Portal Berita Ekonomi Kamis, 13 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:14 WIB. Pertamina - Pertamina gandeng BMW kenalkan stasiun pengisian energi listrik.
  • 17:08 WIB. Lazada - Pierre Poignant jadi CEO baru Lazada Group.
  • 17:04 WIB. Apple - Apple ingin bikin modem sendirI untuk iPhone.
  • 17:02 WIB. Mitsubishi - Mitsubishi masih galau soal impor Pajero Sport.
  • 16:53 WIB. Telkomsel - Pelanggan Telkomsel keluhkan SMS iklan mengganggu.
  • 16:52 WIB. SoftBank - SoftBank Group asal Jepang bakal ganti perangkat Huawei dengan Nokia dan Ericsson
  • 16:50 WIB. Samsung - Samsung tutup satu pabrik ponsel di China pada akhir 2018.
  • 16:48 WIB. Yamaha - Yamaha suntik dana Rp2,1 triliun ke Grab.
  • 16:45 WIB. Google - Google bakal buka kantor dan data center di Vietnam.

Merokok di Pesawat Diancam Pidana

Foto Berita Merokok di Pesawat Diancam Pidana
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Pegiat Solidaritas Advokat Publik untuk Pengendalian Tembakau (SAPTA) Indonesia Tubagus Haryo Karbyanto mengatakan penumpang yang dikabarkan merokok di bandara dan pesawat bisa dipidana bila terbukti membahayakan penerbangan.

"Si calon penumpang memang bersalah walaupun delik yang dapat dikenakan pada dirinya harus dilihat lagi, apakah melanggar Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan atau KUHP," kata Tubagus dihubungi di Jakarta, Selasa (27/2/2018).

Tubagus mengatakan calon penumpang tersebut telah membahayakan penerbangan. Apalagi area lapangan terbang adalah wilayah dengan sistem pengamanan yang ketat guna menghindari tindakan yang membahayakan., "Karena ada proses pengisian bahan bakar pesawat, jadi seharusnya wilayah lapangan terbang betul-betul bebas rokok," tuturnya.

Namun, bila memang calon penumpang tersebut betul-betul merokok sejak di gerbang keberangkatan sebelum naik ke pesawat hingga ke tangga pesawat karena tidak ada garbarata, maka Tubagus menilai juga ada kelalaian dari petugas bandara yang saat itu bertugas.

"Ini harus jadi perhatian PT Angkasa Pura II selaku pengelola bandara agar kejadian serupa tidak terulang," ujarnya.

Sebab, seharusnya jalur calon penumpang dari gerbang keberangkatan sebelum naik pesawat hingga masuk ke pesawat adalah jalur steril dari kegiatan-kegiatan yang dapat membahayakan penerbangan.

Sebelumnya, video penumpang pesawat Citilink yang diturunkan petugas keamanan Bandara Halim Perdanakusuma dan Polisi Militer TNI Angkatan Udara beredar di media sosial.

Vice President Communication Citilink Benny Siga Butarbutar mengatakan peristiwa itu terjadi pada Minggu (25/2) sesaat sebelum pesawat penerbangan terakhir Citilink Indonesia dengan kode penerbangan QG 156 tujuan Bandara Internasional Halim Perdanakusuma-Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, dengan jadwal penerbangan pukul 21.35 WIB tinggal landas.

"Menurut laporan yang kami terima, saat keluar dari 'boarding gate' menuju pesawat terbang, penumpang yang bersangkutan terlihat merokok bahkan diteruskan saat menaiki tangga pesawat," kata Benny Butarbutar.

Saat bersamaan pesawat sedang mengisi bahan bakar avtur. Posisi perokok itu, yang menurut data Citilink bernama Iwan Limau, dekat dengan mesin pesawat terbang.

Benny mengatakan kondisi tersebut sangat mengancam dan membahayakan penerbangan, khususnya keselamatan dan keamanan penerbangan.

"Perilakunya jelas-jelas dapat mengancam keselamatan dan keamanan penerbangan. Dalam industri penerbangan, kami harus bisa memastikan tidak ada satu pun aturan keselamatan yang dilanggar sehingga operasional penerbangan dapat berjalan dengan aman, lancar dan nyaman," tuturnya.

Tag: Citilink, Bisnis Penerbangan, Benny Siga Butarbutar

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6177.720 62.143 621
2 Agriculture 1516.070 10.982 20
3 Mining 1776.514 21.113 47
4 Basic Industry and Chemicals 846.848 12.353 71
5 Miscellanous Industry 1420.317 27.074 46
6 Consumer Goods 2515.883 16.594 49
7 Cons., Property & Real Estate 455.102 3.544 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1062.130 21.053 71
9 Finance 1176.328 11.338 91
10 Trade & Service 791.531 -0.850 153
No Code Prev Close Change %
1 AKSI 344 430 86 25.00
2 SOTS 436 545 109 25.00
3 PNSE 750 935 185 24.67
4 ZONE 446 555 109 24.44
5 KICI 212 260 48 22.64
6 SAFE 171 206 35 20.47
7 JKSW 60 68 8 13.33
8 KAEF 2,550 2,850 300 11.76
9 TRAM 163 180 17 10.43
10 OASA 318 350 32 10.06
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 555 418 -137 -24.68
2 INPP 605 480 -125 -20.66
3 GMTD 14,900 13,425 -1,475 -9.90
4 BTEK 137 125 -12 -8.76
5 SMDM 152 139 -13 -8.55
6 DSSA 14,725 13,500 -1,225 -8.32
7 BBLD 492 454 -38 -7.72
8 AKPI 780 720 -60 -7.69
9 ETWA 78 72 -6 -7.69
10 OCAP 244 226 -18 -7.38
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 372 360 -12 -3.23
2 KPAS 710 705 -5 -0.70
3 RIMO 142 151 9 6.34
4 TLKM 3,650 3,750 100 2.74
5 TRAM 163 180 17 10.43
6 PGAS 2,130 2,150 20 0.94
7 PTBA 4,310 4,500 190 4.41
8 BBRI 3,620 3,680 60 1.66
9 CPIN 6,500 6,950 450 6.92
10 UNTR 29,300 29,300 0 0.00