Portal Berita Ekonomi Rabu, 20 Juni 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:45 WIB. Antariksa - Trump perintahkan AS dominasi antariksa.
  • 08:44 WIB. Gaza - PBB: Gaza 'di ambang perang'.
  • 08:43 WIB. Korea - Latihan militer Korsel-AS resmi dihentikan.
  • 08:42 WIB. Ganja - Otoritas Kanada memutuskan untuk legalkan ganja.
  • 08:41 WIB. Penerbangan - Saudia cetak rekor 688 penerbangan dalam waktu 24 jam.
  • 08:41 WIB. Amerika - Sekjen PBB sesalkan keputusan AS mundur dari Dewan HAM PBB.
  • 08:39 WIB. Suriah - Menlu Turki: Turki adalah negara kunci dalam perundingan Suriah.
  • 08:39 WIB. Perang Dagang - Trump ancam perang dagang yang makin parah dengan China.
  • 08:38 WIB. Wikileaks - Mantan pegawai CIA dituduh dalam kasus Wikileaks 'Vault 7'.
  • 08:38 WIB. Swedia - Serangan bersenjata di Swedia, 3 orang tewas.
  • 06:30 WIB. Ardiles - Ardiles Ciptawijaya memprediksi penjualan naik 20%-25% sepanjang tahun ini.
  • 06:27 WIB. Kereta - Kereta dengan konsep gerbong train sleeper mencatat penjualan Rp64,8 juta selama arus balik Lebaran 2018.
  • 06:23 WIB. PLTU - PT Cirebon Electric Power mencatat pembangunan PLTU ekspansi unit II berkapasitas 1.000 MW mencapai 14,7%.
  • 06:22 WIB. Hotel - Santika mencatat okupansi hotel di Bali, Malang, Yogyakarta, Semarang, dan Belitung naik 15% selama libur lebaran.
  • 06:20 WIB. Ciputra - Ciputra Group menargetkan penjualan proyek properti tumbuh sekitar 20%-30% pada 2018.

Ini Sebab Indonesia Masih Impor Garam

Foto Berita Ini Sebab Indonesia Masih Impor Garam
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia tidak otomatis membuat Indonesia menjadi negara produsen garam terbesar. Faktanya, hingga kini Indonesia masih harus mengimpor garam alias masih jauh dari mimpi swasembada.

Ekonom senior Faisal Basri menegaskan, luas laut bukan faktor utama produksi garam. Sejumlah negara yang masuk daftar 10 besar pemilik pantai terpanjang juga tercatat sebagai salah satu negara importir garam.  Contohnya, Amerika Serikat yang memiliki garis pantai 19.924 km ternyata mengimpor garam dengan total USD479,2 juta.

"Selanjutnya ada Jepang yang memiliki garis pantai 29.751 km juga melakukan impor garam dengan total USD418,3 juta," kata Faisal saat menghadiri launching dan bedah buku "Hikayat si Induk Bumbu: Jalan Panjang Swasembada Garam" di Jakarta, Kamis (22/2/2018).

Faisal pun mengungkapkan setidaknya ada tiga faktor yang menyebabkan Indonesia masih jauh dari  swasembada garam. Pertama kualitas. Faisal mengatakan penyerap terbanyak garam di Indonesia adalah sektor industri. "Sayangnya, spesifikasi garam dalam negeri belum bisa memenuhi standar garam industri," ujarnya.

Faktor kedua adalah harga. Biaya produksi per unit dalam industri garam di Indonesia amat tinggi. Hal itu dipicu oleh metode produksi manual dan penggunaan lahan musiman. "Kondisi ini tentu saja menyebabkan waktu produksi singkat dan kuantitas hasilnya rendah," jelasnya.

Lalu, faktor ketiga adalah iklim. Kelembapan di Indonesia bisa mencapai 80%. Hal ini membuat penguapan manual di tambak garam berjalan lambat.

"Belum lagi mempertimbangkan perubahan iklim, yang membuat hujan mendadak bisa terjadi berhari-hari di tengah kemarau sehingga penguapan di tambak garam sama sekali gagal," pungkasnya.

Tag: Faisal Basri, Garam, Impor

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Boyke P. Siregar

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5993.627 -113.071 587
2 Agriculture 1535.417 -16.568 19
3 Mining 1950.048 -19.774 44
4 Basic Industry and Chemicals 810.011 -8.507 70
5 Miscellanous Industry 1230.258 -8.573 45
6 Consumer Goods 2439.310 -39.956 45
7 Cons., Property & Real Estate 473.172 -5.498 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1040.501 -26.112 65
9 Finance 1059.149 -33.106 93
10 Trade & Service 902.658 -6.794 141
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10