Portal Berita Ekonomi Minggu, 23 September 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:40 WIB. PP Urban - PP Urban akan genjot kontribusi pendapatan bisnis propertinya.
  • 17:05 WIB. SMGR -SMGR kembali gelar acara bertajuk Road to Semen Indonesia Trail Run di Hyatt Hotel Yogyakarta.
  • 13:19 WIB. Politik - KPU RI tunggu laporan awal dana kampanye peserta pemilu.
  • 12:40 WIB. BNI - BNI menyediakan berbagai produk dan layanan perbankan selama perhelatan Asian Para Games.

Harga Minyak Menguat Setelah Stok AS Turun

Foto Berita Harga Minyak Menguat Setelah Stok AS Turun
Warta Ekonomi.co.id, New York -

Harga minyak naik ke tingkat tertinggi dua minggu pada akhir perdagangan Jumat (23/2/2018) pagi WIB, didorong oleh data yang menunjukkan penurunan tak terduga dalam persediaan minyak mentah AS, dan juga oleh pelemahan dolar AS.

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk penyerahan April naik 1,09 dolar AS atau sekitar 1,8 persen, menjadi menetap di 62,77 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah AS diperdagangkan antara 60,75 dolar AS hingga 63,09 dolar AS, tertinggi sejak 7 Februari.

Sementara patokan global, minyak mentah Brent untuk penyerahan April naik 97 sen atau sekitar 1,5 persen menjadi ditutup pada pada 66,39 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange. Minyak mentah Brent mencapai tertinggi dua minggu di 66,56 dolar AS.

Persediaan minyak mentah AS secara tak terduga turun 1,6 juta barel pekan lalu, karena impor bersih jatuh ke rekor terendah dan ekspor melonjak, sementara persediaan di pusat penyimpanan utama di Cushing, Oklahoma, turun lebih lanjut, menurut data Badan Informasi Energi AS (EIA).

Persediaan minyak mentah diperkirakan akan meningkat 1,8 juta barel, karena stok-stok meningkat secara musiman saat kilang-kilang mengurangi produksi guna melakukan perawatan berkala.

"Data mingguan EIA sangat mendukung WTI mengingat penarikan-penarikan di AS dan Cushing, dorongan dalam ekspor minyak mentah di atas dua juta barel per hari serta produksi minyak mentah datar," kata Anthony Headrick, analis pasar energi di CHS Hedging LLC di Inver Grove Heights, Minnesota.

Persediaan minyak mentah di pusat pengiriman Cushing, Oklahoma, berkurang 2,7 juta barel pada pekan lalu, penurunan mingguan keenam berturut-turut, kata EIA.

"Alasan persediaan terus turun di Cushing adalah karena pasar masih 'backwardated' dan oleh karena itu tidak ekonomis untuk menyimpan minyak mentah," kata Andrew Lipow, presiden Lipow Oil Associates di Houston, Texas.

Dalam struktur pasar yang disebut "backwardation" (pembelian kontrak berjangka dengan harga lebih rendah dari biaya kontrak dengan penyerahan aset), mendorong harga-harga minyak mentah lebih tinggi daripada harga-harga "forward" (di depan), sehingga mengurangi antusias penyimpanan.

"Lebih masuk akal untuk melikuidasi persediaan-persediaan di tangan Anda," kata Lipow.

Impor bersih minyak mentah AS turun 1,6 juta barel per hari menjadi di bawah lima juta barel per hari minggu lalu, tingkat terendah sejak EIA mulai merekam data pada 2001.

Ekspor minyak mentah AS melonjak menjadi di atas dua juta barel per hari, mendekati rekor 2,1 juta pada Oktober. Itu membantu mendorong impor bersih ke tingkat terendah.

Harga minyak juga didukung dolar AS yang turun dari tertinggi delapan hari. Melemahnya dolar AS membuat minyak dan komoditas-komoditas lain berdenominasi dolar AS lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Korelasi antara pergerakan harga minyak dan dolar AS telah menguat dalam beberapa pekan terakhir, karena investor semakin menjual aset-aset lainnya untuk membeli mata uang AS dipicu ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih cepat.

Tag: Bursa Global, Minyak

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Muhamad Ihsan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,972.48 3,932.70
British Pound GBP 1.00 19,766.67 19,568.83
China Yuan CNY 1.00 2,179.44 2,157.79
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,898.00 14,750.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,860.64 10,751.28
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,904.46 1,885.47
Dolar Singapura SGD 1.00 10,919.89 10,810.61
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,552.82 17,372.55
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,609.89 3,570.56
Yen Jepang JPY 100.00 13,234.43 13,099.47

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5957.744 26.478 602
2 Agriculture 1585.807 1.672 20
3 Mining 1954.048 17.971 46
4 Basic Industry and Chemicals 821.966 11.293 71
5 Miscellanous Industry 1239.096 -33.418 45
6 Consumer Goods 2491.409 13.779 47
7 Cons., Property & Real Estate 420.972 -0.966 68
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1027.263 -2.237 69
9 Finance 1075.740 7.879 91
10 Trade & Service 829.850 7.907 145
No Code Prev Close Change %
1 LPIN 900 1,125 225 25.00
2 PANI 306 382 76 24.84
3 LAND 1,155 1,440 285 24.68
4 DIGI 530 660 130 24.53
5 IIKP 236 280 44 18.64
6 FILM 1,135 1,285 150 13.22
7 RELI 234 260 26 11.11
8 PBSA 660 730 70 10.61
9 NIKL 2,060 2,270 210 10.19
10 ACES 1,420 1,560 140 9.86
No Code Prev Close Change %
1 AIMS 230 200 -30 -13.04
2 BIKA 200 175 -25 -12.50
3 TOPS 825 730 -95 -11.52
4 SIPD 1,065 955 -110 -10.33
5 MAPA 4,180 3,800 -380 -9.09
6 INTD 308 282 -26 -8.44
7 MMLP 575 530 -45 -7.83
8 WICO 645 595 -50 -7.75
9 LMSH 695 645 -50 -7.19
10 UNIT 290 270 -20 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 KPIG 690 680 -10 -1.45
2 BBRI 3,090 3,120 30 0.97
3 TRAM 260 254 -6 -2.31
4 ADRO 1,805 1,880 75 4.16
5 CPRO 50 50 0 0.00
6 BBCA 23,950 23,700 -250 -1.04
7 PNLF 232 238 6 2.59
8 LAND 1,155 1,440 285 24.68
9 TLKM 3,600 3,600 0 0.00
10 FILM 1,135 1,285 150 13.22