Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Indonesia Bawa Isu Bea Masuk Impor AS Terkait Biodiesel ke WTO

Indonesia Bawa Isu Bea Masuk Impor AS Terkait Biodiesel ke WTO Kredit Foto: Wto.org
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indonesia berencana untuk menantang keputusan terakhir oleh Amerika Serikat mengenai bea masuk anti-dumping dan countervailing biodiesel Indonesia di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Kementerian Perdagangan Indonesia mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (23/2/2018).

Departemen Perdagangan A.S. Minggu ini memberlakukan bea masuk lebih banyak pada biodiesel yang berasal dari Argentina dan Indonesia.

Keputusan bea masuk A.S. tersebut membuat hampir pasti bahwa biodiesel dari kedua negara tidak akan dijual di pasar A.S., dengan tingkat gabungan hingga 159 persen pada bahan bakar Argentina dan 341 persen untuk produk Indonesia.

"Bea masuk anti-dumping dan countervailing duty terhadap biodiesel Indonesia sama-sama mewakili penyalahgunaan hukum trade remedy," tutur Menteri Perdagangan Indonesia dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dikutip dari Reuters, Jumat (23/2/2018).

Kemendag juga menyatakan jika Departemen Perdagangan A.S. dalam argumennya menentang biodiesel Indonesia menggunakan metodologi yang sama yang diterapkan oleh Uni Eropa, yang oleh Indonesia dikatakan "secara terang-terangan melanggar undang-undang WTO."

WTO bulan lalu memutuskan untuk mendukung beberapa tantangan oleh Indonesia terhadap bea masuk anti-dumping yang dikenakan pada ekspor biodiesel ke Uni Eropa dan meminta agar langkah-langkah tersebut diubah.

"Indonesia belum mengekspor biodiesel ke Amerika Serikat sejak tahun lalu terakit dengan maslaah bea masuk," menurut Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia.

Kamar Dagang Biofuel Argentina (CARBIO) juga menyatakan pada hari Kamis (22/2/2018) bahwa kenaikan bea masuk A.S. terhadap produk impor dilakukan dengan "sewenang-wenang dan ilegal" dan diharapkan pemerintah Argentina juga membawa masalah ini ke WTO.

Penulis: Hafit Yudi Suprobo
Editor: Hafit Yudi Suprobo

Bagikan Artikel:

Video Pilihan