Portal Berita Ekonomi Minggu, 22 April 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:23 WIB. Copa del Rey - Sevilla 0-5 Barcelona.
  • 06:22 WIB. LaLiga Santander - Celta Vigo 1-1 Valencia.
  • 06:21 WIB. LaLiga Santander - Eibar 0-1 Getafe.
  • 06:21 WIB. Serie A - AC Milan 0-1 Benevento.
  • 06:20 WIB. Serie A - Sassuolo 1-0 Fiorentina.
  • 06:20 WIB. Serie A - SPAL 2013 0-3 Roma.
  • 06:19 WIB. FA Cup - Manchester United 2-1 Tottenham Hotspur.
  • 06:18 WIB. Premier League - Watford 0-0 Crystal Palace.
  • 06:18 WIB. Premier League - West Bromwich Albion 2-2 Liverpool.
  • 06:16 WIB. Accor - Accor Hotels meluncurkan program daur ulang sabun sisa.
  • 06:15 WIB. REI - REI menargetkan sedikitnya 50.000 orang akan berkunjung selama 10 hari pelaksanaan REI Mega Expo 2018.

Jumlah Perempuan di Industri STEM Masih Minor

Foto Berita Jumlah Perempuan di Industri STEM Masih Minor
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Meski prospek industri STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) cukup menjanjikan di masa depan, masih ada sejumlah tantangan dalam menarik tenaga kerja profesional perempuan untuk bekerja di industri tersebut. Hingga saat ini, jumlah perempuan dalam industri STEM masih menjadi minoritas.

Salah satu yang menjadi isu yaitu industri STEM dianggap memiliki lingkungan yang 'tidak ramah' untuk perempuan. Menurut studi dari UNESCO (2015), rendahnya tingkat partisipasi pekerja perempuan di bidang teknik mesin terutama disebabkan oleh persepsi lingkungan kerja di industri STEM merupakan domain pekerja laki-laki yang melibatkan pekerjaan fisik dan karenanya tidak menarik bagi pekerja perempuan. 

Data terakhir (per Februari 2017) dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa ada sekitar 131,55 juta pekerja yang tersedia di pasar tenaga kerja dalam negeri. Berdasarkan perbandingan gender, tingkat partisipasi perempuan sekitar 55% atau lebih rendah dari laki-laki (83,19%). Sebagai tambahan, hanya 37,4% pekerja perempuan yang bekerja di sektor formal dibandingkan pekerja laki-laki (62,6%). Khusus untuk pekerjaan di industri STEM, tercatat hanya sekitar 30% pekerja perempuan.

Walaupun jumlah persentase pekerja perempuan di industri STEM ini tergolong kecil, berdasarkan penelitian Lembaga Statistik UNESCO, angka tersebut masih lebih tinggi dari rata-rata negara-negara di Asia Tenggara yaitu sebesar 23%. Peringkat ini menempatkan lndonesia berada di depan negara-negara tetangga seperti Singapura, Laos, dan Kamboja dalam rasio perempuan terhadap pekerja laki-laki di industri STEM. Oleh karena itu, peluang meningkatkan pekerja perempuan di industri STEM masih terbuka sangat lebar. 

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Pemberdayaan Perempuan Nita Yudi menyebutkan bahwa berdasarkan data statistik yang diperolehnya menyatakan 3 dari 10 peneliti bekerja di STEM. Kemudian data statistik lainnya, menyebutkan 1 dari 5 profesional bekerja di industri STEM.

Data dari Menristek Dikti menyatakan 3 juta mahasiswa 8,9 persennya mengambil MIPA. Kemudian, 9,3 persen mengambil jurusan teknik. Sisanya mengambil jurusan yang lain. Namun, tren anak perempuan mengambil jurusan sience, teknologi, dan matematika terus meningkat.

"Ini yang menggembirakan. Tentu kita semua tahu di era digital ini, di era transformasi ini, semua pekerjaan itu membutuhkan keterampilan ICT (Information Communication Technology). Kaum perempuan harus merubah mindset-nya bahwa STEM industry ini sangat bermanfaat," papar Nita dalam acara CEO Talks "Promoting Women's Leadership in STEM Industries" di Jakarta, Kamis (22/2/2018).

