Portal Berita Ekonomi Minggu, 24 Juni 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:41 WIB. UKM - Aprindo menyebutkan penurunan tarif PPh final menjadi 0,5% merupakan angin segar bagi pelaku UMKM.
  • 10:40 WIB. Pilkada - KPU Kalbar mengatakan telah mendistribusikan logistik untuk pencoblosan di setiap kabupaten/kota.
  • 10:40 WIB. AS - AS mengatakan telah menyatukan kembali 522 anak yang terpisah dari orang tua mereka. 
  • 10:39 WIB. Taiwan - Pemerintah Taiwan melalui tengah mendalami potensi kerja sama di bidang kesehatan dengan Indonesia.
  • 10:38 WIB. Kementan - Kementan merilis varietas baru padi gogo dengan hasil panen tinggi dan berumur pendek yang disebut Inpago.
  • 10:38 WIB. Kelapa - Kadin menilai pemanfaatan teknologi pada produk turunan kelapa akan mampu meningkatkan daya beli kopra.
  • 09:41 WIB. Ayam - Harga daging ayam broiler di sejumlah pasar tradisional di Mataram terpantau tinggi Rp40.000 per kilogram.
  • 09:28 WIB. Aceh - Polres Lhokseumawe menyatakan hanya terjadi tiga kasus kecelakaan selama arus mudik-balik Lebaran 2018.
  • 09:28 WIB. Inalum - Sebanyak 28 pegawai Inalum diturunkan mencari korban hilang KM Sinar Bangun.

Luhut Pamerkan Peluang Investasi Indonesia di AS

Foto Berita Luhut Pamerkan Peluang Investasi Indonesia di AS
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memamerkan sejumlah peluang investasi di Indonesia saat menjadi pembicara kunci dalam pertemuan "Sovereign Wealth Fund Institute Annual Conference 2018" di Santa Monica, Amerika Serikat, Rabu (21/2).

Luhut menjelaskan beberapa poin penting seperti iklim investasi yang sehat, kestabilan politik di Indonesia dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang merangkak naik sekitar 5 persen hingga 5,7 persen dalam 10 tahun terakhir.

"Kenapa kita harus berinvestasi di Indonesia? Sebab, Indonesia punya populasi kelas menengah yang besar, reformasi di regulasi yang memudahkan dan pertumbuhan ekonomi yang stabil dalam 10 tahun terakhir. Bahkan dalam pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat, pertumbuhan ekonomi Indonesia terus menunjukkan akselerasinya. Setelah mencapai titik rendah di pertengahan 2015, sekarang posisi Indonesia ada di peringkat ketiga setelah China dan India di kelompok negara G20," ungkapnya dalam siaran pers di Jakarta, Kamis, (22/2/2018).

Mantan Menko Polhukam itu memaparkan, pembangunan infrastruktur seperti pelabuhan laut, jalan tol, bandara, juga transportasi massal seperti MRT, LRT serta fasilitas lainnya adalah salah satu prioritas utama dari Pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Tujuan pembangunan infrastruktur adalah untuk meningkatkan daya saing ekonomi dan membangun konektivisitas antar penduduk di Indonesia yang terdiri dari 17.000 pulau.

"Dari tantangan geografis itulah kami memandang penting untuk membangun konektivitas, selain untuk alasan ekonomis namun utamanya hal itulah yang dapat mempersatukan Indonesia. Oleh karenanya kami meningkatkan anggaran untuk infrastruktur sejak 2014-2018 sebesar 160 persen, dari Rp154 triliun menjadi Rp409 triliun dengan mengurangi subsidi bahan bakar minyak dan manajemen fiskal yang bijak," imbuhnya.

Dengan mengimplementasikan kebijakan fiskal yang baik, Luhut menyebut Indonesia mampu menjaga rasio hutang di bawah 30 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) dan defisit anggaran di bawah 3 persen.

"Dan salah satu hasilnya adalah, Indonesia mendapat rating bagus dari tiga lembaga pemeringkat ekonomi global yang kredibel. Kini, Indonesia sudah mendapatkan peringkat 'investment grade' atau layak investasi dari tiga lembaga pemeringkat utama yakni S&P Global Ratings, Fitch Ratings, dan Moody's," jelasnya.

Lebih lanjut, selain meningkatkan pembangunan infrastruktur, pemerintah Indonesia juga mereformasi berbagai kebijakan di sektor umum. Diantaranya, penyederhanaan proses perizinan, mengurangi daftar negatif investasi demi menarik lebih banyak investor dari luar negeri dan penyediaan insentif fiskal.

"Salah satu reformasi utama kami adalah pengurangan jumlah hari dan dokumen yang harus diproses. Kami telah kurangi jumlah rata-rata hari untuk mendapatkan perizinan sekitar 600 persen. Hasilnya, kami berhasil meningkatkan peringkat bisnis dari awalnya urutan 120 di 2015 ke urutan 72 di tahun 2018," paparnya.

Luhut juga mengajak para investor untuk menanamkan investasi di bidang pengolahan sampah. Pasalnya, mantan Kepala Staf Presiden (KSP) itu mengatakan pemerintah Indonesia tengah serius menangani sampah plastik dengan membangun sistem pengolahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung dan pembersihan Sungai Citarum.

Tag: Luhut Binsar Pandjaitan, investasi

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Menko Maritim

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5821.812 -0.521 587
2 Agriculture 1482.909 -8.990 19
3 Mining 1961.047 9.274 44
4 Basic Industry and Chemicals 792.719 -10.247 70
5 Miscellanous Industry 1192.511 -9.581 45
6 Consumer Goods 2334.240 -6.620 45
7 Cons., Property & Real Estate 448.980 -1.710 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1024.955 -10.483 65
9 Finance 1028.501 16.045 93
10 Trade & Service 878.674 -10.182 141
No Code Prev Close Change %
1 JKSW 89 120 31 34.83
2 SWAT 424 530 106 25.00
3 KPAL 326 406 80 24.54
4 BTON 254 316 62 24.41
5 SONA 2,710 3,290 580 21.40
6 CSIS 1,150 1,390 240 20.87
7 DSSA 21,000 25,200 4,200 20.00
8 PTIS 316 376 60 18.99
9 CITA 1,150 1,350 200 17.39
10 TGRA 426 498 72 16.90
No Code Prev Close Change %
1 SDMU 167 116 -51 -30.54
2 BBRM 63 52 -11 -17.46
3 MFMI 775 640 -135 -17.42
4 DNAR 310 260 -50 -16.13
5 KPIG 1,405 1,200 -205 -14.59
6 JKON 540 472 -68 -12.59
7 LEAD 107 94 -13 -12.15
8 CMPP 338 300 -38 -11.24
9 NELY 132 118 -14 -10.61
10 GLOB 278 250 -28 -10.07
No Code Prev Close Change %
1 SWAT 424 530 106 25.00
2 ERAA 2,660 2,980 320 12.03
3 BBRI 2,910 2,980 70 2.41
4 KREN 760 750 -10 -1.32
5 BMTR 570 540 -30 -5.26
6 INKP 20,025 19,250 -775 -3.87
7 BBCA 21,150 21,925 775 3.66
8 ADRO 2,010 1,930 -80 -3.98
9 BBTN 2,800 2,690 -110 -3.93
10 TLKM 3,610 3,580 -30 -0.83