Portal Berita Ekonomi Kamis, 20 September 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:10 WIB. PHE - PHE berharap roduksi lapangan YY menghasilkan minyak dan gas bumi rata-rata harian sebesar 3.750 BPH.
  • 22:09 WIB. PHE - Produksi dari lapangan YY diharapkan dapat mulai dialirkan pada akhhir 2019.
  • 22:07 WIB. PHE - Pertamina Hulu Energi telah memulai tahap fabrikasi anjungan lepas pantai YYA di Lapangan YY, Handil, Kutai Kartanegara, Kaltim.
  • 21:24 WIB. BTN - BTN bersinergi dengan RNI dengan memberikan berbagai fasilitas pembiayaan kepada RNI.
  • 21:21 WIB. BTN - BTN akan bersinergi dengan berbagai pihak termasuk dengan BUMN lain untuk kejar penyaluran kredit komersial hingga akhir tahun ini.
  • 21:18 WIB. AP II - Awaluddin merinci dana yang dikeluarkan untuk membangun terminal baru di Bandara Tjilik Riwut mencapai Rp400-500 miliar. 
  • 21:16 WIB. AP II - AP II berharap penyelesaian pembiayaan keempat bandara bisa terlaksana pada 2019.
  • 21:15 WIB. AP II - AP II mengalokasikan dana investasi diperkirakan Rp1,7 triliun untuk bangun 4 bandara.
  • 21:13 WIB. AP II - AP II menggandeng PINA untuk mempercepat pembiayaan pengembangan empat bandara.
  • 21:08 WIB. BUMN - Imam A Putro: setoran dividen 2019, sebesar Rp 44,7 triliun adalah dari BUMN dan Rp850 miliar dari BUMN di bawah pembinaan Kemenkeu.
  • 21:07 WIB. HK - HK mengatakan, dengan diaplikasikannya integrasi JORR, pengguna jalan dari Tanjung Priok ke arah Kapuk kini hanya membayar sekali.
  • 20:46 WIB. BNI AM - Produk reksa dana pasar uang BNI AM mendapatkan penghargaan sebagai Reksa Dana Pasar Uang Terbaik. 
  • 20:14 WIB. ManageEngine - ManageEngine luncurkan Browser Security Plus.
  • 20:12 WIB. Oppo - Oppo F9 Starry Purple resmi meluncur di Indonesia.

ASEAN Siapkan UMKM Hadapi Transformasi Digital

Foto Berita ASEAN Siapkan UMKM Hadapi Transformasi Digital
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Kementerian Koperasi dan UKM menghadiri ASEAN-Australia Workshop dengan tema "Future of Digital Transformation among ASEAN MSMEs" yang dihadiri perwakilan pemerintah dan private sector yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand, 12-13 Februari 2018. Workshop tersebut membahas tantangan yang dihadapi UMKM ASEAN dalam menghadapi digitalisasi serta peran pemerintah dan private sector menghadapi tantangan tersebut.

Kementerian Koperasi dan UKM diwakili oleh Sekretaris Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Rosdiana Veronica Sipayung mengatakan tahun 2016 terdapat 260 juta pengguna internet di ASEAN. Diperkirakan terdapat 4 juta pengguna internet baru tiap bulannya sehingga tahun 2020 mencapai 480 juta pengguna internet. Pada 2016 transaksi online di ASEAN mencapai US$30 miliar.

Rosdiana mengemukakan UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian di ASEAN berkontribusi pada GDP dan penyerapan tenaga kerja serta pembangunan negara harus siap menghadapi era digital ini.

"Tantangan UMKM dalam era transformasi digital ekonomi adalah rendahnya kemampuan sumber daya manusia menghadapi metode perdagangan dari cara berbisnis secara konvensional menjadi online bisnis," kata Rosdiana dalam siaran pers, Kamis (23/2/2018).  

Karena itu, ASEAN membahas upaya-upaya mendorong UMKM menghadapi teknologi digital untuk dapat mengekspor dan memberi peluang bagi UMKM berkontribusi dalam rantai suplai global. Selain itu, dengan digitalisasi UMKM, produk dapat terjual lebih cepat dan mengurangi biaya operasional.

Dunia digital juga berarti keterbukaan, bagaimana perlindungan terhadap data, pembayaran digital, perlindungan terhadap hak cipta, pajak yang akan mucul dalam transaksi lintas batas. Hal ini menjadi kendala dikarenakan masih kurangnya regulasi.

