Portal Berita Ekonomi Senin, 10 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:22 WIB. Xiaomi - Akhirnya Xiaomi Mi A1 cicipi Android Pie.
  • 07:54 WIB. Huawei - Bos Huawei terancam dihukum puluhan tahun penjara. 
  • 07:53 WIB. XL - XL hadirkan layanan internet unlimited. 
  • 07:50 WIB. Grab - Grab rilis sejumlah fitur baru untuk pengemudi dan sopir. 
  • 07:49 WIB. Nissan - Nissan larang Ghosn masuki apartemen pribadi di Brasil. 
  • 07:47 WIB. InSight - Pesawat antariksa InSight rekam hembusan angin di Mars. 

PAN Hargai Pernyataan JK Soal Cawapres

Foto Berita PAN Hargai Pernyataan JK Soal Cawapres
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Wakil Ketua Umum DPP PAN Taufik Kurniawan mengapresiasi pernyataan Jusuf Kalla yang meminta masyarakat mengembalikan kepada konstitusi terkait wacana agar dirinya mencalonkan diri kembali sebagai calon Wakil Presiden mendampingi Joko Widodo di Pemilu Presiden 2019.

"Pernyataan Pak JK sudah sangat mewakili sebagai negarawan, yaitu kembalikan artinya kembalikan kepada konstitusi. Itu sudah sangat pas, tinggal bagaimana kita melihat pada apa yang termaktub dalam konstitusi kita yang implisit maupun eksplisit," kata Taufik di Jakarta, Selasa (27/2/2018).

Dia mengatakan dalam Pasal 169 huruf (n) UU nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu memang menyebutkan bahwa persyaratan seorang menjadi calon Presiden dan calon Wakil Presiden belum pernah menjabat selama dua kali masa jabatan dalam jabatan yang sama.

Menurut dia, kalau masyarakat masih menghendaki JK menjadi cawapres, peluangnya mengubah UU tersebut melalui uji materi di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Apa yang ada dalam konstitusi itu, jangan hanya dilihat dari hal eksplisit, namun ada hal yang implisit, perdebatan dari UUD 1945 ini kan proses yang sangat panjang," ujarnya.

Sementara itu dia menilai cawapres kedepan harus memiliki "chemistry" dan saling menguatkan dengan capres yang diusung, agar kinerja pemerintahan bisa berjalan baik dan lancar.

Taufik mencontohkan pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, keduanya saling melengkapi, misalnya JK menunjukkan senioritasnya sehingga bisa beradaptasi dengan gaya kepemimpinan Jokowi maupun Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Pak JK bisa menunjukkan senioritasnya pada siapapun, bisa beradaptasi gaya kepemimpinan yg beda mulai dari SBY sampai Pak Jokowi," katanya.

Taufik menilai tidak mengherankan kalau banyak pihak yang masih menginginkan sosok JK menjadi cawapres karena figur negarawanan yang ditunjukkan dan mampu menyesuaikan dengan "ritme" kerja Presiden.

Namun dia menilai keputusan akhir ada di Joko Widodo untuk menentukan cawapres yang akan mendampinginya di Pilpres 2019 karena kontestasinya diprediksi akan lebih kompleks dibandingkan Pilpres 2014.

"Beban psikologi Pak Jokowi lebih tinggi karena petahan, sehingga akan lebih berhati-hati dan akan dipilih yang seirama, loyal, dan memperkuat elektabilitas serta popularitas," katanya.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan dirinya berterima kasih atas usulan dirinya dapat menjadi calon wakil presiden namun dirinya tidak bisa memenuhi hal itu mengingat konstitusi tidak memperbolehkan jabatan wapres lebih dari dua kali.

"Saya tentu tidak bisa memberikan komentar, saya berterima kasih atas usulan itu tapi akhirnya kembali kepada konstitusi," kata JK usai memberikan pengarahan dalam acara Rapat Pimpinan Nasional Institut Lembang 9 di Jakarta, Senin (26/2).

UUD 1945 yang telah diamandemen pasal 7 menerangkan Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama hanya untuk satu kali masa jabatan. Hal ini membatasi presiden dan wakil presiden hanya diperbolehkan memegang jabatan selama dua periode.

Tag: politik, Partai Amanat Nasional (PAN), Muhammad Jusuf Kalla (JK)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6126.356 10.863 618
2 Agriculture 1492.165 2.046 20
3 Mining 1738.408 -7.512 47
4 Basic Industry and Chemicals 842.327 5.814 71
5 Miscellanous Industry 1389.985 18.923 45
6 Consumer Goods 2509.280 14.409 49
7 Cons., Property & Real Estate 449.724 10.201 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1044.777 -3.591 71
9 Finance 1168.029 -6.789 91
10 Trade & Service 791.771 2.091 152
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 630 785 155 24.60
2 TFCO 565 700 135 23.89
3 KONI 344 418 74 21.51
4 ETWA 70 85 15 21.43
5 YPAS 515 625 110 21.36
6 KICI 176 212 36 20.45
7 POLA 1,510 1,790 280 18.54
8 JSPT 1,000 1,145 145 14.50
9 RUIS 252 286 34 13.49
10 MPMX 805 910 105 13.04
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 280 210 -70 -25.00
2 YULE 216 173 -43 -19.91
3 BUVA 240 212 -28 -11.67
4 UNIT 280 252 -28 -10.00
5 AMRT 935 850 -85 -9.09
6 TNCA 194 180 -14 -7.22
7 PICO 256 240 -16 -6.25
8 AKSI 352 332 -20 -5.68
9 PBSA 715 675 -40 -5.59
10 CSIS 330 314 -16 -4.85
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 280 210 -70 -25.00
2 WSKT 1,725 1,845 120 6.96
3 TLKM 3,710 3,670 -40 -1.08
4 BBRI 3,650 3,620 -30 -0.82
5 BBCA 26,300 25,950 -350 -1.33
6 ASII 8,100 8,225 125 1.54
7 DOID 560 580 20 3.57
8 PGAS 2,140 2,130 -10 -0.47
9 UNTR 29,000 29,375 375 1.29
10 PTBA 4,080 3,990 -90 -2.21