Portal Berita Ekonomi Senin, 24 September 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:14 WIB. KPU -Pengawalan, kesehatan, dan protokoler masih melekat ke Jokowi dan bisa digunakan.
  • 18:13 WIB. KPU - Fasilitas negara tidak boleh dipakai Jokowi sebagai capres.
  • 17:30 WIB. Olahraga - Emil: Tindakan biadab oknum Bobotoh nodai kemenangan Persib.
  • 17:30 WIB. Hukum - Anggota DPRD minta kasus pengeroyokan pendukung Persija diusut tuntas.
  • 17:30 WIB. Transportasi - Bandara Ngurah Rai siap 100% sambut Pertemuan IMF-WB.
  • 17:29 WIB. Hukum - Anggota DPRD minta kasus pengeroyokan pendukung Persija diusut tuntas.
  • 17:29 WIB. Hukum - Polisi imbau suporter Persib dan Persija menahan diri.
  • 17:28 WIB. Politik - Dewan Pembina Golkar minta pengurus DPP rapatkan barisan.
  • 16:49 WIB. KPU - SBY belum tandatangani deklarasi kampanye damai.
  • 17:28 WIB. Politk - Yenny Wahid umumkan dukungan politiknya pada Rabu.
  • 17:28 WIB. KPU - Format debat bakal disepakati oleh Jokowi dan Prabowo.
  • 17:28 WIB. Politik - Bawaslu temukan dugaan pelanggaran deklarasi kampanye damai.
  • 17:27 WIB. KPU - Belum ada format debat capres-cawapres di Pemilu 2019.
  • 17:27 WIB. Info PNS - Kemenperin buka 400 formasi CPNS tahun Ini.
  • 17:27 WIB. Kesehatan - BPJS hanya tanggung 1 jenis obat hipertensi paru.

Krisis Rohingya Tidak 'Lukai' Industri Pariwisata Myanmar

Foto Berita Krisis Rohingya Tidak 'Lukai' Industri Pariwisata Myanmar
Warta Ekonomi.co.id, Yangon -

Kunjungan turis Myanmar naik 18 persen tahun lalu menjadi 3,44 juta pengunjung, meskipun ada kecaman internasional atas perlakuan terhadap populasi Muslim Rohingya oleh pemerintah Myanmar.

Kementerian Pariwisata dan Pariwisata Myanmar menyatakan telah memperkirakan sekitar 3,5 juta pengunjung tahun lalu, setelah jumlah kedatangan merosot menjadi 2,9 juta pada 2016 dari 4,7 juta dalam 12 bulan sebelumnya.

"Saya pikir jumlahnya meningkat saat kami mengadakan banyak acara promosi, dan pemerintah telah mengizinkan wisatawan untuk melakukan perjalanan ke daerah yang sebelumnya terlarang," tutur U Myint Htwe, wakil direktur jenderal kementerian Myanmar, dalam sebuah wawancara, sebagaimana dikutip dari Bloomberg, Kamis (22/2/2018).

Namun, data yang bisa diandalkan di Myanmar bisa sulit didapat. Pada bulan Desember, kualitas statistik perbankan negara dipertanyakan oleh Bank Dunia. Sekitar 700.000 Muslim Rohingya telah meninggalkan Negara Rakhine Myanmar ke negara tetangga Bangladesh sejak Agustus tahun lalu ketika gerilyawan dari Angkatan Bersenjata Rohani Arakan menyerang 25 pos polisi dan tentara, menewaskan selusin petugas keamanan Myanmar.

Militer menanggapi dengan apa yang mereka sebut sebagai "operasi pembersihan," dengan laporan pasukan keamanan dan warga Buddha tanpa pandang bulu menyerang orang Rohingya dan membakar desa mereka. Pada bulan November, Sekretaris Negara A.S. Rex Tillerson mengutuk perlakuan Myanmar terhadap Rohingya sebagai sebuah upaya "pembersihan etnis."

"Kami memperkirakan 3,5 juta pada 2017 namun kami hanya menerima 3,44 juta karena bencana alam dan H1N1," tutur Myint Htwe, dengan menambahkan bahwa dampak konflik di bagian utara negara bagian Rakhine terbatas karena ini bukan tujuan wisata utama oleh para turis.

"Kami harapkan lebih dari 3,44 juta tahun ini," tukasnya.

