual.

Hal ini dianggap sebagai kekuatan yang kuat untuk membuka segala kemungkinan teknis, namun juga telah menjadi fokus perdebatan yang meluas mengenai apakah otomatisasi besar yang dimilikinya dapat mengakibatkan banyaknya pengangguran yang meluas dan dislokasi sosial lainnya.

Studi tersebut juga memperingatkan bahwa biaya sebuah serangan dapat diturunkan dengan menggunakan AI untuk menyelesaikan tugas yang tidak memerlukan tenaga kerja dan keahlian manusia. Sebuah serangan mungkin akan tidak praktis bagi manusia sendiri dalam mengembangkan atau memanfaatkan kerentanan sistem AI itu sendiri.

Studi tersebut juga mengulas perkembangan penelitian akademis tentang risiko keamanan yang ditimbulkan oleh AI dan meminta pemerintah, pakar kebijakan, dan teknis untuk berkolaborasi dan meredakan bahaya yang ditimbulkan dari penyalahgunaan AI.

Para peneliti merinci kekuatan AI untuk menghasilkan gambar, teks dan audio sintetis untuk meniru identitas orang lain secara online, untuk mempengaruhi opini publik, mencatat ancaman bahwa rezim otoriter dapat menggunakan teknologi semacam itu.

Laporan tersebut juga membuat serangkaian rekomendasi termasuk mengatur AI sebagai teknologi militer/komersial dual-use. Studi tersebut kemudian mengajukan pertanyaan tentang apakah akademisi dan pihak lain harus mengendalikan apa yang mereka publikasikan atau ungkapkan tentang perkembangan baru di AI sampai para ahli lain di lapangan memiliki kesempatan untuk belajar dan bereaksi terhadap potensi bahaya yang mungkin mereka hadapi.

"Kami akhirnya berakhir dengan lebih banyak pertanyaan daripada sebuah jawaban," ungkap Brundage.

Studi tersebut lahir dari sebuah lokakarya di awal 2017, dan beberapa ramalannya pada dasarnya menjadi sebuah kenyataan saat ditulis. Para penulis menduga AI dapat digunakan untuk membuat audio dan video palsu yang sangat realistis dari pejabat publik untuk sebuah tujuan propaganda.

Akhir tahun lalu, apa yang disebut "deepfake" yaitu sebuah video porno mulai muncul secara online, dengan wajah selebriti menyatu dengan tubuh yang berbeda.

"Itu terjadi dalam sebuah rezim pornografi daripada sebuah propaganda," pungkas Jack Clark, kepala kebijakan di OpenAI, kelompok yang didirikan oleh CEO Tesla Inc (TSLA.O) Elon Musk dan investor Silicon Valley Sam Altman untuk fokus pada AI yang berdampak positif kepada aspek kemanusiaan.

 

Tag: Artificial Intelligence, Artificial Intelligence, Drone, Self-Driving Car

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: China Daily via ZME Science

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,738.00 3,699.88
British Pound GBP 1.00 17,403.19 17,223.84
China Yuan CNY 1.00 2,036.85 2,016.51
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,019.00 13,879.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,828.72 9,729.18
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,794.23 1,776.19
Dolar Singapura SGD 1.00 10,317.95 10,211.15
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,718.10 15,555.58
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,408.46 3,371.14
Yen Jepang JPY 100.00 12,962.55 12,829.54

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6394.609 -7.271 652
2 Agriculture 1360.695 -1.524 21
3 Mining 1639.706 -0.398 49
4 Basic Industry and Chemicals 799.891 -0.595 72
5 Miscellanous Industry 1259.816 -47.920 49
6 Consumer Goods 2371.485 22.616 53
7 Cons., Property & Real Estate 495.215 -0.879 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1230.336 -6.362 74
9 Finance 1326.341 -0.371 91
10 Trade & Service 817.488 -0.352 163
No Code Prev Close Change %
1 SSTM 400 500 100 25.00
2 KAYU 360 450 90 25.00
3 ARKA 665 830 165 24.81
4 GLOB 326 406 80 24.54
5 MINA 1,010 1,250 240 23.76
6 TALF 286 348 62 21.68
7 MTPS 1,050 1,200 150 14.29
8 OCAP 420 480 60 14.29
9 TOPS 605 665 60 9.92
10 WIIM 242 266 24 9.92
No Code Prev Close Change %
1 POSA 322 242 -80 -24.84
2 KIOS 620 515 -105 -16.94
3 CASS 730 620 -110 -15.07
4 DWGL 93 80 -13 -13.98
5 YULE 179 154 -25 -13.97
6 MYTX 72 63 -9 -12.50
7 INCF 82 72 -10 -12.20
8 INPP 820 720 -100 -12.20
9 ASBI 386 340 -46 -11.92
10 PALM 258 228 -30 -11.63
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 340 344 4 1.18
2 MNCN 1,445 1,420 -25 -1.73
3 POSA 322 242 -80 -24.84
4 ASII 7,450 7,100 -350 -4.70
5 IPTV 246 244 -2 -0.81
6 ANTM 895 900 5 0.56
7 BIPI 52 52 0 0.00
8 MAMI 93 94 1 1.08
9 SWAT 117 116 -1 -0.85
10 BBRI 4,550 4,520 -30 -0.66