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Sujatmiko juga mengungkapkan bahwa sejak tahun 2000 Pemerintah sudah mulai memberikan banyak sekali Undang-Undang yang pro terhadap perempuan dan kesetaraan gender.

"Pemerintah dalam hal ini sudah berupaya untuk melindungi perempuan dan anak. Kenapa perempuan dilindungi? Perempuan gunanya sudah hampir sama dengan laki-laki, 49,8 persen dari seluruh total penduduk Indonesia. Anak-anak kita yang sama juga besarnya yaitu 33 persen adalah masa depan kita. Anak dan perempuan ini memiliki strategis di masa depan. Dan itulah yang harus kita lindungi. Apakah kita mampu melindungi anak-anak kita? Tergantung pada apakah perempuan-perempuan berkualitas atau tidak," paparnya.

Sementara Perwakilan Kedutaan Besar Australia Steven mengatakan bahwa tantangan STEM dan partisipasi perempuan merupakan masalah global. Maka, yang perlu dilakukan adalah melihat peluang dari permasalahan yang ada di masyarakat. "Misalnya, kalau tidak ada kemacetan maka tidak akan ada ojek online," jelasnya.

Tag: Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Nita Yudi, STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics)

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Ning Rahayu

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6337.695 -18.206 575
2 Agriculture 1721.541 -3.312 19
3 Mining 1958.128 -0.646 44
4 Basic Industry and Chemicals 794.507 -3.199 70
5 Miscellanous Industry 1293.151 -17.847 44
6 Consumer Goods 2633.301 -33.845 45
7 Cons., Property & Real Estate 510.814 0.450 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1076.189 -0.378 64
9 Finance 1148.751 1.106 90
10 Trade & Service 942.468 5.729 134
No Code Prev Close Change %
1 INPS 2,430 3,030 600 24.69
2 RELI 330 400 70 21.21
3 IBST 7,200 8,600 1,400 19.44
4 TRIL 83 99 16 19.28
5 PDES 1,125 1,320 195 17.33
6 AKPI 750 850 100 13.33
7 YPAS 795 900 105 13.21
8 CENT 110 124 14 12.73
9 KICI 198 218 20 10.10
10 GEMA 1,245 1,350 105 8.43
No Code Prev Close Change %
1 TIFA 266 212 -54 -20.30
2 PBSA 1,280 1,080 -200 -15.62
3 TRUS 250 218 -32 -12.80
4 INAI 490 434 -56 -11.43
5 BINA 775 705 -70 -9.03
6 FINN 145 132 -13 -8.97
7 ABBA 74 68 -6 -8.11
8 ALMI 324 298 -26 -8.02
9 DPNS 458 424 -34 -7.42
10 GOLD 472 440 -32 -6.78
No Code Prev Close Change %
1 TIFA 266 212 -54 -20.30
2 SRIL 356 356 0 0.00
3 MNCN 1,405 1,445 40 2.85
4 BHIT 106 110 4 3.77
5 HELI 300 280 -20 -6.67
6 PGAS 2,190 2,320 130 5.94
7 BMTR 565 580 15 2.65
8 IKAI 610 615 5 0.82
9 CENT 110 124 14 12.73
10 TRIL 83 99 16 19.28

Recommended Reading

Minggu, 22/04/2018 00:28 WIB

BI Nilai Ekonomi RI Tetap Solid

Sabtu, 21/04/2018 13:39 WIB

DPR Sebut Manajemen Telkom Bobrok, Kenapa Ya?

Sabtu, 21/04/2018 08:59 WIB

Kemenkominfo Kembali Surati Facebook

Sabtu, 21/04/2018 06:06 WIB

AFS: Habis Turun, Terbitlah Kenaikan Laba

Jum'at, 20/04/2018 20:00 WIB

10 Manfaat Internet Marketing bagi Bisnis

Jum'at, 20/04/2018 18:42 WIB

Ini Daftar Nama Direksi Pertamina yang Dicopot