Dinilai sangat penting kolaborasi antara pemerintah dan private sector untuk meningkatkan kemampuan digital bagi UMKM. Pemerintah harus menciptkan lingkungan yang mendukung UMKM berkembang melalui digitalisasi dan mengajak private sector untuk menyiapkan teknologi digital yang aman dan mudah digunakan bagi UMKM.

Sejumlah rekomendasi dihasilkan dalam workshop ini yang selanjutnya menjadi masukkan dalam ASEAN-Australia Summit di Sydney Maret 2018, yakni:

(1) Peningkatan produktivitas, teknologi, dan inovasi dimana perlunya pengembangan kapasitas bagi UMKM yang difokuskan pada peningkatan produktivitas, sharing best practice antar UMKM yang telah beralih ke digital. 

 (2) Peningkatan akses keuangan dimana perlunya menciptakan lingkungan yang mendukung dana modal ventura yang berfokus pada UMKM, memperluas penggunaan pembayaran digital oleh UMKM melalui reformasi kebijakan dan peraturan, mendorong penggunaan electronic receipt dan electronic signature serta verifikasi identitas.

(3) Peningkatan akses pasar dan internasionalisasi dimana perlunya memperluas marketplace untuk membantu UMKM dan startup dalam memperoleh pelanggan, mendorong pemerintah untuk mengembangkan roadmap e-commerce dan memantau kemajuan implementasinya, mendorong penggunaan media social oleh UMKM untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

(4) Peningkatan kebijakan dan peraturan yang kondusif dimana penting bagi pemerintah untuk memiliki peraturan pengelolaan, keamanan dan privasi data yang memungkinkan aliran data lintas batas, pemerintah harus mempertimbangkan untuk memberikan keringan pajak dan insentif lainnya bagi UMKM untuk masuk dalam ekonomi digital, penting untuk memberlakukan kebijakan hak cipta yang tidak membebani UMKM.

(5) Mempromosikan kewirausahaan dan pengembangan sumber daya manusia dimana perlu diperhatikan bahwa kurangnya keterampilan dan kemampuan teknologi digital menjadi kendala utama UMKM.

Tag: Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop-UKM), Transformasi Digital

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Kemenkop UKM

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,991.68 3,951.90
British Pound GBP 1.00 19,685.55 19,482.04
China Yuan CNY 1.00 2,183.20 2,161.62
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,970.00 14,822.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,820.32 10,705.93
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,908.05 1,889.16
Dolar Singapura SGD 1.00 10,924.62 10,814.24
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,459.51 17,283.93
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,614.20 3,575.87
Yen Jepang JPY 100.00 13,327.99 13,192.70

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5873.597 61.807 602
2 Agriculture 1573.131 -18.171 20
3 Mining 1915.607 8.625 46
4 Basic Industry and Chemicals 796.218 16.285 71
5 Miscellanous Industry 1257.362 55.238 45
6 Consumer Goods 2447.908 35.684 47
7 Cons., Property & Real Estate 421.933 1.870 68
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1023.502 -1.264 69
9 Finance 1055.900 6.888 91
10 Trade & Service 820.776 7.323 145
No Code Prev Close Change %
1 PANI 183 246 63 34.43
2 PADI 500 625 125 25.00
3 TFCO 680 850 170 25.00
4 DIGI 340 424 84 24.71
5 JSPT 1,200 1,450 250 20.83
6 BULL 141 169 28 19.86
7 PGLI 210 248 38 18.10
8 TCPI 3,020 3,480 460 15.23
9 ABMM 2,040 2,290 250 12.25
10 KPAL 394 442 48 12.18
No Code Prev Close Change %
1 ARTO 179 137 -42 -23.46
2 PNSE 850 665 -185 -21.76
3 AKPI 970 770 -200 -20.62
4 TAMU 4,290 3,590 -700 -16.32
5 MINA 550 464 -86 -15.64
6 COWL 515 448 -67 -13.01
7 TRUS 195 170 -25 -12.82
8 NICK 146 130 -16 -10.96
9 AGRS 260 232 -28 -10.77
10 MGNA 57 51 -6 -10.53
No Code Prev Close Change %
1 BMTR 384 406 22 5.73
2 SRSN 85 82 -3 -3.53
3 KPIG 715 710 -5 -0.70
4 PNLF 226 238 12 5.31
5 TLKM 3,570 3,550 -20 -0.56
6 BBRI 2,940 3,000 60 2.04
7 ASII 7,025 7,400 375 5.34
8 ERAA 2,470 2,510 40 1.62
9 ENRG 127 136 9 7.09
10 BBCA 24,000 24,000 0 0.00