Portal Berita Ekonomi Kamis, 21 Juni 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:16 WIB. Jurnalis - Pasukan pro-UEA tahan seorang jurnalis d Yaman.
  • 18:13 WIB. FIFA - Piala Dunia: FIFA menghadapi kritik soal isu hak asasi manusia.
  • 18:11 WIB. Pengungsi - Irak tolak ide pemulangan pengungsi secara paksa.
  • 18:11 WIB. Pengungsi - Irak tolak ide pemulangan pengungsi secara paksa.
  • 17:56 WIB. Jepang - Indonesia siap sambut kapal Jepang untuk latihan bersama.
  • 17:55 WIB. Piala Dunia - Ronaldo pimpin top skor Piala Dunia 2018.
  • 17:53 WIB. Piala Dunia - Supporter Jepang lakukan 'sweeping' sampah di stadion.
  • 17:51 WIB. BBM - Mesir kembali naikkan harga bahan bakar.
  • 17:50 WIB. Migran - Trump tanda tangani perintah penghentian pemisahan keluarga migran.
  • 17:49 WIB. PBB - Inggris dan Jerman kecewa AS keluar dari Dewan HAM PBB.
  • 17:49 WIB. Bom - Nigeria: Bom bunuh diri di pangkalan militer melukai 15 orang.
  • 17:25 WIB. Siber -┬áKedekatan Google dan Huawei cemaskan pemerintah Amerika Serikat.

Artificial Intelligence Mampu Timbulkan Bencana Jika Disalahgunakan

Foto Berita Artificial Intelligence Mampu Timbulkan Bencana Jika Disalahgunakan
Warta Ekonomi.co.id, Frankfurt -

Kemajuan pesat dalam aspek kecerdasan buatan atau artificial intelligence meningkatkan sebuah risiko bahwa para hacker atau para user yang tidak bertanggung jawab dapat memanfaatkan teknologi AI untuk memasang sebuah serangan otomatis, seperti menyebabkan sebuah kecelakaan mobil tanpa sopir atau mengubah drone komersial menjadi senjata yang mampu melumpuhkan tergetnya, sebuah laporan baru memperingatkan.

Penelitian yang dipublikasikan pada hari Rabu (21/2/2018) oleh 25 peneliti teknis dan kebijakan publik dari universitas Cambridge, Oxford dan Yale bersama dengan pakar privasi dan militer, memperingatkan soal penyalahgunaan AI oleh negara-negara yang 'nakal', para kriminal dan seorang militan.

Para periset mengatakan bahwa penggunaan AI yang disalahgunakan akan membawa ancaman yang dapat terjadi pada keamanan digital, fisik dan politik dengan memungkinkan sebuah serangan berskala besar yang ditargetkan dengan sangat efisien. Studi ini berfokus pada perkembangan AI dalam lima tahun terakhir.

"Kami semua setuju ada banyak aplikasi positif di AI," ujar Miles Brundage, seorang peneliti di Oxford's Future of Humanity Institute.

"Namun, ada celah seputar masalah penggunaan AI yang cenderung berbahaya," tambahnya, sebagaimana dikutip dari Reuters, Rabu (21/2/2018).

Kecerdasan buatan, atau AI, melibatkan penggunaan komputer untuk melakukan tugas yang biasanya membutuhkan kecerdasan manusia, seperti mengambil keputusan, mengenali teks, ucapan atau gambar visual.

Hal ini dianggap sebagai kekuatan yang kuat untuk membuka segala kemungkinan teknis, namun juga telah menjadi fokus perdebatan yang meluas mengenai apakah otomatisasi besar yang dimilikinya dapat mengakibatkan banyaknya pengangguran yang meluas dan dislokasi sosial lainnya.

Studi tersebut juga memperingatkan bahwa biaya sebuah serangan dapat diturunkan dengan menggunakan AI untuk menyelesaikan tugas yang tidak memerlukan tenaga kerja dan keahlian manusia. Sebuah serangan mungkin akan tidak praktis bagi manusia sendiri dalam mengembangkan atau memanfaatkan kerentanan sistem AI itu sendiri.

Studi tersebut juga mengulas perkembangan penelitian akademis tentang risiko keamanan yang ditimbulkan oleh AI dan meminta pemerintah, pakar kebijakan, dan teknis untuk berkolaborasi dan meredakan bahaya yang ditimbulkan dari penyalahgunaan AI.

Para peneliti merinci kekuatan AI untuk menghasilkan gambar, teks dan audio sintetis untuk meniru identitas orang lain secara online, untuk mempengaruhi opini publik, mencatat ancaman bahwa rezim otoriter dapat menggunakan teknologi semacam itu.

Laporan tersebut juga membuat serangkaian rekomendasi termasuk mengatur AI sebagai teknologi militer/komersial dual-use. Studi tersebut kemudian mengajukan pertanyaan tentang apakah akademisi dan pihak lain harus mengendalikan apa yang mereka publikasikan atau ungkapkan tentang perkembangan baru di AI sampai para ahli lain di lapangan memiliki kesempatan untuk belajar dan bereaksi terhadap potensi bahaya yang mungkin mereka hadapi.

"Kami akhirnya berakhir dengan lebih banyak pertanyaan daripada sebuah jawaban," ungkap Brundage.

Studi tersebut lahir dari sebuah lokakarya di awal 2017, dan beberapa ramalannya pada dasarnya menjadi sebuah kenyataan saat ditulis. Para penulis menduga AI dapat digunakan untuk membuat audio dan video palsu yang sangat realistis dari pejabat publik untuk sebuah tujuan propaganda.

Akhir tahun lalu, apa yang disebut "deepfake" yaitu sebuah video porno mulai muncul secara online, dengan wajah selebriti menyatu dengan tubuh yang berbeda.

"Itu terjadi dalam sebuah rezim pornografi daripada sebuah propaganda," pungkas Jack Clark, kepala kebijakan di OpenAI, kelompok yang didirikan oleh CEO Tesla Inc (TSLA.O) Elon Musk dan investor Silicon Valley Sam Altman untuk fokus pada AI yang berdampak positif kepada aspek kemanusiaan.

 

Tag: Artificial Intelligence, artificial intelligent (AI), Drone, Self-Driving Car

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: China Daily via ZME Science

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Mar
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10