Portal Berita Ekonomi Selasa, 11 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:47 WIB. Refinancing - Rencana restrukturasi utang BIPI sebesar US$300 juta masih dalam proses finalisasi. 
  • 12:20 WIB. IHSG - Penutupan sesi I, IHSG melemah 0,52% ke level Rp6.079,49. 
  • 11:51 WIB. Rupiah - Hingga Selasa siang, nilai tukar rupiah masih melemah 0,67% di Rp14.646 per dolar AS. 
  • 11:50 WIB. Instagram - Instagram tunjuk Vishal Shah jadi Head of Product.
  • 11:49 WIB. Ekonomi Syariah - Gubernur BI: Indonesia terlambat memajukan ekonomi syariah.
  • 11:49 WIB. Air Asia - Operasional Air Asia resmi pindah ke terminal 2 Soetta mulai esok, Rabu (12/12/2018).

Jelang Rilis Stok AS, Harga Minyak Bervariasi

Foto Berita Jelang Rilis Stok AS, Harga Minyak Bervariasi
Warta Ekonomi.co.id, New York -

Harga minyak dunia sedikit bervariasi pada akhir perdagangan Kamis (22/2/2018) pagi WIB, menjelang data yang diperkirakan menunjukkan kenaikan persediaan minyak mentah di Amerika Serikat dan ketika dolar AS menguat dari posisi terendah tiga tahun pekan lalu.

Patokan global, harga minyak mentah Brent untuk penyerahan April, naik 17 sen atau 0,3 persen, menjadi ditutup pada 65,42 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange, setelah diperdagangkan antara 64,40 dolar AS hingga 65,53 dolar AS.

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April turun 11 sen atau 0,2 persen, menjadi berakhir pada 61,68 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, setelah diperdagangkan antara 60,92 dolar AS hingga 61,86 dolar AS.

Persediaan minyak mentah AS diperkirakan akan meningkat untuk minggu keempat berturut-turut, bertambah 1,8 juta barel pekan lalu, sebuah jajak pendapat Reuters menunjukkan.

Data persediaan AS dari American Petroleum Institute akan dirilis pada pukul 16.30 waktu setempat (21.30 GMT) dan data pemerintah akan dirilis pada Kamis pukul 11.00 waktu setempat. Kedua laporan tersebut tertunda satu hari karena libur di AS pada Senin (19/2).

Produksi minyak serpih AS akan mendorong kenaikan moderat pada persediaan minyak, kata Stewart Glickman, seorang analis energi di CFRA Research di New York.

"Minyak serpih yang terus naik menjadi alasan tersebut," katanya.

Harga minyak yang lebih tinggi dan kenaikan produksi akan memicu peningkatan investasi pada pengeboran dan produksi, yang pada gilirannya meningkatkan produksi minyak serpih lebih banyak, katanya.

Produksi minyak mentah AS melampaui 10 juta barel per hari (bpd) pada November lalu untuk pertama kalinya sejak 1970.

Peningkatan produksi serpih AS telah menghambat usaha-usaha Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen-produsen lainnya, yang dipimpin oleh Rusia, untuk mengurangi persediaan global yang membengkak dan menopang harga minyak dengan memotong produksi.

Sementara itu, indeks dolar AS mencapai level tertinggi satu minggu setelah rilis risalah dari pertemuan kebijakan Federal Reserve AS.

Dolar yang lebih kuat membuat minyak dan komoditas lainnya berdenominasi dolar AS, lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Minyak memperoleh beberapa dukungan dari kenaikan di pasar Wall Street.

"Harga minyak dan S&P sangat berkorelasi, akhir-akhir ini, karena penguatan ekonomi diterjemahkan ke dalam kinerja perusahaan yang lebih baik dan permintaan energi yang lebih tinggi," kata John Kilduff, mitra pada manajer investasi Again Capital di New York.

Harga-harga berjangka telah telah tertekan oleh pasar minyak mentah fisik, yang menunjukkan tanda-tanda pelemahan musiman saat kilang-kilang bersiap untuk ditutup guna pemeliharaan antara periode permintaan musim panas dan musim dingin.

Tag: The Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC), Minyak

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Reuters/Ramzi Boudina/File Photo

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6111.360 -14.996 620
2 Agriculture 1498.070 5.905 20
3 Mining 1737.944 -0.464 47
4 Basic Industry and Chemicals 843.964 1.637 71
5 Miscellanous Industry 1377.909 -12.076 45
6 Consumer Goods 2503.452 -5.828 49
7 Cons., Property & Real Estate 448.927 -0.797 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1043.764 -1.013 71
9 Finance 1163.047 -4.982 91
10 Trade & Service 790.568 -1.203 153
No Code Prev Close Change %
1 SOTS 165 280 115 69.70
2 URBN 1,200 1,800 600 50.00
3 PTSN 645 805 160 24.81
4 MDIA 126 153 27 21.43
5 YULE 173 208 35 20.23
6 PJAA 1,125 1,350 225 20.00
7 MERK 5,400 6,475 1,075 19.91
8 YPAS 625 725 100 16.00
9 SHID 3,500 4,000 500 14.29
10 KPAS 442 505 63 14.25
No Code Prev Close Change %
1 DEAL 525 394 -131 -24.95
2 NUSA 210 158 -52 -24.76
3 HERO 920 770 -150 -16.30
4 AKSI 332 280 -52 -15.66
5 FORU 120 103 -17 -14.17
6 ETWA 85 73 -12 -14.12
7 LMAS 64 55 -9 -14.06
8 SIPD 1,100 960 -140 -12.73
9 PNSE 740 650 -90 -12.16
10 HDTX 150 132 -18 -12.00
No Code Prev Close Change %
1 KPAS 442 505 63 14.25
2 RIMO 163 186 23 14.11
3 TLKM 3,670 3,680 10 0.27
4 NUSA 210 158 -52 -24.76
5 WSKT 1,845 1,845 0 0.00
6 BBRI 3,620 3,610 -10 -0.28
7 PTBA 3,990 4,020 30 0.75
8 ASII 8,225 8,150 -75 -0.91
9 ADRO 1,300 1,310 10 0.77
10 ITMG 20,425 19,800 -625 -3.06