Pada tahun 2015, World Travel & Tourism Council memperkirakan bahwa sektor perjalanan dan pariwisata Myanmar akan tumbuh sebesar 8,4 persen pada tahun 2025 untuk menjadi kontributor nomor satu negara untuk produk domestik bruto. Sebuah laporan pada 2013 tentang Myanmar oleh McKinsey Global Institute, memperkirakan bahwa pariwisata dapat menyumbang $14,1 miliar untuk ekonomi Myanmar pada tahun 2030 dan mempekerjakan sekitar 2,3 juta orang.

"Pariwisata pada 2017 dipastikan berdampak pada keseluruhan pasar, terutama yang berkaitan dengan pengunjung dari Eropa," ungkap Enrico Cesenni, CEO Myanmar Strategic Holdings Ltd, yang memiliki investasi di sektor hotel dan pariwisata di Myanmar.

"Hal yang baik adalah kita mengalami lebih banyak pengunjung dari negara-negara ASEAN," imbuhnya.

"Negara-negara Asia Utara seperti China, Jepang dan Korea, juga membawa lebih banyak wisatawan," pungkasnya.

Tag: Myanmar, Aung San Suu Kyi, Muslim Rohingya, Rohingya, Krisis Kemanusiaan Rohingya, Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA), Pariwisata, Bangladesh, Cox's Bazar, Bangladesh, Amerika Serikat (AS), Rex Wayne Tillerson

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Reuters/Soe Zeya Tun

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,983.31 3,943.74
British Pound GBP 1.00 19,541.71 19,346.63
China Yuan CNY 1.00 2,185.44 2,163.79
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,939.00 14,791.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,865.13 10,756.02
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,913.10 1,894.12
Dolar Singapura SGD 1.00 10,936.31 10,826.38
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,538.39 17,361.68
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,614.57 3,575.30
Yen Jepang JPY 100.00 13,268.50 13,135.88

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5882.220 -75.524 602
2 Agriculture 1567.510 -18.297 20
3 Mining 1923.474 -30.574 46
4 Basic Industry and Chemicals 812.308 -9.658 71
5 Miscellanous Industry 1220.729 -18.367 45
6 Consumer Goods 2451.723 -39.686 47
7 Cons., Property & Real Estate 420.474 -0.498 68
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1011.546 -15.717 69
9 Finance 1063.252 -12.488 91
10 Trade & Service 821.082 -8.768 145
No Code Prev Close Change %
1 DIGI 660 825 165 25.00
2 INAF 3,220 4,020 800 24.84
3 NIKL 2,270 2,830 560 24.67
4 PANI 382 476 94 24.61
5 GOLD 498 570 72 14.46
6 TOPS 730 820 90 12.33
7 SKBM 452 498 46 10.18
8 BIKA 175 189 14 8.00
9 LPIN 1,125 1,205 80 7.11
10 LMSH 645 690 45 6.98
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 254 210 -44 -17.32
2 CANI 210 181 -29 -13.81
3 BKSW 200 173 -27 -13.50
4 BKDP 84 73 -11 -13.10
5 TFCO 840 730 -110 -13.10
6 KPAL 570 496 -74 -12.98
7 AIMS 200 176 -24 -12.00
8 LAND 1,440 1,270 -170 -11.81
9 SAME 560 505 -55 -9.82
10 MYTX 133 120 -13 -9.77
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 254 210 -44 -17.32
2 BMTR 412 420 8 1.94
3 BHIT 87 90 3 3.45
4 KPIG 680 690 10 1.47
5 LAND 1,440 1,270 -170 -11.81
6 BBRI 3,120 3,010 -110 -3.53
7 IMAS 1,970 2,070 100 5.08
8 BCAP 300 300 0 0.00
9 ANTM 820 800 -20 -2.44
10 UNTR 33,300 32,450 -850 -2.55

Recommended Reading

Senin, 24/09/2018 17:10 WIB

Mantan Bos Pertamina Malam Ini Tidur di Sel

Senin, 24/09/2018 16:33 WIB

Buwas: Jangan Bilang Data Beras Saya Salah

Senin, 24/09/2018 16:15 WIB

Lengkap, 12 Langkah untuk Memulai Bisnis

Senin, 24/09/2018 13:13 WIB

Friksi Perdagangan AS-China Memanas

Senin, 24/09/2018 11:56 WIB

5 Keuntungan Jadi Anak Seorang Pengusaha

Senin, 24/09/2018 10:40 WIB

Transaksi E-Commerce Ditarget US$130 Miliar

Minggu, 23/09/2018 20:30 WIB

Investasi Singapura di Indonesia Naik 38%